LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
Penjelasan-penjelasan Saat Tour Pada Lembah Hijau Multifarm Research Station 2.
a) Wawancara dengan wakil dari divisi tanaman yaitu Rahmat Nur Setiawan/Wawan (18 Juni 2009).
• Pupuk Cair: urin sapi yang difermentasi menggunakan Stardec.
- Prosesnya itu nanti perbandingan 100 liter urin sapi dicampur dengan 1kg Stardec ditambah sari tebu hingga tidak bau, lalu ditambah ragi + 1 kilogram.
- Proses fermentasi + 21 hari pengendapan, biasanya warna berubah menjadi lebih tua. Setelah masa fermentasi inilah terjadinya pupuk cair.
- Rasio saat hendak menyiram pupuk cair ke media tanam adalah 1:10 dalam arti 1 liter pupuk cair dicampur 10 liter air.
b) Wawancara dengan Pak Nugroho (18 Juni 2009).
• Black Gold:
Cara membuat Black Gold adalah dengan mencampur Fine Compost, Rock Phosphat, Zeolite, Dolomite, air secukupnya. Kesemuanya dicampur selama + 15 menit hingga beratnya mencapai 50 kilogram. Setelah itu dikeringkan hingga warna cerah lalu dikemas. Berikut ini komposisinya:
- 60% Fine Compost.
- 20% Rock Phosphat.
- 10% Zeolite.
- 10% Dolomite.
- Air secukupnya.
Jenis-jenis kemasan untuk produk-produk pupuk:
- Ukuran rumah tangga:
○ 4 kilogram @Rp.6.000,- (Green Valley Fine Compost).
○ 1 tabung isi 1 liter Rp.8.000,- (Black Gold Granule).
- Ukuran skala besar:
○ 20 kilogram @Rp.25.000,- (Green Valley Fine Compost).
○ 40 kilogram @Rp.38.000,- (Green Valley Fine Compost).
c) Wawancara dengan Mbak Mawar (20 Juni 2009).
• Pakan sapi ternak.
Kombinasi pakan sapi ternak: jerami fermentasi + starbio + urea. Jerami yang baik difermentasi adalah jerami yang mengandung air sebesar 60%, yakni yang bila diperas dengan tangan tidak menetes tapi telapak tangan basah. Beda jerami biasa dengan jerami fermentasi adalah jerami fermentasi memiliki gizi yang lebih tinggi. Prosesnya adalah dengan mencampur jerami dengan starbio dan urea lalu didiamkan selama 21 hari. Kurang dari 21 hari = belum jadi, lebih dari 21 hari = boleh untuk pakan sapi selama warna belum berubah jadi hitam. Agar awet, jerami hasil fermentasi dipadatkan lalu diangin-anginkan (jerami ditaruh diatas gerobak lalu dibawa ke tempat teduh yang tidak terkena sinar Matahari selama setengah hari). Setelah proses tersebut, jerami bisa tahan lama antara 1 tahun hingga 2 tahun.
Hasil penggunaan starbio:
- Sapi tak berlemak.
- Kotoran less-protein sehingga sedikit bau (buktinya adalah lebih banyaknya lalat di makanan daripada yang di kotoran).
Sapi juga diberi konsentrat sebagai penambah gizi. Untuk kombor (pencampuran antara konsentrat dengan air), untuk 10 liternya diberikan starbio sebanyak 2 sendok makan. Campuran konsentrat 55% sampai dengan 60% adalah bekatul atau dedak, dan sisanya adalah bahan-bahan yang mudah didapat. Fungsi konsentrat:
- memanfaatkan sampah.
- Perut sapi lebih cocok untuk mengkonsumsi konsentrat karena protein yang dihasilkan pada daging dan susu lebih baik.
Campuran-campuran konsentrat adalah:
- Bekatul (dedak).
- Tepung ketela.
- Ampas aren.
- Ampas tahu.
- Kulit udang.
- Ikan teri.
- Jagung.
- Starbio.
- Garam.
- Sedikit urea.
- Vitamin (A, B2, D3, E).
- Mineral ternak.
• Perikanan.
Hanya ada ikan patin saja. Pemberian makan menggunakan daun azola piñata (daun kayu apu) karena memiliki 27% protein dan dalam 1 hari dapat berkembang menjadi 10x lipat.
• Anak sapi/pedet.
- Anak sapi yang baru lahir hingga berumur 7 hari. Pedet butuh susu ber-chlorostrum, dan diatas 7 hari pedet diberi makan rendeng (daun kacang tanah). Per kepala, pedet diberi asupan sekitar 4 liter susu sehari dan konsentrat sebanyak 5kg.
- Setelah 3 bulan (90-110 hari), biasanya pedet dipindah ke kandang pembesaran. Patokannya biasanya dari bobot pedet tersebut, yakni bila seekor pedet telah mencapai 70 kilogram.
d) Wawancara dengan Rahmat Nur Setiawan/Wawan (20 Juni 2009).
• Media Tanam.
Media tanam untuk tanaman komposisinya adalah kompos, akar pakis, dan arang sekam. Rasionya adalah 1:1:1 untuk pot kecil, 2:1:1 untuk pot sedang, dan 5:2:2 untuk pot besar. Arang direndam dengan urin sapi dulu selama sehari agar protein mudah meresap.
e) Wawancara dengan Mbak Widya (20 Juni 2009).
• Kandang Rumah Sakit (RS).
Sapi yang sakit dipisahkan di kandang Rumah Sakit dan untuk perawatannya disuntik dengan antibiotik. Di kandang Rumah Sakit, sapi sakit mata diteteskan theramicine, sakit diare disuntik dengan sulfa dan susu batita, sakit mastitis disuntik dengan penisiline di puting sapi.
• Kandang penyapihan (pembesaran).
Kandang ini merupakan kandang pembesaran dimana sapi sudah tidak diberi susu. Sapi sudah mulai diberi jerami dan konsentrat.
• Kolam pembesaran patin.
Patin dipilih karena daya tahannya dan sifatnya yang mudah. Pelet diberikan menggunakan media khusus yang mana otomatis menurunkan pellet. Patin bersifat tidak akan makan bila tidak lapar dan selalu bergerombol.
Makanan patin adalah pelet tenggelam yang dibeli dari Medan, Kartosuro, dan Lampung. Pembelian pelet dilakukan disaat melakukan pengiriman pesanan ke daerah-daerah tersebut sehingga dapat meningkatkan efisiensi biaya.
• Kolam patin bakal panen.
Berisi ikan patin yang siap panen. Panen dilakukan saat patin berumur 8-10 bulan dengan berat antara 8 ons sampai dengan 1 kilogram.
• Lokasi pemanfaatan kotoran.
Alas kotoran adalah serbuk kayu, kebetulan yang dipakai adalah dari kayu sengon. Kotoran disaring, yang kering diproses jadi kompos dan urinnya jadi pupuk cair. Seekor sapi mengeluarkan kotoran perhari rata-ratanya adalah 15 sampai dengan 25 kilogram.
• Hospital Barn (tempat melahirkan sapi).
Sapi yang bunting besar ditaruh disini. Biasanya sapi akan melahirkan saat 9 bulan 10 hari. Sapi yang bunting dipisahkan karena porsi makanannya lebih banyak daripada yang lainnya.
• Tamu yang biasanya berkunjung.
Tamu yang berkunjung biasanya berasal dari BPPT, APEKA (Akademi Peternakan Karang Anyar), Murid-murid Sekolahan terutama Sekolah Dasar, Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Gajah Mada (UGM), dan lain-lain. Tidak jarang pula tamu-tamu berkunjung dari Jakarta, Bandung, bahkan Malaysia. Berikut ini adalah paket-paket kunjungan yang disediakan oleh PT.LHM:
Paket 1: Rp.7.500,-
- Snack.
- Minum (air mineral).
- Service.
Paket 2: Rp.11.000,-
- Bakso ikan patin.
- Minum (fresh tea).
- Service.
Paket 3: Rp.17.500,-
- Makan siang (nasi dus patin).
- Minum (air mineral).
- Service.
Paket komplit: Rp.22.500,-
- Snack.
- Makan siang (nasi dus patin).
- Minum (air mineral).
- Service.
Selain paket-paket yang disediakan tadi, PT.LHM juga menyediakan beberapa pilihan untuk paket sekolah. Paket ini ternyata tidak hanya ditujukan untuk murid-murid sekolahan dari SD sampai SMA saja karena tidak jarang perguruan tinggi pun mengambil salah satu paket sekolah yang disediakan untuk para mahasiswanya. Berikut adalah paket-paket sekolah yang disediakan:
Paket 1: Rp.10.500,-
- Ice cream.
- New Star Bio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 2: Rp.13.500,-
- Popcorn.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 3: Rp.13.500,-
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Sayur organik.
- Service.
Paket 4: Rp.16.500,-
- Bakso ikan patin.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 5: Rp.18.500,-
- Bakso ikan patin.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Renang.
- Service.
Pada paket sekolah yang disediakan, pasti ada New Starbio Plus (NSBP) yang merupakan salah satu produk dari PT.LHM. Hal ini merupakan salah satu cara berpromosi yang halus, dimana para pengunjung yang mengambil salah satu dari paket sekolah ternyata harus membeli salah satu produk dari PT.LHM tanpa merasa ada paksaan untuk membeli.
• Toko (Show Room).
Disini tamu dipersilahkan membeli produk-produk Lembah Hijau Multifarm (LHM) dan produk-produk konsinyasi lainnya yang dijual. Disini pulalah para pengunjung membayar produk-produk yang mereka beli seperti tanaman-tanaman hias yang ada di area Taman LHM, buah-buah yang ada di area perkebunan, susu sapi segar yang baru diperah dari sapi-sapi perah, ikan patin yang ada di kolam-kolam, dan produk-produk lainnya kecuali yang ada di Menu Café. Produk-produk asli produksi Lembah Hijau Multifarm yang dijual di toko adalah: Starbio Plus, Starbio Super, Probiotik Starbio, Mineral Super, Premix vitamin, Stardec, Green Valley Fine Compost, 0, dan Agensia Hayati (Blue-V, Startrap, Fugstop-P, Gliostar-P). Produk-produk konsinyasi diantaranya adalah berbagai jenis jamur, berbagai jenis kripik buah, berbagai jenis minuman, dan lain-lain.
f) Wawancara dengan Mas Freddy (21 Juni 2009).
• Proses pemerahan sapi.
Susu sapi yang ada pada sapi-sapi di Lembah Hijau Multifarm mempunyai Berat Jenis (BJ) sebesar 1,026 atau 1,027. Suhu susu sapi pada pagi hari sebesar 300C dan pada siang hari sebesar 350C. Seharinya, seekor sapi mampu menghasilkan susu sekitar 10 sampai dengan 15 liter. Sapi-sapi diperah 2 kali yaitu pukul 04:00 dan pukul 13:00. Tiap 10 liter susu, 2 liternya disisihkan untuk diberikan ke anak sapi/pedet.
g) Wawancara dengan Rahmat Nur Setiawan/Wawan (21 Juni 2009).
• Proses pupuk cair.
Urin sapi dicampur dengan Stardec lalu ditempatkan pada tangki yang lokasinya tinggi agar baunya tidak tercium. Bakal pupuk cair ini disedot ke tangki dengan menggunakan pompa lalu disebarkan kembali ke arah perkebunan dengan menggunakan pipa-pipa.
h) Wawancara dengan Mbak Widya (21 Juni 2009).
• Biogas.
Dari kotoran-kotoran yang dikumpulkan, kotoran-kotoran tersebut mampu menghasilkan gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Kotoran-kotoran tersebut diendapkan di tangki-tangki yang berada dibawah tanah yang tertutup rapat.
i) Wawancara dengan Mas Eko (21 Juni 2009).
• Area Perkebunan.
Didalam area perkebunan terdapat banyak jenis tanaman didalamnya juga terdapat kolam renang anak dan sedang dibangun kolam renang dewasa. Tanaman-tanaman yang dapat ditemui didalam area perkebunan antara lain adalah: terong, pepaya, tomat, kacang panjang, jambu merah, belimbing, mahkota dewa, cabai, dan masih banyak lagi jenis lainnya. Disamping bakal kolam renang dewasa adalah area yang nantinya adalah untuk drum dryers (drum-drum pengering) yang menurut kalkulasi dapat mempercepat proses pembuatan kompos.
j) Wawancara dengan Mbak Widya (21 Juni 2009).
• Kandang dara.
Kandang ini adalah untuk sapi yang berumur 10 bulan sampai dengan 1,5 tahun. Pada umur ini sapi tidaklah lagi rentan terhadap penyakit, tapi tetap harus diberikan perawatan yang teliti agar tidak mudah terserang penyakit.
• Kolam pemijahan ikan patin.
Saat pemijahan, telur-telur ikan patin dikeluarkan dari induknya dengan dibantu oleh manusia, telur-telur tersebut dicampur dengan induk jantan dan betina. Setiap 2 jam, induk jantan dan betina tersebut diberi makan agar tidak terjadi kanibalisme. Kolam untuk telur diberi alas serabut aren atau sejenis kain kasa, hal ini dilakukan untuk mencegah rusak atau pecahnya telur-telur tersebut. Induk patin sudah siap bertelur bila bobot sudah mencapai 2 kilogram.
k) Wawancara dengan Ibu Hesti Anjani atau Mbak Hesti (22 Juni 2009).
• Biogas Technologies (Sumber: Litbang Kompas/STN, diolah dari www.beritaiptek.com, situs web kimia Indonesia dan www.pustaka-deptan.go.id ).
1) Prinsip-prinsip teknologi Biogas:
Biogas adalah gas mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan bakar organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri-bakteri yang mampu hidup dalam kondisi kedap udara). Memanfaatkan proses pencernaan yang dilakukan oleh bakteri methanogen yang menghasilkan gas methane (CH4). Bakteri methanogen bekerja dalam lingkungan kedap udara dan secara natural hidup dalam limbah yang mengandung bahan organik seperti kotoran binatang, kotoran manusia, dan sampah organik rumah tangga. Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, tetapi hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Keberhasilan proses pencernaan bergantung pada kelangsungan hidup bakteri methanogen didalam reaktor sehingga beberapa kondisi yang mendukung perkembangbiakan bakteri ini didalam reaktor perlu diperhatikan, misalnya temperatur, kesamaan, dan jumlah material organik yang hendak dicerna.
2) Tahap pencernaan material organik:
- Hydrolisis.
Molekul organik yang kompleks diuraikan menjadi bentuk yang lebih sederhana, seperti karbohidrat (simple sugars), asam amino, dan asam lemak.
- Acidogenesis.
Proses penguraian yang menghasilkan ammonia, karbondioksida, dan hydrogen sulfide.
- Asetagenesis.
Proses penguraian produk acidogenesis: menghasilkan hydrogen, karbondioksida, dan asetat.
- Methanogenesis.
Penguraian dan sintesis produk tahap sebelumnya untuk menghasilkan gas methane (CH4). Hasil lain dari proses ini berupa karbondioksida, air, dan sejumlah kecil senyawa gas lainnya.
3) Komposisi biogas:
Komponen Persentase (%)
Methane (CH4) 55 – 75 %
Karbondioksida (CO2) 25 – 45 %
Nitrogen (N2) 0 – 0,3 %
Hydrogen (H2) 1 – 5 %
Hydrogen sulfide (H2S) 0 – 3 %
Oxygen (O2) 0,1 – 0,5 %
4) Kondisi optimal produksi biogas:
Parameter Kondisi Optimal
Suhu 350C
Derajat keasaman 7 – 7,2
Nutrient utama Karbon dan Nitrogen
Nisbah Karbon dan Nitrogen 20/1 – 30/1
Sulfide <200mg/Liter
Logam-logam berat terlarut <1mg/Liter
Sodium <5000mg/Liter
Kalsium <2000mg/Liter
Magnesium <1200mg/Liter
Ammonia <1700mg/Liter
l) Wawancara dengan Mbak Mawar (24 Juni 2009).
• Kolam khusus lumut azola piñata.
Ada 2 kolam khusus pengembangbiakan lumut azola piñata, panjang kolamnya masing-masing antara 10 sampai dengan 15 meter dengan kedalaman masing-masingnya 1 meter. Didalamnya masing-masing diberi beberapa ekor ikan patin untuk tetap menjaga ekosistem.
• Café.
Café dibuka pada pertengahan tahun 2008 yakni Mei 2008. Lokasi Café adalah diujung area perkebunan, Café adalah lokasi favorit para pengunjung karena disini para pengunjung dapat melepas lelah dan menikmati pemandangan serta udara yang asri setelah berkeliling Lembah Hijau Multifarm Research Station II seluas 6 hektar ini. Orang yang bertanggung jawab untuk masakan café adalah Mbak E’en dan yang bertugas menerima pesanan para pengunjung adalah Mas Sandy.
m) Wawancara dengan Mbak E’en (25 Juni 2009):
• Menu lama Cafe.
Pada awal berdirinya Café, menu terbilang cukup variatif karena sangat banyak makanan dan minuman yang dapat dipilih oleh para pengunjung. Akan tetapi, sesuai permintaan pengunjung, maka pada tahun 2009 ini menu yang tersedia kami perbaharui. Berikut adalah menu lama Café:
Makanan: Minuman:
- Ikan patin bakar/kg = Rp.50.000,- - Soda Gembira = Rp.8.000,-
- Ikan patin goreng/kg = Rp.40.000,- - Cool Cappucino = Rp.9.500,-
- Bakso ikan patin = Rp.6.000,-/porsi - Tropico Milkovano = Rp.8.500,-
- Cah kangkung hot plate - Bananas Vanmilko = Rp.8.000,-
= Rp.7.500,-/porsi. - Cappucino Milk Tropico = Rp.8.000,-
- Steak Ikan patin Crispy - Milkovano Blended = Rp.7.500,-
= Rp.12.500,-/porsi. - Cappucino Banana-Milko = Rp.7.000,-
- Steak Ikan patin = Rp.12.500,-/porsi. - Iced Lemon Tea = Rp.4.500,-
- Nasi goreng ikan patin - Iced Coffee = Rp.3.500,-
= Rp.12.500,-/porsi - Iced Rosella Tea = Rp.3.500,-
- Nasi goreng ikan patin spesial - Iced Tea = Rp.2.500,-
= Rp.15.500,-/porsi - Iced Orange = Rp.3.000,-
- Nasi putih = Rp.2.500,-/porsi. - Hot Orange = Rp.2.500,-
- Sambal + lalapan = Rp.3.000,-/porsi.
- Sambal = Rp.3.000,-/porsi.
- Lalapan = Rp.3.000,-/porsi.
n) Wawancara dengan Mas Sandy (25 Juni 2009):
• Paket Hemat dalam Menu Café.
Biasanya, para pengunjung yang datang adalah rombongan keluarga. Andaipun bukan, seperti rombongan anak-anak sekolahan misalnya, terutama Sekolah Dasar tetap mengajak para orang tua dari para murid-muridnya. Oleh karenanya, Café mensiasatinya dengan menciptakan Paket Hemat Keluarga dan menyediakan berbagai jenis juice. Berikut adalah Menu Paket Hemat Keluarga:
Makanan: Juice:
- Paket Ikan Bakar Rp.65.000,- Rp.59.500,- - Avocado Milk Juice = Rp.8.500,-
1 patin bakar - Avocado Coffee Juice = Rp.7.500,-
1 sambal - Carrot Juice = Rp.7.500,-
1 lalapan - Guava Juice = Rp.8.000,-
3 nasi putih - Orange Juice = Rp.7.500,-
3 fresh tea - Pepaya Hawaii Juice = Rp.7.500,-
- Paket Ikan Goreng Rp.55.000,- Rp.50.500,- - Tomato Juice = Rp.5.000,-
1 patin goreng - Blueberry Juice = Rp.6.500,-
1 sambal - Strawberry Juice = Rp.6.500,-
1 lalapan - Kiwi Juice = Rp.8.000,-
3 nasi putih
3 fresh tea
o) Wawancara dengan Pak Adi/tukang perah sapi (25 Juni 2009).
• Proses pemerahan susu sapi.
Sebelum sapi-sapi diperah, kandang-kandang sapi terlebih dahulu harus disemprot dengan air. Penyemprotan air ke kandang-kandang sapi bertujuan agar mempermudah proses pemerahan. Dengan penyemprotan tersebut, kandang sapi menjadi bersih dari kotoran-kotoran sapi sehingga baik sapi-sapi maupun yang memerah sapi merasa lebih nyaman. Hal ini juga sangat berguna karena seringkali anak-anak sekolahan dan para pengunjung lain yang tadinya merasa jijik menjadi tertarik untuk ikut mencoba memerah susu dari sapi-sapi yang ada karena para pengunjung memang diperbolehkan untuk turut mencoba memerah susu sapi. Sebelum memerah susu sapi, tangan terlebih dulu dicuci dengan air agar bersih dari kotoran. Setelah itu, agar memperlicin tangan saat memerah susu maka tangan terlebih dahulu dilumuri dengan minyak (kebetulan waktu itu penulis melumuri tangan dengan minyak yang disediakan disitu yakni minyak goreng). Bila kita melihat para pemerah susu sapi bekerja, kelihatannya sangat mudah karena hanya dengan 2 jari mereka bisa memerah susu dengan cepat. Akan tetapi, bila masih baru maka dengan 2 tangan pun susu yang keluar belum tentu secepat mereka dan semprotan susu yang keluar sangatlah sedikit bila dibandingkan dengan mereka.
p) Wawancara dengan Ibu Hesti Pudjani atau Mbak Hesti (25 Juni 2009):
• Penyemprotan hama.
Meskipun hasil panen disini adalah hasil penanaman yang dikembangkan secara non-kimiawi atau organik, namun kami masih menggunakan jasa penyemprotan hama. Setiap 2x dalam sebulan, dilakukan penyemprotan hama khususnya untuk membasmi lalat dan nyamuk, yakni di kandang-kandang sapi dan Café. Penyemprotan hama pada kandang-kandang sapi bertujuan untuk menjaga agar jumlah lalat tidak terlampau banyak sehingga para pengunjung tidak terganggu. Penyemprotan hama pada Café bertujuan untuk mengurangi kemungkinan terjangkitnya para pengunjung oleh penyakit Demam Berdarah. Dalam penyemprotan hama ini, PT.LHM mempercayakannya kepada PT.Proton.
q) Wawancara dengan Mbak Theresia atau Mbak Yaya (26 Juni 2009):
• Menu baru Café.
Dengan memperhatikan kinerja Café mengenai makanan-makanan dan minuman-minumannya, maka pada tahun 2009 ini kami mengadakan perubahan pada Menu Café. Adapun mengenai pelayanan ataupun fasilitasnya kami belum menerima keluhan dari pengunjung sehingga hanya sedikit sekali perubahan yang dilakukan mengenai hal-hal tersebut.
Perubahan menu Café bertujuan sebagai reaksi kami dalam menanggapi permintaan para pengunjung. Menu Café yang baru adalah:
Lampiran 2
INTERVIEW I tanggal 17 Juni 2009:
1. Bu Novia, boleh aku tahu apa jabatan Ibu disini?
2. Bu Novia, bisa cerita sedikit mengenai sejarah Perusahaan ini?
3. Bu Novia, dalam proses produksinya, sistem apa yang digunakan oleh Perusahaan ini? Mohon jelaskan pula cara penerapannya!
4. Bu Novia, sistem apakah yang digunakan Perusahaan didalam mempromosikan produk-produknya?
5. Media-media apa saja yang digunakan dalam membantu promosi?
6. Sejauh manakah ke-efektifan dari media-media yang digunakan dalam melakukan promosi?
7. Dalam Perusahaan, apakah hanya menjalankan fungsi-fungsi dari marketing, advertising, dan PR-nya saja ataukah memang ada divisinya masing-masing?
8. Diantara marketing, advertising, dan PR, menurut Ibu manakah yang menunjukkan peran yang paling penting bagi Perusahaan?
9. Komunikasi jenis apakah yang digunakan dalam kepentingan mempromosikan produk? Bagaimana contohnya?
10. Menurut Ibu, sudah cukupkah cara berpromosi dan memasarkan yang diterapkan oleh Perusahaan dalam arti sudah sangat efektifkah atau memang masih dibawah target? Apa alasannya?
11. Bagaimana menurut Ibu tentang relevansi pengeluaran biaya beriklan di media massa?
12. Apa rencana kedepan dari Perusahaan? Apakah tetap menggunakan metode yang sama atau akan ada metode baru yang akan digunakan? Bila ada, kira2 metode seperti apa yang akan dipakai?
JAWABAN-JAWABAN:
1. Direktur Marketing dan Service atau pemasaran dan jasa.
2. Ir.Soeharto sudah memulai usaha dibidang agrobisnis sejak tahun 1977, dimulai dengan menanam rumput avalva dan memelihara sedikit sapi. Pada awalnya beliau hanya memelihara 4 sapi. Ternyata beliau menyadari bahwa ada kendala saat memanen rumput dimana beliau membutuhkan armada untuk melakukannya, belum lagi kendala jalan becek & tidak bisa panen disaat hujan turun. Beliau pun beralih menjual susu sapi segar. Sayangnya, harga jual susu sapi segar tidak sesuai dengan yang diinginkan. Setelah itu, beliau membuat kolam ikan lele. Ternyata, biaya overall menunjukkan bahwa biaya operasional lebih besar daripada pemasukan yang didapatkan, sehingga usaha inipun tidak dapat bertahan lama. Disamping itu, beliau juga melakukan trial and error mengenai produk bioteknologi yaitu produk untuk campuran pakan ternak. Ketika melakukan usaha inilah beliau berhasil mendirikan CV. Lembah Hijau Multifarm pada tahun 1981 yang kemudian menjadi PT. Lembah Hijau Multifarm sekitar tahun ’90-an. Pada tahun ’90-an, Perusahaan ini bergerak dibidang produk bioteknologi dan pupuk kompos organik.
3. Proses produksi Perusahaan masih sekitar 65% manual atau Padat Karya dengan menggunakan tenaga manusia. Proses produksi semacam ini diterapkan karena pertimbangan lokasi Perusahaan yang berada didaerah padat penduduk. Perusahaan memberikan pekerjaan kepada warga disekitar Perusahaan.. Jadi, warganya Perusahaan beri pekerjaan dan warga pun menjaga Perusahaan sebagai timbal baliknya.
4. Perusahaan mempunyai Technical Sales yang bertugas sebagai penjual sekaligus penyedia jasa layanan untuk mendukung penjualan produk-produk.
5. Media-media yang digunakan adalah banner, spanduk, brosur, dan yang paling terakhir adalah VCD untuk mempermudah melakukan penyuluhan mengenai visi dan misi kepada petani dan peternak.
6. Media-media yang digunakan terbukti sangat efektif karena dari media-media yang digunakan itulah telah terjadi repeat order.
7. Selain menjalankan fungsi-fungsi dari marketing, advertising, dan PR didalam kinerjanya, Perusahaan juga memiliki divisi-divisi tersebut yang akan dijelaskan pada bagan divisi marketing Perusahaan.
8. Kesemuanya sangat penting karena memang berada dalam satu paying yaitu marketing. Antara marketing, advertising, dan PR memiliki peranan yang sama pentingnya karena adanya interrelasi antar masing-masing subdivisi.
9. Komunikasi yang digunakan adalah komunikasi secara visual dan komunikasi hardcopy atau menggunakan brosur. Komunikasi yang paling penting adalah word of mouth karena penjelasan-penjelasan yang diberikan kepada para pengunjung ternyata diceritakan kembali oleh para pengunjung yang telah berkunjung kepada mereka yang belum pernah berkunjung, sehingga mereka yang belum pernah berkunjung ke Lembah Hijau Multifarm Research Station II menjadi berminat untuk berkunjung. Tak hanya itu saja, integrasi pertanian dan peternakan terhadap para customers yang kebanyakan merupakan petani dan peternak menceritakan tentang keberhasilan produk-produk yang mereka beli dari Perusahaan kami kepada para petani dan peternak lainnya, sehingga kini kalangan menengah keatas baik itu warga sipil, aparat-aparat Pemerintahan, para konglomerat, dan para Penguasa Negara pun telah mengenal nama baik produk-produk Perusahaan.
10. Gaya berpromosi dan memasarkan produk yang diterapkan Perusahaan masih sangat efektif mengingat sifat warga Indonesia yang sangat oral atau talkative. Alasannya adalah bahwa masyarakat Indonesia lebih percaya untuk mendengar keberhasilan produk-produk Perusahaan dari orang-orang yang mereka kenal daripada mengetahui produk-produk Perusahaan melalui iklan-iklan yang dipasang Perusahaan pada media-media tertentu. Masyarakat Indonesia biasanya lebih percaya pada teman sendiri, juga karena sudah ada yang memakai dan sudah ada contohnya.
11. Mengenai relevansi pengeluaran biaya beriklan di media massa adalah tidak efektif, karena Perusahaan harus mengeluarkan biaya sangat besar untuk iklan pada space uang kecil. Selain itu, Perusahaan menilai bahwa beriklan di media massa tidaklah tepat sasaran dalam arti bahwa customer Perusahaan yang sebagian besar merupakan petani dan peternak tidaklah familiar dengan acara di televisi.
12. Rencana kedepan Perusahaan adalah memperbaiki komunikasi di dunia maya dengan perbaikan pada situs Perusahaan menjadi user-friendly yaitu menghindari penggunaan aplikasi flash karena tidak semua customer menggunakan teknologi komputer dengan speed yang cepat. Dalam situs tersebut, Perusahaan menyediakan berbagai informasi yang lengkap mengenai kegiatan-kegiatan dan produk-produk Perusahaan, serta servis-servis atau layanan-layanan yang disediakan.
Lampiran 3
INTERVIEW II tanggal 17 Juni 2009:
1. Bagaimanakah struktur organisasi dalam Perusahaan?
2. Pada awal mula dibentuknya PR, apakah ada pemakaian penasihat dari luar Perusahaan atau memang berawal dari Top Management? Mohon terangkan sedikit tentang kronologisnya?
3. Bagaimanakah peran staf PR dalam:
a) Pengambilan keputusan? Tolong jelaskan! Apa sanksinya bila ada pengambilan keputusan yang salah?
b) Departemen internal (PR)? Tolong jelaskan!
c) Kerja sama dengan departemen lain seperti pemasaran, SDM, dll? Tolong jelaskan!
d) Firma Konseling Luar (bila ada) seperti biro iklan, spesialisasi (Perusahaan Konsultan)? Tolong jelaskan!
e) Adanya kebijakan baru dalam Perusahaan? Tolong jelaskan!
4. Apa landasan etika yang ditanamkan dalam Perusahaan mengenai:
a) Etika profesional. Tolong jelaskan!
b) Tanggung jawab sosial. Tolong jelaskan!
c) Mohon tambahkan yang lain bila ada…
5. Apakah Perusahaan menyediakan pendidikan profesional (pelatihan khusus) bagi para calon tenaga kerjanya atau hanya ambil yang sudah matang saja? Tolong jelaskan!
6. Pelatihan-pelatihan apa sajakah yang disediakan Perusahaan? Siapa sajakah yang bisa mengikuti pelatihan-pelatihan tersebut? Apa tujuan dari disediakannya pelatihan-pelatihan tersebut? Tolong jelaskan!
7. Apakah PR dituntut untuk melakukan riset? Bila ya, riset apa saja yang pernah dilakukan? Bagaimana dukungan Perusahaan terhadap riset tersebut?
8. Tolong sebutkan dan jelaskan mengenai kode-kode etik yang ada dalam Perusahaan beserta sanksi-sanksinya!
9. Bagaimanakah akses ke media:
a) Cetak? Tolong jelaskan!
b) Penyiaran? Tolong jelaskan!
10. Bagaimanakah hubungan Perusahaan dengan Pemerintah?
11. Pernahkah Perusahaan mengalami perusakan reputasi oleh pihak-pihak kompetitor? Bagaimana menyikapinya? Mohon jelaskan dampak dari penanganannya!
12. Apakah Perusahaan termasuk yang peduli dengan hak cipta dan merk dagang? Sebutkan alasannya! Mohon juga berikan pendapat pribadi Anda tentang hal ini!
13. Mohon jelaskan tentang hubungan komunikasi antara tenaga kerja dengan manajemen dalam hal pemilihan wakil dan perundingan kolektif!
14. Cukup trasparankah hubungan antara keuangan dengan PR?
15. Pernahkah Perusahaan terlibat permasalahan hukum? Bila pernah, tindakan apa yang dilakukan PR untuk mengatasi permasalahan tersebut? Bila belum, strategi-strategi seperti apakah yang sudah disiapkan oleh divisi PR?
16. Bagaimanakah pendekatan-pendekatan ekologis yang diterapkan terhadap publik? Mohon jelaskan!
17. Dalam pendekatan-pendekatan apapun, pasti muncul kecenderungan-kecenderungan. Bagaimanakah peranan PR dalam menelusuri kecenderungan-kecenderungan sekaligus cara mengatasinya? Mohon berikan contoh!
18. Dalam membentuk opini publik, apakah Perusahaan menetapkan sasaran utama? Bila ya, siapa mereka? Kenapa (bila ya ataupun tidak)?
19. Apakah Perusahaan mengharuskan PR melakukan “perang untuk mendapat perhatian” terhadap Perusahaan kompetitor? Mohon jelaskan (ya ataupun tidak)!
20. Apa sajakah efek-efek proses dari:
a) Menciptakan persepsi tentang dunia disekitar kita?
b) Penyebaran informasi dan inovasi?
c) Mendefinisikan dukungan sosial dari Perusahaan?
21. Bagaimanakah divisi PR melakukan orientasi? Mohon jelaskan!
22. Menurut Anda, sudah cukupkah kesejahteraan sosial yang diberikan Perusahaan terhadap para karyawannya? Mengapa?
23. Mengenai banyaknya pengunjung yang datang ke Perusahaan, bagaimanakah para pengunjung mengetahui tentang Perusahaan?
24. Apakah para pengunjung yang datang dikenakan biaya untuk melakukan tour yang juga pasti ditemani oleh seorang staf PR sebagai guide?
25. Fasilitas atau suguhan apa sajakah yang diberikan kepada para pengunjung?
26. Penjelasan mengenai apa sajakah yang diberikan kepada para pengunjung saat melakukan tour?
27. Bisa tolong jelaskan mengenai zero-waste farming system?
28. Apa sajakah tujuan dari diadakannya tour ini?
29. Tolong jelaskan mengapa anak-anak seolah-olah mendapatkan perhatian khusus dalam program tour Perusahaan ini?
30. Program apa sajakah yang akan dihadirkan untuk masyarakat umum? Mohon jelaskan sedikit tentang program-program tersebut!
JAWABAN-JAWABAN:
1. Ada pada Company Profile.
2. Awal mula dibentuknya PR itu setelah dirasakan bahwa sistem yang ada di Perusahaan yaitu integrasi peternakan, perikanan, dan pertanian dengan menggunakan e.. probiotik atau peternakan yang zero-waste itu dirasa sangat bermanfaat dan menguntungkan untuk peternak dan petani yang me..mengusahakannya. e.., awal pemakaian memang dari Top Management, PR juga sebagai kaki tangan Perusahaan untuk menyampaikan visi dan misi selain menyampaikan produk dan layanan dari Perusahaan.
3. a) Staf PR didorong untuk mengambil keputusan sendiri apabila tidak principal yaitu tidak melenceng dari visi dan misi Perusahaan. PR sangat bisa dalam mengajukan usul, justru kami mendorong kreativitas mereka dalam menciptakan ide-ide yang dirasa efisien. Jadi kami dari top manajemen juga tidak menutup kemungkinan untuk perbaikan-perbaikan sistem di lapangan apabila memang dirasa sangat mendesak dan lebih jauh lebih efektif. Bila terjadi pengambilan keputusan yang kurang baik dari staf PR, Perusahaan melakukan pendekatan dengan cara lebih kekeluargaan, mengenai sanksi.., tidak ada sanksi, yang jelas e… personal yang bersangkutan dapat.. dapat belajar dari.. dari kesalahan yang ada dan dapat memperbaiki e.. pada saat lain waktu, jadi kedepannya ada hikmah yang bisa diambil dari situ dan tidak akan diulangi lagi.
b) Jadi, PR sendiri itu ada ketuanya yaitu diketuai oleh Ibu Hesti Pudjani. Ibu Hesti mempunyai 2 (dua) anak buah yaitu Saudari Widya dan Saudari Mawar. Jadi mereka tetap ada rolling tugas dan dalam 1 (satu) minggu mereka tetap mendapat jatah libur 1 (satu) hari, tetapi tidak bisa dua-duanya libur pada saat yang bersamaan mengingat tamu-tamu.., jumlah tamu yang datang ke peternakan.
c) Kerja sama PR dengan Pemasaran sangat erat karena PR itulah yang menjadi ujung tombak dari penjualan itu sendiri. PR yang menyampaikan produk dan pelayanan, yang menyampaikan pengetahuan, dan sistem yang ada pada Perusahaan. Kerja sama PR dengan SDM yang ada di Perusahaan bisa dikatakan sangat erat karena eksistensi dari masing-masing divisi Perusahaan contohnya divisi tanaman itu juga jauh banyak tergantung pada si PR sendiri. Jadi.., e.., PR juga bisa e… memberi “umpan” kepada divisi apabila ada tamu yang berkunjung, tinggal bagaimana masing-masing divisi “menangkap umpan” itu, apakah mereka mau juga lebih.. lebih welcome dengan tamu, lebih bisa memberikan pelayanan yang baik. Yang jelas PR sangat vital perannya bagi masing-masing divisi untuk meningkatkan penjualannya.
d) Selama ini belum ada Firma Konseling dari luar yang memberikan jasanya kepada Perusahaan.
e) Mengenai kebijakan yang berhubungan dengan Sumber Daya Manusia. Apabila memang.. memang harus dilakukan mekanisasi tidak bisa dilakukan secara frontal dalam arti 100% jadi sedikit demi sedikit dan tenaga manusia yang tergantikan itu apabila memang tidak melakukan kesalahan apapun, tetap akan dipekerjakan dengan memindahkan mereka ke divisi lain yang membutuhkan tenaganya.
4. a) Landasan etika yang ditanamkan dalam Perusahaan mengenai etika profesional.., oke.. e.. Perusahaan menanamkan etika profesional kepada masing-masing staf dan personel di Perusahaan ini bahwa pekerjaan adalah seni dan amanah yang harus diemban.. e.. Jadi, e.. lakukan bekerja dengan sepenuh hati, jadi kalo misalnya bekerja tapi awalnya memang tidak suka lebih baik tidak usah bekerja saja karena itu nanti bukan hanya akan jadi beban dirinya sendiri tapi juga menjadi beban Perusahaan.
b) Mengenai tanggung jawab sosial.. e.. bisa dikatakan e.. perekrutan Sumber Daya Manusia di Perusahaan sudah menjadi suatu contoh untuk tanggung jawab sosial di Perusahaan karena Perusahaan mempekerjakan e.. penduduk yang tinggal disekitar lokasi Perusahaan atau Peternakan.
c) Tambahan: mengenai visi dan misi kami sangat terapkan kepada masing-masing e.. personel. Apalagi, personel dalam staf marketing, bahwa: 50% tugas dari seluruh divisi dan jajaran tinggi LHM adalah melayani, dan 50% lagi adalah melayani dan melayani lebih baik lagi.
5. Selama ini Perusahaan tidak ada kerja sama dengan pendidik.., e.. instansi profesional.. Selama ini kami hanya menyaring secara acak dan memberlakukan tes psikologi.., begitu juga tes praktek dalam mengambil tenaga kerja. Apabila terpilih, akan dikenakan training atau masa pelatihan selama 3 bulan, apabila 3 bulan sudah terpenuhi akan ada lagi 3 bulan masa probation/percobaan, selanjutnya kontrak 1 tahun sebelum menjadi karyawan tetap.
6. Pelatihan-pelatihan yang disediakan Perusahaan adalah pelatihan-pelatihan reguler yaitu bagaimana mengimplementasikan integrasi pertanian, peternakan, dan perikanan menjadi suatu kesatuan yang e.. menguntungkan dan ramah lingkungan karena tidak menimbulkan limbah dan berkesinambungan dalam arti berkelanjutan.., e…, tidak hanya merupakan satu proyek yang terbatas dengan time-frame yang temporary saja. Pelatihan-pelatihan ini di-ikuti oleh berbagai lapisan masyarakat contohnya.., contohnya e.. petugas dari dinas pertanian dan peternakan itu sendiri, lalu juga kebanyakan adalah pensiunan atau pekerja yang akan habis masa kerjanya dan masih belum bisa menentukan apa yang akan dikerjakan setelah pensiun, bisa juga calon wira usahawan dalam bidang peternakan dan pertanian yang ingin berusaha sendiri secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Tujuan utama bisa dilihat di Company Profile yang Power Point yaitu untuk mendorong petani, khususnya petani kecil agar bisa mandiri.
7. PR e.. tidak secara langsung dan tertulis dituntut untuk melakukan riset. Tetapi, pada prakteknya di lapangan sebetulnya PR sudah melakukan riset karena sudah mendengar langsung dari customer mengenai apa yang di-inginkan oleh customer dan apa yang bisa diperbaiki oleh Perusahaan lewat customer itu sendiri secara langsung, contohnya: mengenai pelayanan Perusahaan, untuk memasang brosur-brosur yang ada, lalu untuk pengembangan komoditas.. e.. misalnya dari susu menjadi yogurt. Walaupun memang ada kendala e.. dari menyediakan fasilitas itu sendiri karena dengan meng.. mengadakan menjual yogurt kami butuh cooling unit yang sangat besar namun Perusahaan akan menampung ide-ide dari customer itu sendiri. Apabila memang e… bisa dilakukan dan masih dalam taraf sederhana e.. dalam arti secara biaya visible, Perusahaan akan mendukung apa yang di-inginkan oleh customer itu sendiri.
8. Kode etik selama ini terbatas pada…, yang pernah terjadi adalah kejujuran jadi apabila ada kasus e… kasus apa.. e.. kemalingan, apabila memang yang melakukan itu adalah karyawan Perusahaan maka akan ditindak tegas lewat jalur hukum dan tentu saja dikeluarkan dari Perusahaan.
9. a) Selama ini di media cetak hanya pernah e.. di media Agrina dan itupun beberapa tahun yang lalu.
b) Penyiaran belum pernah tetapi owner daripada Perusahaan pernah tampil dalam acara talkshow stasiun televisi lokal yang hanya e.. membicarakan mengenai biografi owner itu sendiri dan sepak terjangnya dalam e.. dalam mendirikan Perusahaan ini.
10. Perusahaan telah bekerja sama dengan Pemerintah juga, e.. emm.. kadang berupa tender berupa kompos.. kompos organik, Perusahaan yang memproduksi untuk Pemerintah, e.. dalam bidang finansial 100% tidak ada intervensi dari Pemerintah.
11. Perusakan reputasi lebih pada e.. kompetisi di produk. Perusahaan tidak bereaksi.., tetapi Perusahaan yakin.. Perusahaan tidak terlalu memusingkan komentar dan perkataan dari kompetitor.. Yang jelas Perusahaan punya keyakinan bahwa selama Perusahaan bisa berinovasi maka Perusahaan akan lebih maju kedepan.
12. Perusahaan peduli, Perusahaan telah mempatenkan standar metode kompos Perusahaan, bisa dilihat di brosur kompos.. Tentu saja hanya mempatenkan saja tidak berarti tidak ada kompetitor e.. yang menjiplak. Bukan berarti tidak ada Perusahaan lain yang menyamai Perusahaan.., justru sekarang banyak juga Perusahaan yang justru yang bahkan di brosurnya saja meng-copy 100% dari brosur Perusahaan. Tetapi pada saat ini, mempunyai produk saja bukan.. bukan jaminan bahwa Perusahaan akan besar tapi juga harus di-ikuti dengan pelayanan yang bagus dan sistem marketing yang handal.
13. Komunikasi antara tenaga dengan manajemen biasanya dilakukan pertrimester.., jadi 3 bulan sekali, bahkan Perusahaan juga pernah melakukan penghargaan untuk karyawan di level paling rendah yaitu operator.., e.. mereka yang dedikasinya lebih bagus dan kinerjanya lebih bagus mendapatkan penghargaan dari Perusahaan berupa motor atas nama mereka sendiri.
e.. di.. dinilai dari loyalitas dan performance.. loyalitas dan performance, dan bukti real (nyata) kontribusinya untuk Perusahaan.
14. Selama ini yang terjadi adalah selama personal-personal PR melakukan tugasnya dengan baik, maka gaji tidak akan menyusut, dan Perusahaan tidak menyebutkan gaji yang dipunyai untuk PR, cuman apabila PR memang ada pengajuan budget untuk suatu promosi atau suatu kegiatan.., apabila memang dirasa visible dan memang ada uangnya.., Perusahaan akan ACC.
15. Alhamdulillaah selama ini belum pernah terlibat permasalahan hukum.
16. Memang sebelum terjadi peternakan ini sendiri.., sebelum sebelum terjadinya peternakan itu sendiri memang sudah mendapat protes dari warga sekitar, walaupun belum ada bentuk aslinya apakah itu nantinya akan bau atau tidak.. tapi dengan pendekatan perseorangan.., dengan mendekati pemimpin atau tokoh masyarakat.., lambat laun Perusahaan dapat membuktikan bahwa dalam sistem Perusahaan tidak ada limbah yang terbuang. Dalam arti, tidak akan ada e.. gangguan.. polusi.. yang berimbas pada masyarakat itu sendiri.
17. Tentu ada pro dan kontra, tetapi dengan merekrut yaitu langkah nyata sebagian penduduk dijadikan karyawan, dengan perekrutan tenaga kerja yang diambil dari warga yang tinggal disekitar lokasi Peternakan, maka dengan tindakan tersebut sedikit banyak diharapkan dapat mendukung eksistensi Perusahaan dalam menjalankan peternakan Perusahaan ini.
18. Tentu saja e.. pemimpin atau tokoh.., tokoh masyarakat. Opini publik e.. dapat terbentuk sendiri dengan kinerja Perusahaan yang baik dan memang menguntungkan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.., karena dengan adanya Perusahaan.., dengan merekrutnya masyarakat sekitar lambat laun juga akan mendongkrak harkat hidup masyarakat itu sendiri.
19. Selama ini Perusahaan tidak melakukan “perang untuk mendapat perhatian”.. Perusahaan hanya berfokus pada apa yang kami kerjakan dan mengembangkan apa yang dapat dikembangkan tanpa menghiraukan e.. sepak terjang kompetitor-kompetitor. Selama Perusahaan tetap melakukan tugasnya dengan baik dan kreatif, Perusahaan yakin bahwa Perusahaan selalu satu langkah kedepan daripada Perusahaan-perusahaan kompetitor.
20. Memang dengan adanya sistem yang Perusahaan terapkan di integrasi pertanian, peternakan, dan perikanan ini yaitu e.. sebuah prinsip dasar yang bernama LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) dalam arti kita menggunakan limbah.., yang biasa disebut e.. masyarakat umum limbah tapi sebetulnya itu adalah resources yang baru yang dapat digunakan untuk mendukung pertanian kita.., yang menggunakan e.. sumber daya lokal yang murah dan dapat berlangsung secara terus-menerus.. e.. Low External Input Sustainable Agriculture.., jadi sustainable disini dalam arti berkelanjutan.., jadi e.. bagaimana menciptakan suatu sistem pertanian dan peternakan.. oh yah.., ok ati-ati, good luck yah…, yang.., yang berkesinambungan dalam arti yang langgeng.., jadi e.. menggunakan, jadi uhuk.. menciptakan suatu sistem pertanian dan peternakan yang ekonomis, menguntungkan, dan langgeng.. Itulah inti dari apa yang Perusahaan ciptakan disini.. Dalam sistem ini juga.. limbah.., semua limbah dari peternakan dapat kita proses sehingga menghasilkan sumber daya baru yang bisa dikomersialkan atau dipakai sendiri.., yaitu limbah. Jadi, menutup kemungkinan adanya protes dari masyarakat sekitar mengenai polusi yang bisa ditimbulkan.. Juga.., mengenai pakan yang Perusahaan berikan pada ternak yaitu dengan difermentasi secara probiotik itu akan dapat memproses semua makanan di pencernaan menjadi terserap semua dan tidak ada protein yang terbuang didalam kotoran sehingga tidak bau dan tidak dikerubuti lalat.. Tentu saja sambutan masyarakat sekitar sangat optimis karena selain ekonomis yaitu murah juga sangat menguntungkan.. Setelah tahu manfaat mereka sangat antusias untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang Perusahaan sediakan.., e.. mereka juga e…, secara praktek juga.. e…, jadi tergantung dari niat di tiap peserta pelatihan itu sendiri.., jadi ada beberapa alumni-alumni Perusahaan yang berhasil mengembangkan dan telah menerapkan apa yang Perusahaan sampaikan disini.., dan sekarang menjadi petani dan peternak yang sangat mandiri.., bahkan menjadi pelopor di daerahnya.. Efek dari penyebaran informasi dan inovasi e.. yang Perusahaan dapatkan adalah pengunjung.., kelompok pengunjung yang telah berkunjung ke peternakan akan bercerita kepada temannya mengenai peternakan Perusahaan.., dan temannya akan mendatangi Perusahaan.., sehingga semakin banyak e.. petani dan peternak yang berkunjung ke peternakan Perusahaan.., bahkan anak TK dan SD yang ingin melakukan outbound atau anak kuliah yang ingin melakukan studi banding dan e.. personil dari dinas.., instansi Pemerintahan seperti Dinas pertanian dan peternakan yang ingin melakukan studi banding juga.. Penghargaan bisa lewat.., dalam bentuk.. Oh.., Bapak Soeharto pernah terpilih sebagai Best Enterpreneur South Asia Pacific 2002 yang diresmikan sendiri oleh Ibu Presiden Megawati Soekarno Putri dan mendapatkan penghargaan dibidang penyelamatan lingkungan lainnya.. Bentuk nyata dukungan sosial Perusahaan efeknya adalah e.., dengan mengalirnya e.. dari berbagai media yang ingin meliput Perusahaan, untuk media cetak maupun visual yaitu dari TransTv, lalu juga untuk skala media cetak Kompas dan yang baru saja terjadi hari ini dari Majalah Saudagar.., yaitu Majalah lokal dari Solo yang meliput mengenai kewirausahaan di Solo dan sekitarnya...
21. Rapat tertentu dilakukan oleh semua divisi di Peternakan ini jadi tidak sebatas dari divisi PR karena divisi-divisi yang ada sangat interrelated jadi satu dengan lainnya sangat membutuhkan satu sama lain.., dan kekompakan juga mutlak terjadi karena kita ini adalah satu team.., kalo ada.., bagaikan mesin.., itu kalo ada satu sekrup yang tidak berfungsi itu ada istilah Jawanya soak jadi tidak akan berfungsi dengan baik.., walaupun.., begitu juga dengan Perusahaan disini.., tidak peduli dengan fungsi dari personal itu.., begitu juga dengan fungsi personal itu.., kalo personal itu tidak bagus dalam melakukan pekerjaannya sudah tentu tidak akan efisien dalam kinerja Perusahaan.
22. Kesejahteraan sosial… kesejahteraan sosial e.. apa.., karyawan e… sudah dirasa cukup oleh Perusahaan karena satu karyawan dapat meminjam uang di koperasi yang beranggotakan karyawan itu sendiri.., karyawan juga mendapat THR.., e.., itu sudah mutlak.., mendapat juga hasil panen yang berlebih berupa beras dan kacang dari lahan Perusahaan.., juga e.. mendapat penghargaan apabila memang berkinerja baik dan loyalitas tinggi.., asuransi kesehatan.. udah belum ya.., aku ga inget.. Oh.., ada.. ho oh.., banyak karyawan yang e.. mendapat dukungan sarana dari Perusahaan yaitu berupa mobil untuk technical sales marketing dan motor untuk karyawan dibidang produksi.., e.., kendaraan tersebut disesuaikan dengan lamanya mereka bekerja dan kinerja mereka yang ada disini..
23. Ok.., hubungan antara e.. technical sales marketing yaitu petugas lapangan dalam menjual dan menyampaikan layanan dengan petugas PR sebagai PR daripada peternakan itu sangat berhubungan erat karena mereka saling membutuhkan satu sama lain.. Jadi, technical sales marketing membutuhkan tenaga PR yang bagus.. kinerja yang bagus karena peternakan PT. LHM ini sendiri merupakan prototype, contoh konkrit daripada keberhasilan sistem dan produk yang kami hasilkan.. Jadi dengan sistem yang bagus.. dan pelayanan yang bagus, penyampaian yang bagus.. akan mendukung penjualan Perusahaan yang ada berhubungan dengan omset tahunan Perusahaan.. technical sales marketing Sebagian mendapat info dari technical sales marketing.. jadi untuk membuktikan bahwa produk kami bagus.. kami mendorong orang-orang dari instansi peternakan sendiri untuk datang ke peternakan yang akan disambut oleh PR.. Jadi.., PR sendiri juga mengajak pengunjung untuk membeli produk yang dijual.., disamping technical sales sendiri juga sudah ada produk untuk dijual.., disamping.. dan itu tidak masalah apakah technical sales marketing yang menjual atau PR yang menjual.. Mengundang dan menyampaikan penyuluhan dan menjual.. Jadi, mengundang hanya sebatas menyokong dan men-support informasi dari yang telah disampaikan Direktur Perusahaan itu sendiri..
24. Ya, tapi tidak diharuskan.., bagi yang ingin berkeliling tanpa ditemani seorang PR boleh-boleh saja.., juga tidak perlu membayar…, kecuali bila ingin berenang.. Paket-paket kunjungan terlampir..
25. Fasilitas yang disediakan berupa beberapa kamar mandi atau toilet yang bersih, bila pengunjung membayar paket kunjungan maka mereka akan ditemani oleh seorang staf PR untuk berkeliling dengan juga diberikan penjelasan-penjelasan mengenai peternakan.
26. Penjelasan-penjelasan saat tour terlampir.
27. Ini juga terlampir.
28. Untuk memberikan pengetahuan kepada para pengunjung mengenai peternakan Perusahaan.
29. Karena anak-anak itu lebih talkative, diharapkan dengan perlakuan khusus kepada anak-anak maka mereka akan menceritakan mengenai peternakan kepada siapapun yang mereka kenal.
30. Program yang sudah dan sedang berjalan adalah warga disekitar peternakan yang mayoritas adalah petani bisa menjual hasil pertanian mereka kepada PT. LHM. Program lainnya bagi warga sekitar yang sudah berjalan juga adanya perekrutan warga sekitar menjadi karyawan PT. LHM. PT. LHM juga menyediakan program koperasi bagi para karyawan dan warga sekitar. Program yang akan diadakan untuk masyarakat umum adalah penambahan fasilitas agar masyarakat sekitar yang sedang berkunjung bisa merasa nyaman. Khusus fasilitas bagi para pengunjung yang membayar, PT. LHM sedang membangun laboratorium dimana anak-anak bisa berkreasi dalam laboratorium tersebut. Masih banyak program-program lainnya yang sedang direncanakan demi pelayanan PT. LHM terhadap para pengunjung dan masyarakat sekitar.
LAMPIRAN 4
Surat Pengantar Perusahaan :
Manakah produk kami yang paling Anda sukai?
Tampilkan postingan dengan label WC mampet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WC mampet. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Juni 2010
Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman, Oemi (2001). Dasar-Dasar Public Relation. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Bungin, Burhan (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rajawali Pers.
Cutlip, Scott M., Center, Allen H., and Broom, Glen M. (2007). Effective Public Relation edisi kesembilan. Prenada Media Group.
Effendy, Onong Uchjana (1993). Human Relation & Public Relation, Bandung. Remaja Rosdakarya.
---------------------------------- (2002). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. ROSDA.
---------------------------------- (2003). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung. PT. Citra Aditya Bakti.
Gladwell, Malcolm (2009). Tipping Point. PT. Gramedia, Jakarta.
Kriyantono, Rachmat (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Prenada Media Group.
Laermer, Richard, and Prichinello, Michael (2009). Full Frontal PR. PT. Buana Ilmu Populer.
Machfud, Inu (2006). Sistematika Perilaku Konsumen untuk Analisa Komunikasi dan Pemasaran. www.mediacorpradio.com
Moleong, J. Lexy (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. ROSDA.
Mulyana, Deddy (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT.Remaja Rosdakarya Bandung.
Rangkuti, Freddy (2009). Mengukur Efektivitas Program Promosi & Analisis Kasus Menggunakan SPSS. PT. Gramedia Pustaka Utama.
---------------------------------- (2009). Strategi Promosi yang Kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing Communication. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ruslan, Rosady (2008). Manajemen Public Relation & Media Komunikasi edisi revisi. PT. Rajagrafindo Persada.
Sugiyono (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulaksana, Uyung (2007). Integrated Marketing Communications. Pustaka Pelajar.
Waringin, Tung Desem (2008). Marketing Revolution. PT. Gramedia Pustaka Utama.
---------------------------------- (2006). Financial Revolution. PT. Gramedia Pustaka Utama.
www.bambangsukmawijaya.wordpress.com
www.islamkuno.wordpress.com
www.pakdesofa.wordpress.com
www.tanadisantoso.com
www.wikipedia.com
Abdurrahman, Oemi (2001). Dasar-Dasar Public Relation. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Bungin, Burhan (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rajawali Pers.
Cutlip, Scott M., Center, Allen H., and Broom, Glen M. (2007). Effective Public Relation edisi kesembilan. Prenada Media Group.
Effendy, Onong Uchjana (1993). Human Relation & Public Relation, Bandung. Remaja Rosdakarya.
---------------------------------- (2002). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. ROSDA.
---------------------------------- (2003). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, Bandung. PT. Citra Aditya Bakti.
Gladwell, Malcolm (2009). Tipping Point. PT. Gramedia, Jakarta.
Kriyantono, Rachmat (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Prenada Media Group.
Laermer, Richard, and Prichinello, Michael (2009). Full Frontal PR. PT. Buana Ilmu Populer.
Machfud, Inu (2006). Sistematika Perilaku Konsumen untuk Analisa Komunikasi dan Pemasaran. www.mediacorpradio.com
Moleong, J. Lexy (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. ROSDA.
Mulyana, Deddy (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT.Remaja Rosdakarya Bandung.
Rangkuti, Freddy (2009). Mengukur Efektivitas Program Promosi & Analisis Kasus Menggunakan SPSS. PT. Gramedia Pustaka Utama.
---------------------------------- (2009). Strategi Promosi yang Kreatif & Analisis Kasus Integrated Marketing Communication. PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ruslan, Rosady (2008). Manajemen Public Relation & Media Komunikasi edisi revisi. PT. Rajagrafindo Persada.
Sugiyono (2006). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulaksana, Uyung (2007). Integrated Marketing Communications. Pustaka Pelajar.
Waringin, Tung Desem (2008). Marketing Revolution. PT. Gramedia Pustaka Utama.
---------------------------------- (2006). Financial Revolution. PT. Gramedia Pustaka Utama.
www.bambangsukmawijaya.wordpress.com
www.islamkuno.wordpress.com
www.pakdesofa.wordpress.com
www.tanadisantoso.com
www.wikipedia.com
BAB VI Kesimpulan dan Saran
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan.
Dari semua yang telah peneliti uraikan pada bab-bab sebelumnya yang mengangkat sebuah permasalahan mengenai “Bagaimana aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus”, maka tibalah peneliti pada Bab mengenai kesimpulan dan saran ini. Adapun kesimpulan-kesimpulan yang peneliti dapatkan adalah:
1) Bentuk aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus adalah:
• Pemberian penjelasan-penjelasan oleh seorang staf PR yang diberikan kepada para pengunjung mengenai PT. LHM dan produk-produknya dari awal hingga akhir tour.
• Presentasi yang dilakukan seorang ahli terhadap audience mengenai PT. LHM dan produk-produknya.
• Pemberian pelatihan kepada para peminat bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
2) Aplikasi WOM sudah tepat bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus, bahkan menciptakan teknik-teknik memancing WOM dengan cara-cara sebagai berikut:
• Pengunjung LHM Researvch Station II diberikan begitu banyak informasi menggunakan sistem 2 (dua) arah dengan harapan bahwa sebagian dari informasi yang mereka dapatkan tersebut diceritakan kembali kepada orang lain.
• Di-ikutsertakannya produk Starbio Plus kedalam paket-paket sekolah.
• Memberikan brosur-brosur dengan harapan bahwa para pengunjung bisa menceritakan sedikit mengenai produk-produk PT. LHM kepada kerabat-kerabat ataupun teman-teman terdekatnya dengan bantuan brosur-brosur tersebut.
• Audience diberikan banyak informasi yang bersifat 2 (dua) arah dimana audience juga bisa mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan presentasi, dengan harapan mereka mampu menerima informasi yang disampaikan saat presentasi dan menyampaikannya ke orang lain.
• Pemberian produk-produk PT. LHM kepada para peserta pelatihan.
B. Saran.
Dari semua yang peneliti uraikan, maka peneliti sampaikan suatu saran untuk PT. LHM sesuai apa yang peneliti utarakan pada Bab V. Dalam kesempatan ini, peneliti hanya memiliki 1 (satu) saran saja, saran peneliti adalah:
Perbaiki sistem pemasaran menggunakan media internet. Ada 2 cara yang bisa dilakukan PT. LHM dalam memperbaiki pemasaran produk Starbio Plus di internet, yakni:
1) Mempekerjakan seseorang yang khusus mengiklankan produk Starbio Plus menggunakan media internet dengan keywords yang banyak dicari orang seperti: “masalah WC”, “WC mampet”, “WC penuh”, “menangani WC”, “mengatasi WC”, dan semacamnya karena diantara keywords tersebut hanya keywords “WC penuh” saja yang menempatkan Starbio Plus di peringkat pertama.
2) Memperbaiki tampilan pada situs www.lembahhijau.com. Hal ini diperlukan karena peneliti menilai bahwa saat ini (5 Februari 2010) tampilan dari situs tersebut tidak simetris, sehingga tidak nyaman dilihat dan agak membingungkan. Dengan perbaikan dalam hal ini, maka dapat dipastikan bahwa makin banyak orang yang bisa mengenal lebih dekat PT. LHM dan produk-produknya.
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan.
Dari semua yang telah peneliti uraikan pada bab-bab sebelumnya yang mengangkat sebuah permasalahan mengenai “Bagaimana aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus”, maka tibalah peneliti pada Bab mengenai kesimpulan dan saran ini. Adapun kesimpulan-kesimpulan yang peneliti dapatkan adalah:
1) Bentuk aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus adalah:
• Pemberian penjelasan-penjelasan oleh seorang staf PR yang diberikan kepada para pengunjung mengenai PT. LHM dan produk-produknya dari awal hingga akhir tour.
• Presentasi yang dilakukan seorang ahli terhadap audience mengenai PT. LHM dan produk-produknya.
• Pemberian pelatihan kepada para peminat bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
2) Aplikasi WOM sudah tepat bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus, bahkan menciptakan teknik-teknik memancing WOM dengan cara-cara sebagai berikut:
• Pengunjung LHM Researvch Station II diberikan begitu banyak informasi menggunakan sistem 2 (dua) arah dengan harapan bahwa sebagian dari informasi yang mereka dapatkan tersebut diceritakan kembali kepada orang lain.
• Di-ikutsertakannya produk Starbio Plus kedalam paket-paket sekolah.
• Memberikan brosur-brosur dengan harapan bahwa para pengunjung bisa menceritakan sedikit mengenai produk-produk PT. LHM kepada kerabat-kerabat ataupun teman-teman terdekatnya dengan bantuan brosur-brosur tersebut.
• Audience diberikan banyak informasi yang bersifat 2 (dua) arah dimana audience juga bisa mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan presentasi, dengan harapan mereka mampu menerima informasi yang disampaikan saat presentasi dan menyampaikannya ke orang lain.
• Pemberian produk-produk PT. LHM kepada para peserta pelatihan.
B. Saran.
Dari semua yang peneliti uraikan, maka peneliti sampaikan suatu saran untuk PT. LHM sesuai apa yang peneliti utarakan pada Bab V. Dalam kesempatan ini, peneliti hanya memiliki 1 (satu) saran saja, saran peneliti adalah:
Perbaiki sistem pemasaran menggunakan media internet. Ada 2 cara yang bisa dilakukan PT. LHM dalam memperbaiki pemasaran produk Starbio Plus di internet, yakni:
1) Mempekerjakan seseorang yang khusus mengiklankan produk Starbio Plus menggunakan media internet dengan keywords yang banyak dicari orang seperti: “masalah WC”, “WC mampet”, “WC penuh”, “menangani WC”, “mengatasi WC”, dan semacamnya karena diantara keywords tersebut hanya keywords “WC penuh” saja yang menempatkan Starbio Plus di peringkat pertama.
2) Memperbaiki tampilan pada situs www.lembahhijau.com. Hal ini diperlukan karena peneliti menilai bahwa saat ini (5 Februari 2010) tampilan dari situs tersebut tidak simetris, sehingga tidak nyaman dilihat dan agak membingungkan. Dengan perbaikan dalam hal ini, maka dapat dipastikan bahwa makin banyak orang yang bisa mengenal lebih dekat PT. LHM dan produk-produknya.
BAB V Hasil dan Pembahasan
BAB V
HASIL, PEMBAHASAN, DAN ANALISIS DATA
Bab ini menjelaskan dan membahas secara detail hasil pengumpulan data yang telah diperoleh peneliti selama melakukan penelitian. Peneliti mencoba mengaitkan seluruh temuan peneliti terhadap teknik WOM yang digunakan PT. LHM sebagai bentuk komunikasi pemasaran dalam publikasi produk Starbio Plus.
Dari keseluruhan temuan peneliti, maka yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah:
“Bagaimana aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus?”
Dari seluruh produk PT. LHM, dapat dipastikan kesemuanya dipromosikan menggunakan teknik WOM. Demi kesesuaian pada judul maka pada skripsi ini hanya dibahas 1 (satu) jenis produk saja, yakni Starbio Plus.
Seperti halnya produk lainnya, Starbio Plus dipromosikan menggunakan presentasi yang dilakukan PT. LHM terhadap instansi-instansi lain, baik itu yang berada didalam Pemerintahan maupun diluar Pemerintahan. Ternyata, tak hanya itu saja, peneliti menemukan bahwa ada cara lain selain presentasi dalam mempromosikan Starbio Plus. Cara itu adalah: memancing terciptanya WOM.
A. Hasil Penelitian.
Dari penelitian yang telah dilakukan, ada hal-hal penting yang peneliti temukan. Hasil-hasil dari penelitian tersebut adalah: pengutamaan publikasi pada produk Starbio Plus, cara-cara mempublikasikan Starbio Plus, cara-cara mempresentasikan Starbio Plus, dan teknik memancing WOM.
1. Pengutamaan publikasi pada Starbio Plus.
Bila produk-produk PT. LHM selain Starbio Plus dipromosikan ke instansi-instansi yang bergerak dibidang peternakan, perikanan, dan pertanian, Starbio Plus dapat dipromosikan ke khalayak umum. Presentasi-presentasi biasanya dilakukan dengan menyewa sebuah ruangan serbaguna suatu hotel dengan mengundang para audience menggunakan biaya sendiri. Starbio Plus dapat dipromosikan saat dilakukannya presentasi mengenai produk-produk yang berkaitan dengan peternakan, perikanan, dan pertanian, namun produk-produk lain tidak bisa sebaliknya karena memang khusus peternakan, perikanan, dan pertanian.
2. Cara-cara Mempublikasikan Starbio Plus.
Ada beberapa cara yang dilakukan PT. LHM dalam mempublikasikan produk Starbio Plus. Cara-cara dalam mempublikasikan produk ini benar-benar tanpa menggunakan media massa. Yang menjadi pertimbangan mengenai hal ini adalah dengan memperhitungkan efektivitas dan efisiensi. Berdasarkan pertimbangan dalam hal efisiensi dan efektivitas tersebut, maka beberapa cara yang dilakukan PT. LHM dalam mempublikasikan produk-produk adalah:
a) Tour LHM.
PT. LHM membuka untuk umum LHM Research Station II dengan tujuan agar banyak orang berkunjung untuk mengenal lebih dekat PT. LHM. Layaknya tempat wisata lainnya, LHM Research Station II juga menarik bayaran kepada para pengunjung yang datang. Bedanya adalah, di LHM Research Station II pengunjung tidak diharuskan membayar seperti diadakannya tiket masuk pada tempat wisata lainnya. Tempat wisata yang memiliki luas 6 hektar ini hanya menarik bayaran kepada mereka yang ingin didampingi oleh seorang staf PR sebagai tour guide.
Biayanya cukup murah, untuk masuk kedalam dengan dipandu seorang staf PR, seorang pengunjung hanya butuh menyediakan uang kisaran Rp.7.500,- sampai dengan Rp.22.500,- (yang membedakan adalah makanan yang didapat pengunjung dari paket-paket yang disediakan). Biaya tersebut sangat murah dibandingkan dengan apa yang didapat yakni perjalanan keliling lokasi dengan mendengarkan penjelasan-penjelasan oleh tour guide selama 2 (dua) jam.
Pengunjung diberikan penjelasan tentang bagaimana PT. LHM melakukan perawatan terhadap hewan-hewan ternak, bagusnya kualitas ikan patin yang diberi makan dengan lumut azola piñata, bagusnya kualitas daging sapi yang memakan konsentrat yang dicampur dengan Starbio ternak, bagaimana menciptakan pupuk cair dengan memanfaatkan urin sapi yang dicampur dengan Stardec dan air secukupnya, dijelaskan pula bagusnya merawat tanaman dengan menggunakan Green Valley Fine Compost, juga dijelaskan bagaimana proses pembuatan pupuk kompos dengan jenis Black Gold dan Green Valley Fine Compost. Tak hanya itu saja, pengunjung juga dijelaskan mengenai produk-produk yang dihasilkan divisi agensia hayati untuk memusnahkan hama tanaman.
Di lokasi seluas 6 hektar tersebut juga tersedia sebuah kolam renang untuk anak-anak agar anak-anak senang kembali lagi untuk berkunjung (saat penelitian dilakukan, kolam renang untuk dewasa sedang dibuat). Saat tour di LHM Research Station II, ada sesi khusus dimana para pengunjung diajak ke suatu ruang serbaguna, di ruang serbaguna tersebut diputar video mengenai PT. LHM. Pemutaran video bertujuan agar para pengunjung mengenal PT. LHM dan produk-produknya secara lebih dekat. Video dimulai dengan menceritakan sejarah mengenai PT. LHM, bagaimana pendiri PT. LHM memulai usaha awalnya hingga bisa sukses seperti sekarang. Setelah itu, didalam video tersebut juga terdapat mengenai seluruh produk-produk PT. LHM, dari kualitasnya, penggunaannya, dan pemasarannya. Didalamnya juga terdapat bagaimana para peserta training dilatih agar sukses menjadi seorang petani, peternak, dan wira usaha yang bergerak dibidang pertanian dan peternakan (biasanya peserta pelatihan adalah orang-orang yang bergerak dibidang peternakan, perikanan, dan pertanian).
b) Pembagian brosur kepada pengunjung.
Adapula publikasi yang dilakukan dengan pemberian brosur-brosur kepada pengunjung yang datang ke LHM Research Station II. Walaupun disertai dengan brosur-brosur mengenai produk-produk lainnya, namun pihak PT. LHM tetap optimis bahwa nama Starbio Plus menjadi pertimbangan tersendiri bagi orang-orang yang membaca brosur mengenai Starbio Plus yang dibagikan saat tour.
c) Presentasi.
Selain itu, hal yang paling penting dalam mempublikasikan Starbio Plus adalah dengan melakukan presentasi-presentasi terhadap orang-orang yang berpengaruh didalam segala hal. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa mereka yang telah menghadiri presentasi mau membeli Starbio Plus dan setelah mereka mengalami sendiri keampuhan Starbio Plus dalam menangani masalah WC penuh, maka diharapkan mereka menceritakannya kepada bawahan-bawahan mereka ataupun orang-orang terdekat mereka. Uniknya, presentasi mengenai produk Starbio Plus ini sangat jarang disertai dengan presentasi mengenai produk-produk lainnya. Sedangkan Starbio Plus seringkali di-ikut sertakan bila presentasi mengenai produk-produk lain yang berkaitan dengan peternakan, perikanan, dan pertanian dilakukan. Hal ini disebabkan karena Starbio Plus adalah produk yang bisa dipakai oleh siapapun dari kalangan apapun.
d) Mengadakan training/pelatihan.
PT. LHM juga menyediakan pelatihan/training bagi mereka yang ingin sukses untuk menjadi petani atau peternak ataupun wira usaha yang bergerak dibidang peternakan dan pertanian. Disaat pelatihan itu, diajarkan cara-cara merawat hewan-hewan ternak dan tanaman dengan menggunakan produk-produk dari PT. LHM. Hal ini dilakukan dengan harapan agar mereka menjadi pelanggan dari PT. LHM. Semua jenis produk dari PT. LHM dibagikan kepada peserta pelatihan setelah selesai mengikuti pelatihan.
3. Cara Mempresentasikan Starbio Plus.
Ada banyak hal yang dipresentasikan saat mempromosikan Starbio Plus. Hal-hal tersebut adalah:
a) Informasi Umum Starbio Plus.
Starbio Plus merupakan produk terbaru teknologi canggih yang membantu kita mengatasi masalah septic tank/saluran limbah dengan cara baru. Starbio Plus membantu Bapak/Ibu mengatasi masalah septic-tank/saluran limbah/saluran wastafel atau cuci piring tersumbat atau penuh. Merupakan produk bioteknologi pelopor yang kini banyak ditiru dengan merk-merk lain. Starbio Plus merupakan mikroba/bakteri yang berfungsi menguraikan limbah menjadi bahan asal alami yang tidak berbau. Dalam septic-tank, Starbio Plus bekerja memangsa endapan isi septic-tank yang sudah menahun dan menguraikannya menjadi bahan alami, kembali ke tanah, tanpa bau, beracun, dan ramah lingkungan.
b) Kelebihan-kelebihan Starbio Plus.
• Produk Pelopor.
Starbio Plus merupakan produk yang pertama kali di Indonesia (mungkin juga di dunia) yang mampu menangani/mengatasi masalah WC tanpa harus sedot WC. Silahkan cek ke Departemen Pertanian.
• Praktis.
Dengan Starbio Plus, pengosongan septic-tank/mengatasi saluran limbah tersumbat dapat dilakukan sendiri, tanpa bantuan orang lain, tanpa memanggil tenaga servis untuk sedot/bongkar septic-tank/saluran limbah. Hemat tenaga.
• Aman.
Starbio Plus merupakan kumpulan mikroba/bakteri pengurai, bukan bahan kimia/asam. Dengan demikian, Starbio Plus aman bagi lingkungan, tidak meracuni lingkungan dan aman bagi kulit.
• Ekonomis.
Harga 1 (satu) kemasan (1kg) Starbio Plus hanya Rp 60.000,-. Dibandingkan metoda-metoda lain pengosongan septic-tank, jelas lebih terjangkau, saat ini biaya sedot WC menggunakan mobil sedot WC adalah sebesar Rp.700.000,-. Apalagi bila kita memperhitungkan waktu untuk mengawasi proses sedot, bau yang ditimbulkan sepanjang selang penyedotan, waktu dan biaya bongkar saluran, tenaga yang dihabiskan untuk bongkar saluran, kebisingan mesin penyedot, gangguan bagi tetangga, dan sebagainya.
• Memiliki Perijinan.
* Ijin Usaha No : 9-2/ PMI/ 11.21/ 85.
* Ijin Produksi No : 60/ Kandep.12/ 2/ VII/ 91.
* Ijin Edar/ Sertifikat No : 893.3/ 258C.
• Produk asli Indonesia (berasal dari PT.Lembah Hijau Multifarm, Solo).
Ini merupakan kebanggaan tersendiri dimana Indonesia kini mempunyai suatu produk yang sangat bermanfaat, khususnya bagi perumahan dan umumnya bagi pelestarian lingkungan dunia. Dengan kemunculan produk ini, sudah banyak bukti bahwa Starbio Plus memang ramah lingkungan sehingga produk-produk kimiawi dan berbahaya bagi lingkungan seperti karbol dan lysol dapat ditinggalkan.
• Dijaga oleh Quality Control.
PT. LHM sangat memperhatikan kualitas produk-produknya. Seperti halnya Perusahaan lainnya, PT. LHM tentu tidak ingin kehilangan pelanggan.
• Teruji kualitasnya.
Tidak sedikit orang yang telah membeli Starbio Plus kemudian mencoba produk-produk lain yang sejenis dengan Starbio Plus namun kembali menggunakan Starbio Plus lagi. Memang, meskipun kebanyakan orang cari barang murah namun kualitaslah yang akan dilihat pada akhirnya.
Dengan adanya 8 keunggulan dari Starbio Plus tersebut, tidak heran bahwa Starbio Plus tetap menjadi pilihan tersendiri.
c) Cara Pemakaian:
1. Untuk WC/Septic-Tank.
Langsung tuang Starbio Plus ke kloset Anda, usahakan pada saat WC tidak terpakai (dari pukul 20.00 s/ d pukul 04.00), ini bertujuan agar penggunaannya lebih optimal.
Setelah campuran dituangkan, jangan memakai kloset semalaman. Besok paginya, kloset sudah dapat dipakai seperti biasa.
Atau, siapkan ember berisi air, lalu larutkan Starbio Plus kedalam ember tersebut. Diamkan selama 12 jam. Bila sudah, langsung tuang ke kloset dan kloset bisa langsung di-flush. Cara ini dapat memberikan hasil yang lebih optimal. Cara ini pula yang lebih sering dipakai oleh para pengguna Starbio Plus.
2. Untuk saluran cuci piring/got.
Siapkan gayung/ember kecil. Masukkan Starbio Plus sejumlah ½ isi gayung. Tuangkan 5 sendok makan Starbio Plus, kemudian aduk secukupnya dan diamkan 15 menit. lalu tuangkan ke lubang saluran cuci piring. Dianjurkan dilakukan malam hari saat bak cucian piring tidak digunakan.
3. Untuk menghilangkan bau pada bak sampah.
Siapkan gayung/ember kecil. Masukkan Starbio Plus sejumlah ½ isi gayung. Tuangkan 5 sendok makan Starbio Plus, kemudian aduk secukupnya dan diamkan 15 menit, lalu semprot merata ke tempat sampah. Lakukan seminggu sekali.
d) Peringatan:
Setelah menggunakan Starbio Plus, jangan menuangkan karbol, lysol, soda api, ataupun bahan pewangi ke dalam kloset. Bahan-bahan tersebut dapat mengganggu kerja bakteri pengurai/Starbio Plus.
DILARANG MEMBUANG PEMBALUT WANITA DAN ROKOK karena ini dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan dalam septic-tank Anda ! ! !
Selamat menikmati kerja Starbio Plus.
e) Harga:
- Hanya Rp.60.000,-/kg untuk 1 septic-tank ukuran 1-2m3 + Ongkos kirim (Rp.10.000,-/kg untuk daerah DKI Jakarta).
- Hanya Rp.6.500,-/100gr untuk saluran wastafel + Ongkos kirim.
- Harga pasaran Starbio Plus berbeda-beda sesuai dengan lokasi penjualan. Harga yang telah disebutkan diatas merupakan harga yang berlaku untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya.
f) Penutup Presentasi.
Hanya dalam 10 hari, Anda bisa terbebas dari sedot WC selama"nya" dan hanya dalam 2 hari segala macam bau tidak sedap yang ada pada kamar mandi Anda menjadi hilang.
4. Teknik memancing WOM.
Teknik memancing WOM adalah suatu cara yang digunakan untuk memicu terjadinya WOM. Ini adalah suatu teknik yang peneliti namakan sendiri berhubung belum ada datanya yang peneliti temukan baik itu dari buku-buku ataupun mesin pencari di internet. Meskipun PT. LHM belum menamakan teknik yang digunakan dalam mempublikasikan produk Starbio Plus ini, tapi peneliti yakin bahwa pihak PT. LHM sudah memperkirakan efek dari teknik ini, yakni terciptanya WOM. Teknik ini dijelaskan lebih gamblang lagi pada bagian Pembahasan.
B. Pembahasan.
Poin B ini membahas segala hasil yang telah peneliti peroleh. Dalam poin ini pulalah peneliti menjawab jawaban mengenai:
Bagaimanakah aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan Starbio Plus?
Ada beberapa cara mengaplikasikan WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan Starbio Plus. Cara-cara mengaplikasikan WOM dilakukan disaat PT. LHM melakukan publikasi yang telah peneliti sebutkan sebelumnya pada poin A. Sesuai pernyataan peneliti pada poin A, maka peneliti juga membahas mengenai teknik memancing WOM di bagian ini. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Tour LHM.
Seperti yang telah dijelaskan pada poin A, tour guide mengajak berkeliling dan memberikan penjelasan-penjelasan kepada para pengunjung. Penyampaian informasi menggunakan sistem 2 (dua) arah yang membolehkan para pengunjung untuk bertanya sebanyak-banyaknya selama itu berkaitan dengan penjelasan dari tour guide yang membimbing mereka saat berkeliling LHM Research Station II. Tour guide juga memutarkan sebuah video mengenai PT. LHM. Pemutaran video ini diharapkan mampu menciptakan ketertarikan lebih dalam bagi para pengunjung kepada PT. LHM. Tour guide menyampaikan informasi mengenai PT. LHM, ditambah lagi informasi-informasi yang diberikan melalui pemutaran video dengan tour guide yang memberikan penjelasan tambahan dari narasi pada video tersebut, dan inilah bentuk pertama aplikasi WOM yang peneliti temukan, yakni penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh seorang staf PR kepada para pengunjung dari awal hingga akhir tour. Dengan adanya pemutaran video ini, maka pengunjung memiliki bahan yang diceritakan kepada orang-orang yang terdekat dengan mereka. Dengan informasi-informasi yang telah pengunjung dapatkan, tidak susah bagi mereka untuk menceritakannya kepada orang lain, ini merupakan teknik memancing WOM, yakni pengunjung diberikan begitu banyak informasi dengan harapan bahwa sebagian dari informasi yang mereka dapatkan tersebut diceritakan kembali kepada orang lain.
Lalu, penjelasan berikutnya mengenai tour LHM adalah dibedakannya tour LHM menjadi 2 (dua) berdasarkan paket kunjungan yang disediakan PT. LHM, yakni paket kunjungan regular dan paket kunjungan sekolah. Paket kunjungan biasa diperuntukkan untuk pengunjung secara umum, sedangkan paket sekolah adalah paket yang disediakan bagi para penuntut ilmu, biasanya yang mengambil paket ini adalah dari Sekolah-sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Adapun yang didapat dari paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:
PAKET KUNJUNGAN REGULAR
Paket 1: Rp.7.500,-
- Snack.
- Minum (air mineral).
- Service.
Paket 2: Rp.11.000,-
- Bakso ikan patin.
- Minum (frestea).
- Service.
Paket 3: Rp.17.500,-
- Makan siang (nasi dus patin).
- Minum (air mineral).
- Service.
Paket komplit: Rp.22.500,-
- Snack.
- Makan siang (nasi dus patin).
- Minum (air mineral).
- Service.
PAKET SEKOLAH
Paket 1: Rp.10.500,-
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 2: Rp.13.500,-
- Popcorn.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 3: Rp.13.500,-
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Sayur organik.
- Service.
Paket 4: Rp.16.500,-
- Bakso ikan patin.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 5: Rp.18.500,-
- Bakso ikan patin.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Renang.
- Service.
Diantara paket kunjungan regular dengan paket sekolah ada sebuah perbedaan, yakni paket kunjungan regular tidak mendapatkan New Starbio Plus seperti paket sekolah. Ini juga termasuk teknik memancing WOM, yakni di-ikutsertakannya produk New Starbio Plus kedalam paket-paket sekolah, karena pengunjung yang mengambil paket sekolah pasti menggunakan produk yang telah menjadi bagian paket tersebut. Disini peneliti melihat kecerdikan dari PT. LHM, yakni pengunjung seolah-olah mendapatkan produk tersebut secara gratis, padahal PT. LHM tidak memberinya secara cuma-cuma, melainkan “memaksa” para pengunjung untuk membeli produk tersebut secara halus. Dengan menggunakan produk yang diberikan, pasti ada saja yang merasa puas lalu menceritakannya ke orang terdekat dengannya. Peneliti mengamati bahwa produk tersebut hanya disisipkan pada paket sekolah karena biasanya yang mengambil paket sekolah ini adalah orang-orang yang antusias dengan PT. LHM, sehingga peluang terciptanya WOM untuk produk jenis Starbio Plus lebih besar. Sedangkan, paket kunjungan regular biasanya diambil oleh sekelompok keluarga yang hanya ingin bertamasya, walaupun biasanya akhirnya mereka membeli beberapa produk juga dari show-room.
2. Pembagian brosur kepada pengunjung.
Cara publikasi ini dilakukan dengan tujuan agar pengunjung yang telah berkunjung mampu menceritakan produk-produk PT. LHM dengan lebih mudah karena penjelasan-penjelasan yang diperlukan sudah tersedia pada brosur-brosur yang dibagikan. Ini juga salah satu teknik memancing WOM yang digunakan PT. LHM, yakni memberikan brosur-brosur dengan harapan bahwa para pengunjung bisa menceritakan sedikit mengenai produk-produk PT. LHM kepada kerabat-kerabat ataupun teman-teman terdekatnya dengan bantuan brosur-brosur tersebut.
Berdasarkan pengamatan peneliti, brosur-brosur yang dibuat oleh PT. LHM hanya dibagikan kepada para pengunjung yang mengambil paket saja. Hal ini untuk meminimalisir terbuangnya brosur-brosur tersebut secara sia-sia. Brosur-brosur yang dibagikan tersebut juga ditargetkan agar dibawa para pengunjung hingga tiba ke rumah masing-masing pengunjung dengan tujuan agar andaipun si pembawa brosur tidak membacanya dan hanya meletakkannya sembarangan, ada orang lain yang membacanya dan bertanya-tanya kepada si pembawa brosur. Pengunjung yang mengambil paket memiliki antusias lebih tinggi dibandingkan pengunjung yang sekedar datang melihat-lihat tanpa mengambil paket yang disediakan PT. LHM, dari sinilah dimiliki keyakinan bahwa brosur-brosur yang diberikan kepada mereka yang mengambil paket memiliki peluang yang lebih besar untuk tiba di rumah pengunjung tersebut. Selain itu, pertimbangan lain adalah karena adanya kemungkinan besar terjadinya WOM terutama bagi yang mengambil paket sekolah. Hal itu dikarenakan orang-orang yang berkunjung dengan mengambil paket yang disediakan memiliki kemauan yang lebih tinggi untuk menceritakan kembali pengalaman mereka di LHM Research Station II kepada kerabat-kerabat mereka. Andaipun mereka enggan bercerita, brosur-brosur tersebut bertujuan untuk memudahkan si pengunjung memberi penjelasan kepada orang lain mengenai PT. LHM, meskipun hanya menambahkan sedikit penjelasan dari informasi yang tersedia pada brosur-brosur. Pada publikasi jenis ini tidak terjadi aplikasi WOM, tetapi ada teknik memancing WOM didalamnya.
3. Presentasi.
Seperti yang telah peneliti paparkan, presentasi dilakukan kepada orang-orang yang berpengaruh. Saat penelitian ini dilakukan, peneliti pernah mendapati sekelompok orang dari Departemen Pertanian dan dilakukan presentasi kepada mereka. Presentasi dibedakan menjadi 2 (dua), yakni presentasi keseluruhan dan presentasi khusus Starbio Plus. Presentasi keseluruhan adalah presentasi mengenai PT. LHM, produk-produknya, serta serba-serbinya. Biasanya presentasi keseluruhan digelar pada ruang rapat pada LHM Research Station II, sedangkan presentasi khusus Starbio Plus biasanya menyewa suatu ruang serba guna menggunakan biaya sendiri di lokasi-lokasi yang cukup menjanjikan. Bentuk aplikasi WOM dalam publikasi ini adalah penyampaian pesan seorang ahli (biasanya dilakukan pendiri PT. LHM langsung atau Direktur Pemasaran atau Kepala PR) kepada audience. Orang biasanya lebih mudah menerima penjelasan seorang ahli daripada orang yang tidak jelas asal-usulnya (hallo effect). Dengan gelar sebagai Profesor dan seorang guru besar di Universitas Negeri Surakarta (UNS) tentunya membuat orang mudah untuk menerima penjelasan dari seorang pendiri PT. LHM. Ini juga merupakan bentuk teknik memancing WOM, yakni audience diberikan banyak informasi yang bersifat 2 (dua) arah dimana audience juga bisa mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan presentasi, dengan harapan mereka mampu menerima informasi yang disampaikan saat presentasi dan menyampaikannya ke orang lain.
4. Mengadakan training/pelatihan.
Pelatihan dikenakan tarif sebesar Rp.1.500.000,-/orang untuk pelatihan selama 3 (tiga) hari. Peserta pelatihan dibebaskan untuk memilih apakah hendak menginap di asrama yang disediakan atau pulang dulu jika waktu istirahat. Program training diadakan dengan tujuan untuk membina mereka yang ingin menjadi wira usaha dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Pelatihan biasanya ditangani oleh pendiri PT. LHM secara langsung ataupun pengganti Beliau yang sudah ahli dalam hal ini. Bentuk aplikasi WOM disini adalah berupa pelatihan yang diadakan PT, LHM. Setelah pelatihan, biasanya para peserta justru menjadi pelanggan setia PT. LHM karena produk-produk yang dibagikan kepada mereka setelah pelatihan digunakan dan memberikan hasil yang sangat signifikan. Oleh karena itu, teknik memancing WOM yang dilakukan disini adalah pemberian produk-produk PT. LHM kepada para peserta pelatihan. Banyak dari mereka yang puas kemudian mereferensikan produk-produk PT. LHM kepada rekan-rekan mereka yang bergerak dibidang yang sama, dan khusus untuk produk Starbio Plus mereka biasanya dengan senang hati menceritakannya ke orang-orang dengan berbagai latar belakang.
C. Analisis Data.
Poin C ini peneliti melanjutkan pembahasan. Dalam poin ini pulalah peneliti menjawab jawaban mengenai:
Apakah aplikasi WOM sudah tepat bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus?
Berdasarkan wawancara antara peneliti dengan Direktur Pemasaran PT. LHM yaitu Ibu Novia Hartika. Beliau menyampaikan berbagai hal mengenai aplikasi WOM pada PT. LHM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus. Beliau menyatakan secara tegas bahwa sistem pemasaran dengan beriklan dengan menggunakan media massa adalah tidak efektif. Dikatakan pula bahwa selain Perusahaan harus membayar mahal untuk space yang kecil, target-market yang kebanyakan adalah peternak dan petani belum banyak yang terbiasa dengan acara televisi. Beliau berpendapat bahwa masyarakat Indonesia lebih untuk mendengar keberhasilan suatu produk dari orang-orang yang mereka kenal dibandingkan dengan iklan-iklan yang dipasang Perusahaan pada media tertentu. Bahkan, pendapatnya ditegaskan lagi dengan berkata bahwa masyarakat Indonesia biasanya lebih percaya pada teman sendiri, juga karena sudah ada yang memakai, dan sudah ada contohnya. Diterangkan pula bahwa dari sistem pemasaran yang dijalankan menggunakan aplikasi WOM inilah Perusahaan sudah mendapatkan repeated-order, bahkan mendapatkan pelanggan-pelanggan baru hingga mancanegara. Jadi, jawaban Beliau berdasarkan wawancara tersebut adalah: aplikasi WOM bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus sudah tepat!
Untuk mendukung pernyataan Beliau, peneliti juga menyatakan bahwa memang kabar mengenai Starbio Plus sudah sangat terkenal dalam mengatasi WC penuh. Ini berdasarkan temuan peneliti yang juga memasarkan produk ini dimana kebanyakan pembeli merupakan orang yang mendengar kebesaran nama Starbio Plus namun bingung mencari produk tersebut. Kebanyakan dari merekapun mencari di internet menggunakan mesin pencari google dengan keywords “Starbio Plus”. Dulu blog yang peneliti buat dengan keywords tersebut menempati peringkat pertama pada google, namun dikarenakan suatu hal maka peringkat blog peneliti dengan keywords tersebut turun menjadi peringkat ke-2 (dua):
Ada pula yang mencari pada google dengan keywords “jual Starbio Plus” dan menemukan blog milik peneliti menempati peringkat pertama, lalu tanpa ragu menghubungi peneliti dan akhirnya membeli. Biasanya pembeli sudah mengetahui tentang Starbio Plus, maka itu biasanya mereka langsung membeli tanpa banyak bertanya, tetapi ada juga yang baru sedikit mendengar tentang produk ini. Ini buktinya:
Peneliti juga berani memberikan bukti terjadinya WOM dari sistem komunikasi pemasaran yang diterapkan PT. LHM, yakni adanya seorang pengguna produk Starbio Plus yang merasa puas dan menceritakannya pada website miliknya. Bahkan, berkat seorang pengguna yang puas, nama Starbio Plus kini bukan lagi menjadi “brand awareness”, namun sudah menjadi “top of mind” dalam hal pencarian keywords “WC penuh” dengan menggunakan mesin pencari google di internet. Nama pengguna tersebut adalah Bapak Sumardiono, Beliau menjelaskan betapa Beliau merasa puas menggunakan produk Starbio Plus dalam menangani masalah WC penuh, dan menyebutkan bahwa Beliau membelinya dari seseorang bernama Bapak Sudarmono, yang merupakan ayah kandung dari peneliti. Kini, orang-orang yang mencari informasi pada www.google.co.id dapat menemukan tulisan Bapak Sumardiono tersebut di peringkat pertama dan blog milik peneliti di peringkat ketiga dengan menggunakan keywords “WC penuh”, dan inilah buktinya:
Tidak hanya itu saja, semakin banyak orang menanyakan apakah produk Starbio Plus bisa dicari di toko-toko disekitar tempat tinggal mereka. Bahkan, seorang teman peneliti bernama Nurhasan yang sedang mencari produk inipun langsung membeli tanpa ragu kepada peneliti karena selama ini kebingungan mencari produk ini, dia sungguh terkejut begitu mengetahui peneliti menjual produk ini. Dengan tersebarnya WOM mengenai kehebatan suatu produk, pasti ada saja orang yang mencoba mencari peluang usaha. Hal ini dilakukan oleh Bapak Helmi yang berulangkali memborong produk Starbio Plus dari peneliti untuk dijual lagi di tempat tinggalnya di Pontianak. Produk ini juga menempati peringkat pertama di google dengan keywords “menangani WC”:
Menyikapi jawaban Direktur Pemasaran PT. LHM dan berdasarkan argumen-argumen yang peneliti ungkapkan, maka peneliti juga sependapat dengan Direktur Pemasaran mengenai tepatnya aplikasi WOM bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus. Tetapi, ada 1 (satu) hal yang peneliti anggap sangat penting dilakukan dalam meningkatkan pemasaran produk ini, yang peneliti sebutkan pada Bab berikutnya sebagai saran agar Bab ini tidak menyimpang dari segi isi.
HASIL, PEMBAHASAN, DAN ANALISIS DATA
Bab ini menjelaskan dan membahas secara detail hasil pengumpulan data yang telah diperoleh peneliti selama melakukan penelitian. Peneliti mencoba mengaitkan seluruh temuan peneliti terhadap teknik WOM yang digunakan PT. LHM sebagai bentuk komunikasi pemasaran dalam publikasi produk Starbio Plus.
Dari keseluruhan temuan peneliti, maka yang peneliti angkat dalam penelitian ini adalah:
“Bagaimana aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus?”
Dari seluruh produk PT. LHM, dapat dipastikan kesemuanya dipromosikan menggunakan teknik WOM. Demi kesesuaian pada judul maka pada skripsi ini hanya dibahas 1 (satu) jenis produk saja, yakni Starbio Plus.
Seperti halnya produk lainnya, Starbio Plus dipromosikan menggunakan presentasi yang dilakukan PT. LHM terhadap instansi-instansi lain, baik itu yang berada didalam Pemerintahan maupun diluar Pemerintahan. Ternyata, tak hanya itu saja, peneliti menemukan bahwa ada cara lain selain presentasi dalam mempromosikan Starbio Plus. Cara itu adalah: memancing terciptanya WOM.
A. Hasil Penelitian.
Dari penelitian yang telah dilakukan, ada hal-hal penting yang peneliti temukan. Hasil-hasil dari penelitian tersebut adalah: pengutamaan publikasi pada produk Starbio Plus, cara-cara mempublikasikan Starbio Plus, cara-cara mempresentasikan Starbio Plus, dan teknik memancing WOM.
1. Pengutamaan publikasi pada Starbio Plus.
Bila produk-produk PT. LHM selain Starbio Plus dipromosikan ke instansi-instansi yang bergerak dibidang peternakan, perikanan, dan pertanian, Starbio Plus dapat dipromosikan ke khalayak umum. Presentasi-presentasi biasanya dilakukan dengan menyewa sebuah ruangan serbaguna suatu hotel dengan mengundang para audience menggunakan biaya sendiri. Starbio Plus dapat dipromosikan saat dilakukannya presentasi mengenai produk-produk yang berkaitan dengan peternakan, perikanan, dan pertanian, namun produk-produk lain tidak bisa sebaliknya karena memang khusus peternakan, perikanan, dan pertanian.
2. Cara-cara Mempublikasikan Starbio Plus.
Ada beberapa cara yang dilakukan PT. LHM dalam mempublikasikan produk Starbio Plus. Cara-cara dalam mempublikasikan produk ini benar-benar tanpa menggunakan media massa. Yang menjadi pertimbangan mengenai hal ini adalah dengan memperhitungkan efektivitas dan efisiensi. Berdasarkan pertimbangan dalam hal efisiensi dan efektivitas tersebut, maka beberapa cara yang dilakukan PT. LHM dalam mempublikasikan produk-produk adalah:
a) Tour LHM.
PT. LHM membuka untuk umum LHM Research Station II dengan tujuan agar banyak orang berkunjung untuk mengenal lebih dekat PT. LHM. Layaknya tempat wisata lainnya, LHM Research Station II juga menarik bayaran kepada para pengunjung yang datang. Bedanya adalah, di LHM Research Station II pengunjung tidak diharuskan membayar seperti diadakannya tiket masuk pada tempat wisata lainnya. Tempat wisata yang memiliki luas 6 hektar ini hanya menarik bayaran kepada mereka yang ingin didampingi oleh seorang staf PR sebagai tour guide.
Biayanya cukup murah, untuk masuk kedalam dengan dipandu seorang staf PR, seorang pengunjung hanya butuh menyediakan uang kisaran Rp.7.500,- sampai dengan Rp.22.500,- (yang membedakan adalah makanan yang didapat pengunjung dari paket-paket yang disediakan). Biaya tersebut sangat murah dibandingkan dengan apa yang didapat yakni perjalanan keliling lokasi dengan mendengarkan penjelasan-penjelasan oleh tour guide selama 2 (dua) jam.
Pengunjung diberikan penjelasan tentang bagaimana PT. LHM melakukan perawatan terhadap hewan-hewan ternak, bagusnya kualitas ikan patin yang diberi makan dengan lumut azola piñata, bagusnya kualitas daging sapi yang memakan konsentrat yang dicampur dengan Starbio ternak, bagaimana menciptakan pupuk cair dengan memanfaatkan urin sapi yang dicampur dengan Stardec dan air secukupnya, dijelaskan pula bagusnya merawat tanaman dengan menggunakan Green Valley Fine Compost, juga dijelaskan bagaimana proses pembuatan pupuk kompos dengan jenis Black Gold dan Green Valley Fine Compost. Tak hanya itu saja, pengunjung juga dijelaskan mengenai produk-produk yang dihasilkan divisi agensia hayati untuk memusnahkan hama tanaman.
Di lokasi seluas 6 hektar tersebut juga tersedia sebuah kolam renang untuk anak-anak agar anak-anak senang kembali lagi untuk berkunjung (saat penelitian dilakukan, kolam renang untuk dewasa sedang dibuat). Saat tour di LHM Research Station II, ada sesi khusus dimana para pengunjung diajak ke suatu ruang serbaguna, di ruang serbaguna tersebut diputar video mengenai PT. LHM. Pemutaran video bertujuan agar para pengunjung mengenal PT. LHM dan produk-produknya secara lebih dekat. Video dimulai dengan menceritakan sejarah mengenai PT. LHM, bagaimana pendiri PT. LHM memulai usaha awalnya hingga bisa sukses seperti sekarang. Setelah itu, didalam video tersebut juga terdapat mengenai seluruh produk-produk PT. LHM, dari kualitasnya, penggunaannya, dan pemasarannya. Didalamnya juga terdapat bagaimana para peserta training dilatih agar sukses menjadi seorang petani, peternak, dan wira usaha yang bergerak dibidang pertanian dan peternakan (biasanya peserta pelatihan adalah orang-orang yang bergerak dibidang peternakan, perikanan, dan pertanian).
b) Pembagian brosur kepada pengunjung.
Adapula publikasi yang dilakukan dengan pemberian brosur-brosur kepada pengunjung yang datang ke LHM Research Station II. Walaupun disertai dengan brosur-brosur mengenai produk-produk lainnya, namun pihak PT. LHM tetap optimis bahwa nama Starbio Plus menjadi pertimbangan tersendiri bagi orang-orang yang membaca brosur mengenai Starbio Plus yang dibagikan saat tour.
c) Presentasi.
Selain itu, hal yang paling penting dalam mempublikasikan Starbio Plus adalah dengan melakukan presentasi-presentasi terhadap orang-orang yang berpengaruh didalam segala hal. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa mereka yang telah menghadiri presentasi mau membeli Starbio Plus dan setelah mereka mengalami sendiri keampuhan Starbio Plus dalam menangani masalah WC penuh, maka diharapkan mereka menceritakannya kepada bawahan-bawahan mereka ataupun orang-orang terdekat mereka. Uniknya, presentasi mengenai produk Starbio Plus ini sangat jarang disertai dengan presentasi mengenai produk-produk lainnya. Sedangkan Starbio Plus seringkali di-ikut sertakan bila presentasi mengenai produk-produk lain yang berkaitan dengan peternakan, perikanan, dan pertanian dilakukan. Hal ini disebabkan karena Starbio Plus adalah produk yang bisa dipakai oleh siapapun dari kalangan apapun.
d) Mengadakan training/pelatihan.
PT. LHM juga menyediakan pelatihan/training bagi mereka yang ingin sukses untuk menjadi petani atau peternak ataupun wira usaha yang bergerak dibidang peternakan dan pertanian. Disaat pelatihan itu, diajarkan cara-cara merawat hewan-hewan ternak dan tanaman dengan menggunakan produk-produk dari PT. LHM. Hal ini dilakukan dengan harapan agar mereka menjadi pelanggan dari PT. LHM. Semua jenis produk dari PT. LHM dibagikan kepada peserta pelatihan setelah selesai mengikuti pelatihan.
3. Cara Mempresentasikan Starbio Plus.
Ada banyak hal yang dipresentasikan saat mempromosikan Starbio Plus. Hal-hal tersebut adalah:
a) Informasi Umum Starbio Plus.
Starbio Plus merupakan produk terbaru teknologi canggih yang membantu kita mengatasi masalah septic tank/saluran limbah dengan cara baru. Starbio Plus membantu Bapak/Ibu mengatasi masalah septic-tank/saluran limbah/saluran wastafel atau cuci piring tersumbat atau penuh. Merupakan produk bioteknologi pelopor yang kini banyak ditiru dengan merk-merk lain. Starbio Plus merupakan mikroba/bakteri yang berfungsi menguraikan limbah menjadi bahan asal alami yang tidak berbau. Dalam septic-tank, Starbio Plus bekerja memangsa endapan isi septic-tank yang sudah menahun dan menguraikannya menjadi bahan alami, kembali ke tanah, tanpa bau, beracun, dan ramah lingkungan.
b) Kelebihan-kelebihan Starbio Plus.
• Produk Pelopor.
Starbio Plus merupakan produk yang pertama kali di Indonesia (mungkin juga di dunia) yang mampu menangani/mengatasi masalah WC tanpa harus sedot WC. Silahkan cek ke Departemen Pertanian.
• Praktis.
Dengan Starbio Plus, pengosongan septic-tank/mengatasi saluran limbah tersumbat dapat dilakukan sendiri, tanpa bantuan orang lain, tanpa memanggil tenaga servis untuk sedot/bongkar septic-tank/saluran limbah. Hemat tenaga.
• Aman.
Starbio Plus merupakan kumpulan mikroba/bakteri pengurai, bukan bahan kimia/asam. Dengan demikian, Starbio Plus aman bagi lingkungan, tidak meracuni lingkungan dan aman bagi kulit.
• Ekonomis.
Harga 1 (satu) kemasan (1kg) Starbio Plus hanya Rp 60.000,-. Dibandingkan metoda-metoda lain pengosongan septic-tank, jelas lebih terjangkau, saat ini biaya sedot WC menggunakan mobil sedot WC adalah sebesar Rp.700.000,-. Apalagi bila kita memperhitungkan waktu untuk mengawasi proses sedot, bau yang ditimbulkan sepanjang selang penyedotan, waktu dan biaya bongkar saluran, tenaga yang dihabiskan untuk bongkar saluran, kebisingan mesin penyedot, gangguan bagi tetangga, dan sebagainya.
• Memiliki Perijinan.
* Ijin Usaha No : 9-2/ PMI/ 11.21/ 85.
* Ijin Produksi No : 60/ Kandep.12/ 2/ VII/ 91.
* Ijin Edar/ Sertifikat No : 893.3/ 258C.
• Produk asli Indonesia (berasal dari PT.Lembah Hijau Multifarm, Solo).
Ini merupakan kebanggaan tersendiri dimana Indonesia kini mempunyai suatu produk yang sangat bermanfaat, khususnya bagi perumahan dan umumnya bagi pelestarian lingkungan dunia. Dengan kemunculan produk ini, sudah banyak bukti bahwa Starbio Plus memang ramah lingkungan sehingga produk-produk kimiawi dan berbahaya bagi lingkungan seperti karbol dan lysol dapat ditinggalkan.
• Dijaga oleh Quality Control.
PT. LHM sangat memperhatikan kualitas produk-produknya. Seperti halnya Perusahaan lainnya, PT. LHM tentu tidak ingin kehilangan pelanggan.
• Teruji kualitasnya.
Tidak sedikit orang yang telah membeli Starbio Plus kemudian mencoba produk-produk lain yang sejenis dengan Starbio Plus namun kembali menggunakan Starbio Plus lagi. Memang, meskipun kebanyakan orang cari barang murah namun kualitaslah yang akan dilihat pada akhirnya.
Dengan adanya 8 keunggulan dari Starbio Plus tersebut, tidak heran bahwa Starbio Plus tetap menjadi pilihan tersendiri.
c) Cara Pemakaian:
1. Untuk WC/Septic-Tank.
Langsung tuang Starbio Plus ke kloset Anda, usahakan pada saat WC tidak terpakai (dari pukul 20.00 s/ d pukul 04.00), ini bertujuan agar penggunaannya lebih optimal.
Setelah campuran dituangkan, jangan memakai kloset semalaman. Besok paginya, kloset sudah dapat dipakai seperti biasa.
Atau, siapkan ember berisi air, lalu larutkan Starbio Plus kedalam ember tersebut. Diamkan selama 12 jam. Bila sudah, langsung tuang ke kloset dan kloset bisa langsung di-flush. Cara ini dapat memberikan hasil yang lebih optimal. Cara ini pula yang lebih sering dipakai oleh para pengguna Starbio Plus.
2. Untuk saluran cuci piring/got.
Siapkan gayung/ember kecil. Masukkan Starbio Plus sejumlah ½ isi gayung. Tuangkan 5 sendok makan Starbio Plus, kemudian aduk secukupnya dan diamkan 15 menit. lalu tuangkan ke lubang saluran cuci piring. Dianjurkan dilakukan malam hari saat bak cucian piring tidak digunakan.
3. Untuk menghilangkan bau pada bak sampah.
Siapkan gayung/ember kecil. Masukkan Starbio Plus sejumlah ½ isi gayung. Tuangkan 5 sendok makan Starbio Plus, kemudian aduk secukupnya dan diamkan 15 menit, lalu semprot merata ke tempat sampah. Lakukan seminggu sekali.
d) Peringatan:
Setelah menggunakan Starbio Plus, jangan menuangkan karbol, lysol, soda api, ataupun bahan pewangi ke dalam kloset. Bahan-bahan tersebut dapat mengganggu kerja bakteri pengurai/Starbio Plus.
DILARANG MEMBUANG PEMBALUT WANITA DAN ROKOK karena ini dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan dalam septic-tank Anda ! ! !
Selamat menikmati kerja Starbio Plus.
e) Harga:
- Hanya Rp.60.000,-/kg untuk 1 septic-tank ukuran 1-2m3 + Ongkos kirim (Rp.10.000,-/kg untuk daerah DKI Jakarta).
- Hanya Rp.6.500,-/100gr untuk saluran wastafel + Ongkos kirim.
- Harga pasaran Starbio Plus berbeda-beda sesuai dengan lokasi penjualan. Harga yang telah disebutkan diatas merupakan harga yang berlaku untuk daerah DKI Jakarta dan sekitarnya.
f) Penutup Presentasi.
Hanya dalam 10 hari, Anda bisa terbebas dari sedot WC selama"nya" dan hanya dalam 2 hari segala macam bau tidak sedap yang ada pada kamar mandi Anda menjadi hilang.
4. Teknik memancing WOM.
Teknik memancing WOM adalah suatu cara yang digunakan untuk memicu terjadinya WOM. Ini adalah suatu teknik yang peneliti namakan sendiri berhubung belum ada datanya yang peneliti temukan baik itu dari buku-buku ataupun mesin pencari di internet. Meskipun PT. LHM belum menamakan teknik yang digunakan dalam mempublikasikan produk Starbio Plus ini, tapi peneliti yakin bahwa pihak PT. LHM sudah memperkirakan efek dari teknik ini, yakni terciptanya WOM. Teknik ini dijelaskan lebih gamblang lagi pada bagian Pembahasan.
B. Pembahasan.
Poin B ini membahas segala hasil yang telah peneliti peroleh. Dalam poin ini pulalah peneliti menjawab jawaban mengenai:
Bagaimanakah aplikasi WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan Starbio Plus?
Ada beberapa cara mengaplikasikan WOM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan Starbio Plus. Cara-cara mengaplikasikan WOM dilakukan disaat PT. LHM melakukan publikasi yang telah peneliti sebutkan sebelumnya pada poin A. Sesuai pernyataan peneliti pada poin A, maka peneliti juga membahas mengenai teknik memancing WOM di bagian ini. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Tour LHM.
Seperti yang telah dijelaskan pada poin A, tour guide mengajak berkeliling dan memberikan penjelasan-penjelasan kepada para pengunjung. Penyampaian informasi menggunakan sistem 2 (dua) arah yang membolehkan para pengunjung untuk bertanya sebanyak-banyaknya selama itu berkaitan dengan penjelasan dari tour guide yang membimbing mereka saat berkeliling LHM Research Station II. Tour guide juga memutarkan sebuah video mengenai PT. LHM. Pemutaran video ini diharapkan mampu menciptakan ketertarikan lebih dalam bagi para pengunjung kepada PT. LHM. Tour guide menyampaikan informasi mengenai PT. LHM, ditambah lagi informasi-informasi yang diberikan melalui pemutaran video dengan tour guide yang memberikan penjelasan tambahan dari narasi pada video tersebut, dan inilah bentuk pertama aplikasi WOM yang peneliti temukan, yakni penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh seorang staf PR kepada para pengunjung dari awal hingga akhir tour. Dengan adanya pemutaran video ini, maka pengunjung memiliki bahan yang diceritakan kepada orang-orang yang terdekat dengan mereka. Dengan informasi-informasi yang telah pengunjung dapatkan, tidak susah bagi mereka untuk menceritakannya kepada orang lain, ini merupakan teknik memancing WOM, yakni pengunjung diberikan begitu banyak informasi dengan harapan bahwa sebagian dari informasi yang mereka dapatkan tersebut diceritakan kembali kepada orang lain.
Lalu, penjelasan berikutnya mengenai tour LHM adalah dibedakannya tour LHM menjadi 2 (dua) berdasarkan paket kunjungan yang disediakan PT. LHM, yakni paket kunjungan regular dan paket kunjungan sekolah. Paket kunjungan biasa diperuntukkan untuk pengunjung secara umum, sedangkan paket sekolah adalah paket yang disediakan bagi para penuntut ilmu, biasanya yang mengambil paket ini adalah dari Sekolah-sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Adapun yang didapat dari paket-paket tersebut adalah sebagai berikut:
PAKET KUNJUNGAN REGULAR
Paket 1: Rp.7.500,-
- Snack.
- Minum (air mineral).
- Service.
Paket 2: Rp.11.000,-
- Bakso ikan patin.
- Minum (frestea).
- Service.
Paket 3: Rp.17.500,-
- Makan siang (nasi dus patin).
- Minum (air mineral).
- Service.
Paket komplit: Rp.22.500,-
- Snack.
- Makan siang (nasi dus patin).
- Minum (air mineral).
- Service.
PAKET SEKOLAH
Paket 1: Rp.10.500,-
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 2: Rp.13.500,-
- Popcorn.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 3: Rp.13.500,-
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Sayur organik.
- Service.
Paket 4: Rp.16.500,-
- Bakso ikan patin.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Service.
Paket 5: Rp.18.500,-
- Bakso ikan patin.
- Ice cream.
- New Starbio Plus (NSBP) ons.
- Renang.
- Service.
Diantara paket kunjungan regular dengan paket sekolah ada sebuah perbedaan, yakni paket kunjungan regular tidak mendapatkan New Starbio Plus seperti paket sekolah. Ini juga termasuk teknik memancing WOM, yakni di-ikutsertakannya produk New Starbio Plus kedalam paket-paket sekolah, karena pengunjung yang mengambil paket sekolah pasti menggunakan produk yang telah menjadi bagian paket tersebut. Disini peneliti melihat kecerdikan dari PT. LHM, yakni pengunjung seolah-olah mendapatkan produk tersebut secara gratis, padahal PT. LHM tidak memberinya secara cuma-cuma, melainkan “memaksa” para pengunjung untuk membeli produk tersebut secara halus. Dengan menggunakan produk yang diberikan, pasti ada saja yang merasa puas lalu menceritakannya ke orang terdekat dengannya. Peneliti mengamati bahwa produk tersebut hanya disisipkan pada paket sekolah karena biasanya yang mengambil paket sekolah ini adalah orang-orang yang antusias dengan PT. LHM, sehingga peluang terciptanya WOM untuk produk jenis Starbio Plus lebih besar. Sedangkan, paket kunjungan regular biasanya diambil oleh sekelompok keluarga yang hanya ingin bertamasya, walaupun biasanya akhirnya mereka membeli beberapa produk juga dari show-room.
2. Pembagian brosur kepada pengunjung.
Cara publikasi ini dilakukan dengan tujuan agar pengunjung yang telah berkunjung mampu menceritakan produk-produk PT. LHM dengan lebih mudah karena penjelasan-penjelasan yang diperlukan sudah tersedia pada brosur-brosur yang dibagikan. Ini juga salah satu teknik memancing WOM yang digunakan PT. LHM, yakni memberikan brosur-brosur dengan harapan bahwa para pengunjung bisa menceritakan sedikit mengenai produk-produk PT. LHM kepada kerabat-kerabat ataupun teman-teman terdekatnya dengan bantuan brosur-brosur tersebut.
Berdasarkan pengamatan peneliti, brosur-brosur yang dibuat oleh PT. LHM hanya dibagikan kepada para pengunjung yang mengambil paket saja. Hal ini untuk meminimalisir terbuangnya brosur-brosur tersebut secara sia-sia. Brosur-brosur yang dibagikan tersebut juga ditargetkan agar dibawa para pengunjung hingga tiba ke rumah masing-masing pengunjung dengan tujuan agar andaipun si pembawa brosur tidak membacanya dan hanya meletakkannya sembarangan, ada orang lain yang membacanya dan bertanya-tanya kepada si pembawa brosur. Pengunjung yang mengambil paket memiliki antusias lebih tinggi dibandingkan pengunjung yang sekedar datang melihat-lihat tanpa mengambil paket yang disediakan PT. LHM, dari sinilah dimiliki keyakinan bahwa brosur-brosur yang diberikan kepada mereka yang mengambil paket memiliki peluang yang lebih besar untuk tiba di rumah pengunjung tersebut. Selain itu, pertimbangan lain adalah karena adanya kemungkinan besar terjadinya WOM terutama bagi yang mengambil paket sekolah. Hal itu dikarenakan orang-orang yang berkunjung dengan mengambil paket yang disediakan memiliki kemauan yang lebih tinggi untuk menceritakan kembali pengalaman mereka di LHM Research Station II kepada kerabat-kerabat mereka. Andaipun mereka enggan bercerita, brosur-brosur tersebut bertujuan untuk memudahkan si pengunjung memberi penjelasan kepada orang lain mengenai PT. LHM, meskipun hanya menambahkan sedikit penjelasan dari informasi yang tersedia pada brosur-brosur. Pada publikasi jenis ini tidak terjadi aplikasi WOM, tetapi ada teknik memancing WOM didalamnya.
3. Presentasi.
Seperti yang telah peneliti paparkan, presentasi dilakukan kepada orang-orang yang berpengaruh. Saat penelitian ini dilakukan, peneliti pernah mendapati sekelompok orang dari Departemen Pertanian dan dilakukan presentasi kepada mereka. Presentasi dibedakan menjadi 2 (dua), yakni presentasi keseluruhan dan presentasi khusus Starbio Plus. Presentasi keseluruhan adalah presentasi mengenai PT. LHM, produk-produknya, serta serba-serbinya. Biasanya presentasi keseluruhan digelar pada ruang rapat pada LHM Research Station II, sedangkan presentasi khusus Starbio Plus biasanya menyewa suatu ruang serba guna menggunakan biaya sendiri di lokasi-lokasi yang cukup menjanjikan. Bentuk aplikasi WOM dalam publikasi ini adalah penyampaian pesan seorang ahli (biasanya dilakukan pendiri PT. LHM langsung atau Direktur Pemasaran atau Kepala PR) kepada audience. Orang biasanya lebih mudah menerima penjelasan seorang ahli daripada orang yang tidak jelas asal-usulnya (hallo effect). Dengan gelar sebagai Profesor dan seorang guru besar di Universitas Negeri Surakarta (UNS) tentunya membuat orang mudah untuk menerima penjelasan dari seorang pendiri PT. LHM. Ini juga merupakan bentuk teknik memancing WOM, yakni audience diberikan banyak informasi yang bersifat 2 (dua) arah dimana audience juga bisa mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan presentasi, dengan harapan mereka mampu menerima informasi yang disampaikan saat presentasi dan menyampaikannya ke orang lain.
4. Mengadakan training/pelatihan.
Pelatihan dikenakan tarif sebesar Rp.1.500.000,-/orang untuk pelatihan selama 3 (tiga) hari. Peserta pelatihan dibebaskan untuk memilih apakah hendak menginap di asrama yang disediakan atau pulang dulu jika waktu istirahat. Program training diadakan dengan tujuan untuk membina mereka yang ingin menjadi wira usaha dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan. Pelatihan biasanya ditangani oleh pendiri PT. LHM secara langsung ataupun pengganti Beliau yang sudah ahli dalam hal ini. Bentuk aplikasi WOM disini adalah berupa pelatihan yang diadakan PT, LHM. Setelah pelatihan, biasanya para peserta justru menjadi pelanggan setia PT. LHM karena produk-produk yang dibagikan kepada mereka setelah pelatihan digunakan dan memberikan hasil yang sangat signifikan. Oleh karena itu, teknik memancing WOM yang dilakukan disini adalah pemberian produk-produk PT. LHM kepada para peserta pelatihan. Banyak dari mereka yang puas kemudian mereferensikan produk-produk PT. LHM kepada rekan-rekan mereka yang bergerak dibidang yang sama, dan khusus untuk produk Starbio Plus mereka biasanya dengan senang hati menceritakannya ke orang-orang dengan berbagai latar belakang.
C. Analisis Data.
Poin C ini peneliti melanjutkan pembahasan. Dalam poin ini pulalah peneliti menjawab jawaban mengenai:
Apakah aplikasi WOM sudah tepat bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus?
Berdasarkan wawancara antara peneliti dengan Direktur Pemasaran PT. LHM yaitu Ibu Novia Hartika. Beliau menyampaikan berbagai hal mengenai aplikasi WOM pada PT. LHM sebagai sarana komunikasi pemasaran dalam mempublikasikan produk Starbio Plus. Beliau menyatakan secara tegas bahwa sistem pemasaran dengan beriklan dengan menggunakan media massa adalah tidak efektif. Dikatakan pula bahwa selain Perusahaan harus membayar mahal untuk space yang kecil, target-market yang kebanyakan adalah peternak dan petani belum banyak yang terbiasa dengan acara televisi. Beliau berpendapat bahwa masyarakat Indonesia lebih untuk mendengar keberhasilan suatu produk dari orang-orang yang mereka kenal dibandingkan dengan iklan-iklan yang dipasang Perusahaan pada media tertentu. Bahkan, pendapatnya ditegaskan lagi dengan berkata bahwa masyarakat Indonesia biasanya lebih percaya pada teman sendiri, juga karena sudah ada yang memakai, dan sudah ada contohnya. Diterangkan pula bahwa dari sistem pemasaran yang dijalankan menggunakan aplikasi WOM inilah Perusahaan sudah mendapatkan repeated-order, bahkan mendapatkan pelanggan-pelanggan baru hingga mancanegara. Jadi, jawaban Beliau berdasarkan wawancara tersebut adalah: aplikasi WOM bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus sudah tepat!
Untuk mendukung pernyataan Beliau, peneliti juga menyatakan bahwa memang kabar mengenai Starbio Plus sudah sangat terkenal dalam mengatasi WC penuh. Ini berdasarkan temuan peneliti yang juga memasarkan produk ini dimana kebanyakan pembeli merupakan orang yang mendengar kebesaran nama Starbio Plus namun bingung mencari produk tersebut. Kebanyakan dari merekapun mencari di internet menggunakan mesin pencari google dengan keywords “Starbio Plus”. Dulu blog yang peneliti buat dengan keywords tersebut menempati peringkat pertama pada google, namun dikarenakan suatu hal maka peringkat blog peneliti dengan keywords tersebut turun menjadi peringkat ke-2 (dua):
Ada pula yang mencari pada google dengan keywords “jual Starbio Plus” dan menemukan blog milik peneliti menempati peringkat pertama, lalu tanpa ragu menghubungi peneliti dan akhirnya membeli. Biasanya pembeli sudah mengetahui tentang Starbio Plus, maka itu biasanya mereka langsung membeli tanpa banyak bertanya, tetapi ada juga yang baru sedikit mendengar tentang produk ini. Ini buktinya:
Peneliti juga berani memberikan bukti terjadinya WOM dari sistem komunikasi pemasaran yang diterapkan PT. LHM, yakni adanya seorang pengguna produk Starbio Plus yang merasa puas dan menceritakannya pada website miliknya. Bahkan, berkat seorang pengguna yang puas, nama Starbio Plus kini bukan lagi menjadi “brand awareness”, namun sudah menjadi “top of mind” dalam hal pencarian keywords “WC penuh” dengan menggunakan mesin pencari google di internet. Nama pengguna tersebut adalah Bapak Sumardiono, Beliau menjelaskan betapa Beliau merasa puas menggunakan produk Starbio Plus dalam menangani masalah WC penuh, dan menyebutkan bahwa Beliau membelinya dari seseorang bernama Bapak Sudarmono, yang merupakan ayah kandung dari peneliti. Kini, orang-orang yang mencari informasi pada www.google.co.id dapat menemukan tulisan Bapak Sumardiono tersebut di peringkat pertama dan blog milik peneliti di peringkat ketiga dengan menggunakan keywords “WC penuh”, dan inilah buktinya:
Tidak hanya itu saja, semakin banyak orang menanyakan apakah produk Starbio Plus bisa dicari di toko-toko disekitar tempat tinggal mereka. Bahkan, seorang teman peneliti bernama Nurhasan yang sedang mencari produk inipun langsung membeli tanpa ragu kepada peneliti karena selama ini kebingungan mencari produk ini, dia sungguh terkejut begitu mengetahui peneliti menjual produk ini. Dengan tersebarnya WOM mengenai kehebatan suatu produk, pasti ada saja orang yang mencoba mencari peluang usaha. Hal ini dilakukan oleh Bapak Helmi yang berulangkali memborong produk Starbio Plus dari peneliti untuk dijual lagi di tempat tinggalnya di Pontianak. Produk ini juga menempati peringkat pertama di google dengan keywords “menangani WC”:
Menyikapi jawaban Direktur Pemasaran PT. LHM dan berdasarkan argumen-argumen yang peneliti ungkapkan, maka peneliti juga sependapat dengan Direktur Pemasaran mengenai tepatnya aplikasi WOM bagi PT. LHM khususnya produk Starbio Plus. Tetapi, ada 1 (satu) hal yang peneliti anggap sangat penting dilakukan dalam meningkatkan pemasaran produk ini, yang peneliti sebutkan pada Bab berikutnya sebagai saran agar Bab ini tidak menyimpang dari segi isi.
BAB IV Profil Perusahaan
BAB IV
PROFIL PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan.
Aktivitas agrobisnis telah dilakukan Lembah Hijau Multifarm sejak tahun 1981. Asal mula berdirinya LHM, diawali dari kecintaan Bp. Ir. Suharto, MS., terhadap dunia pertanian. Semasa kecilnya dahulu, orangtua beliau sudah memiliki usaha ternak dalam skala kecil di kota Sragen. Setelah beranjak dewasa, beliau kemudian mencoba beternak sendiri dengan memanfaatkan tanah leluhurnya. Pada tahun 1985, berdirilah usaha agribisnis dengan nama CV. Lembah Hijau Multifarm. Karena kesibukannya sebagai pendidik di kota Solo, maka Bp. Suharto berinisiatif untuk melebarkan usahanya di daerah yang dekat dengan tempat ia mengajar. Maka sekitar tahun 1990-an, mulailah beliau menyewa tanah di desa Triyagan, Sukoharjo, dengan diawali memelihara empat ekor sapi perah.
Berkat ketekunan dan kerja keras, kini usahanya semakin berkembang. Lahan yang dimilikinya seluas 10 hektar di Sragen dijadikan sebagai LHM Research Station I, sedangkan 5 hektar di Sukoharjo atau tempat peneliti melakukan penelitian dijadikan sebagai LHM Research Station II. Akhir tahun 2003, CV. Lembah Hijau Multifarm berubah status menjadi PT. Lembah Hijau Multifarm dengan kantor pusat di Jl. Rajiman no.200, Solo.
B. Visi dan Misi Perusahaan.
Seperti Perusahaan lainnya, PT. LHM pun memiliki visi dan misi. Visi dan misi diciptakan agar Perusahaan mampu bertahan bahkan berkembang. Tak hanya itu saja, visi dan misi juga merupakan pedoman utama dalam segala bentuk kegiatan Perusahaan.
1. Visi.
Visi Perusahaan adalah : menciptakan suatu sistem pertanian yang teruji, produk-produk pendukung yang berkualitas dan harus bisa memecahkan masalah yang dihadapi petani, sehingga LHM tidak menjual produk semata, tetapi menjual pemecahan masalah.
LHM berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup petani sehingga mereka menjadi mandiri dan segera mendapatkan kembali harga diri dan kehormatan yang selama ini hilang. Hal ini telah dicapai dan akan terus dilakukan LHM dengan mengabdikan sistem, produk, pelayanan, ketrampilan, keahlian, pengetahuan dan pengalamannya kepada petani
2. Misi.
Misi Perusahaan adalah : 50% tugas staff dan karyawan LHM adalah melayani dan selebihnya adalah melayani dengan lebih baik dan lebih baik lagi.
LHM berkomitmen untuk menjaga visi dan misi tetap teraplikasi secara riil, sekaligus sebagai innovator yang menciptakan kebutuhan, sebagai pencipta pasar, pencipta modal, pengembang peluang dan produsen teknologi baru di bidang pertanian.
C. Struktur Organisasi Perusahaan.
Layaknya Perusahaan lainnya, PT. LHM pun memiliki struktur organisasi Perusahaan. Dari ratusan pegawai yang ada didalam PT. LHM, hanya ada segelintir saja yang menjadi organ pokok dalam Perusahaan. Berikut adalah struktur organisasi PT. LHM:
D. Lokasi Usaha.
Kantor Pusat: Singosaren – Solo.
Peternakan I
LHM Research Station I, seluas 10 (sepuluh) hektar
di Karanggaleng – Sragen.
Peternakan II
LHM Research Station II, seluas 6 (enam) hektar
di Triyagan – Sukoharjo (Jaten).
E. Produk-Produk PT. LHM.
Perusahaan ini adalah suatu Perusahaan yang bergerak dibidang produk bioteknologi dan pupuk kompos organik. Produk-produknya antara lain adalah:
1) Customix Super : suplemen pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia seperti kambing, domba, kerbau, dan sapi.
2) Stardec : pengaktif mikroba tanah dan pengurai bahan organik.
3) Green Valley Fine Compost : pupuk kompos yang diproses dengan Stardec.
4) Probiotik Starbio : serbuk yang bilamana dicampurkan dengan pakan ternak ruminansia, maka protein yang ada pada makanan ternak tersebut dapat terserap sempurna.
5) Greenfood : beras organik.
6) Starbio Plus Tambak : campuran pakan yang berfungsi meningkatkan fungsi pencernaan dan efektivitas penyerapan pakan untuk hewan ternak tambak. Selain itu, bila ditaburkan dalam kolam tambak maka mampu memacu proses penguraian limbah organik (sisa pakan, feces, dan plankton mati).
7) Starbio Super : bila dimasukkan kedalam kolam tambak maka akan menciptakan dominasi bakteri yang bersahabat dengan kehidupan (probiotik), sehingga bakteri yang pathogen terdesak.
8) Mineral Super : mineral khusus hewan-hewan ruminansia.
9) Premix Vitamin : vitamin untuk ternak ruminansia.
10) Starbio Plus : pelopor dalam menangani masalah WC penuh yang bisa mengakibatkan WC mampet dan bau, bekerja dengan cara menguraikan limbah organik seperti kotoran manusia. Kemasan 100 gram biasanya digunakan untuk menangani wastafel yang tersumbat sisa-sisa makanan yang turut terbuang saat mencuci piring, dan kemasan 1kg biasanya digunakan untuk menangani WC penuh.
11) Black Gold : campuran khusus untuk Fine Compost.
Selain produk-produk tersebut, Laboratorium Hayati atau bisa juga disebut Agensia Hayati yang merupakan salah satu lembaga didalam PT. LHM yang bertugas melakukan penelitian dan penciptaan produk baru terkait dengan kegiatan bercocok tanam, telah berhasil menciptakan produk-produk berikut :
1) Startrap : sebuah perangkap serangga/lalat buah.
2) Blue-V : produk yang terbuat dari cendawan yang merupakan racun hama, dapat menyebabkan infeksi dan membunuh hama khususnya serangga. Cara pengaplikasiannya adalah dicampurkan dengan air lalu disemprotkan.
3) Gliostar-P : merupakan campuran kompos yang berfungsi sebagai agensia biologi yang bersifat parasit terhadap jamur pathogen, membunuh jamur dengan enzim-enzim atau bersifat meracuni.
4) Fugstop-P : campuran kompos yang merupakan agensia antagonis terhadap beberapa cendawan penyebab penyakit tanaman dan juga dapat digunakan untuk pembuatan kompos, karena mempercepat pelapukan bahan organik. Cendawan ini merupakan agensia antagonis yang banyak digunakan untuk mengendalikan pathogen tular tanah.
Tak hanya itu saja, PT. LHM juga menghasilkan produk-produk seperti hasil-hasil pertanian lainnya, tanaman-tanaman hias, ikan patin, hasil-hasil ternak sapi seperti susu segar.
F. Lokasi Pemasaran.
• Meliputi seluruh Indonesia, termasuk:
Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.
• Luar Negeri; Jepang, Malaysia
• Target selanjutnya: Filipina, Vietnam.
G. Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System).
Adalah suatu usaha untuk mensinergikan pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan dengan sistem yang efisien sehingga didapatkan nilai ekonomi yang tinggi. Adapun sistem yang dipakai dalam PT. LHM dikenal dengan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA).
Sistem LEISA juga dinamakan dengan zero-waste, yakni meminimalisir limbah yang diciptakan dan memanfaatkan semaksimal mungkin limbah yang dihasilkan dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna. Sistem ini telah terbukti berhasil dan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Skema LEISA digambarkan sebagai berikut:
Implementasi Integrated Farming System.
Mengintegrasikan pertanian, peternakan dan perikanan berupa:
• Budidaya sapi perah (breeding sapi betina).
• Budidaya ikan patin.
• Pengembangan sayuran organik, tanaman hias, dan tanaman buah dalam pot.
• Pengembangan lahan padi dan tanaman pangan lainnya.
H. Kegiatan Usaha Lainnya.
• Memproduksi, memasarkan dan mengembangkan kompos organik dan produk-produk probiotik dan bioteknologi untuk ternak, unggas dan tambak.
• Memanfaatkan kotoran ternak untuk biogas sebagai energi alternatif operasional Perusahaan.
I. Teknologi Tepat Guna dalam Penerapan Konsep LEISA.
1. Bagaimana mengubah limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber daya baru (a new form of resources) untuk mendukung eksistensi peternakan.
2. Bagaimana mengubah limbah peternakan menjadi suatu substansi vital, guna mendukung eksistensi pertanian.
J. Sasaran Integrated Farming System.
1. Pemberdayaan sumber daya lokal yang ekonomis.
2. Menciptakan produk-produk baru yang stabil.
3. Meminimalisasi kerusakan lingkungan.
4. Memaksimalkan sistem pertanian dan peternakan tanpa limbah (zero-waste).
5. Menciptakan kemandirian petani.
K. Motto LHM.
“We have a quality control program and we live by it”
LHM memiliki sistem kontrol kualitas yang ketat dan dapat bertahan hidup karena sistem tersebut. Bahkan, hampir semua produk PT. LHM menjadi jawara di kelasnya karena motto yang senantiasa dijaga ini. PT. LHM senantiasa melakukan pengembangan dan tidak berpuas diri meskipun sudah banyak penghargaan diraih.
L. Kualitas.
Berikut ini adalah kualitas-kualitas yang selalu Perusahaan pertahankan:
1. Kualitas Produk.
2. Kualitas Informasi.
3. Kualitas Pelayanan.
4. Kualitas Tindak Lanjut.
M. Kebijakan-Kebijakan dalam Perusahaan.
Berikut adalah kebijakan-kebijakan yang ada dalam PT. LHM:
1. Secara internal, LHM berkomitmen untuk memberikan kepada staff dan karyawan suasana kerja yang penuh kekeluargaan, pekerjaan yang stabil dengan kesempatan yang sama untuk belajar dan mendapatkan perkembangan pribadi.
2. Kreativitas akan selalu didorong untuk meningkatkan efektivitas LHM.
3. Staff dan karyawan LHM telah dan akan terus diberi perhatian, rasa hormat dan sikap peduli yang sama di dalam organisasi Perusahaan.
N. Keterangan-Keterangan Tambahan.
PT. LHM menggunakan prinsip Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dalam mengembangkan usahanya. LEISA adalah pertanian yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang tersedia di tempat (seperti tanah, air, tumbuhan, tanaman, dan hewan lokal serta tenaga manusia, pengetahuan, dan ketrampilan) dan yang secara ekonomis layak, mantap secara ekologis, disesuaikan menurut budaya dan adil secara sosial. LEISA tidak bertujuan untuk memaksimalkan produksi dalam jangka pendek, namun untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang. LEISA berupaya untuk mempertahankan dan dimana mungkin meningkatkan sumber daya alam serta memanfaatkan secara maksimal proses-proses alami. Dimana bagian dari produksi itu dipasarkan, maka dicari peluang untuk memproses kembali unsur hara yang dihilangkan dari sistem usaha tani ke pasar. Prinsip LEISA yang diterapkan, akan menghasilkan beberapa keuntungan yaitu: optimalisasi sumber daya lokal, memaksimalisasi daur ulang (zero-waste), minimalisasi kerusakan lingkungan, diversifikasi usaha/produk, pencapaian tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang, menciptakan kemandirian. Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan lainnya mengenai PT. LHM khususnya dimana penelitian dilakukan:
a) LHM Research Station II sangat mudah dicari karena lokasinya sangat luas. Selain itu, karena lokasinya dekat dengan Asrama Brigif Sambernyawa, maka asrama tersebut dapat juga dijadikan patokan untuk bertanya. Tak hanya itu, tak akan sulit untuk mencari LHM Research Station II karena sudah banyak warga Sukoharjo yang mengetahui tentang keberadaan PT. LHM. Hal ini disebabkan karena tidak sedikit warga disekitar lokasi penelitian yang direkrut untuk turut menjadi pegawai. Selain itu, seringnya bus-bus yang datang dari berbagai instansi sekolah maupun Pemerintah membuat lokasi penelitian semakin dikenal oleh warga disekitar lokasi penelitian. Berikut ini adalah peta lokasi LHM Research Station II:
b) Lokasi penelitian yang tadinya seluas 5 hektar dan kini menjadi 6 hektar ini dikelilingi area persawahan dengan bentuk bangunan semi permanen dan permanen. Berikut ini adalah Denah Bangunan LHM Research Station II:
c) Setiap Perusahaan pasti memiliki program kerja. Berikut ini adalah program yang ada pada Departemen Pemasaran PT.LHM:
DEPARTEMEN PEMASARAN
Budgeting
Marketing Planning
Promotion Strategy
Price Strategy
New Product & new resources
Organizing (Ko-ordinasi)
Controlling (Evaluasi)
Training
Services
Report and Presenting Marketing Act
Sales Planning Sales Planning
Target Sales & Collection Target Sales & Collection
Back Up Teknis di Lapangan Back Up Teknis di Lapangan
Peluang Bisnis di Pemerintah Peluang Bisnis di Pemerintah
Membuka Pasar (New Market) Membuka Pasar (New Market)
Maintain Sales Force Maintain Sales Force
Services Services
Training Training
Report and Presenting Sales Act Report and Presenting Sales Act
Sales & Collecting Activities
Budgeting Sales / Area
Sales & Collecting Activities
Budgeting Sales / Area
Services
d) Logo Perusahaan.
e) Logo Starbio Plus.
f) Suasana sehari-hari yang ada pada LHM Research Station II adalah:
1. Adanya rasa kekeluargaan.
Peneliti benar-benar merasakan hal ini saat sedang makan bersama dengan teman-teman yang lain. Tak hanya itu saja, seringkali canda tawa terlontar dan saling gurau terjadi antara pegawai LHM Research Station II dengan warga sekitar yang datang kesitu untuk mencari nafkah dengan berjualan. Ada seorang tukang tapai bernama Mbah Suparno yang sering dibantu oleh pegawai LHM Research Station II ketika sedang berjualan.
2. Suasana santai.
Suasana kerja pada LHM Research Station bisa dibilang sangatlah santai. Hal ini karena pegawainya sering dibolehkan untuk memakai celana pendek. Selain itu, seringkali para pegawai melontarkan candaan kepada pengunjung agar mereka tidak jenuh dan menimbulkan suasana yang santai dan tidak kaku antara pegawai dengan para pengunjung. Akan tetapi, para pegawai bukanlah tipe pegawai yang pendiam, disaat sepi pengunjung mereka saling berbincang-bincang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Ketika sedang tidak banyak pekerjaan, mereka juga memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan hal-hal lainnya yang dianggap perlu dilakukan, meskipun hal tersebut diluar dari job-desk mereka. Meskipun suasana sering santai, namun mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Perusahaan.
3. Suasana pedesaan.
Suasana pedesaan pasti dirasakan oleh para pengunjung karena lokasi LHM Research Station II dikelilingi oleh hamparan-hamparan sawah. Selain itu, lokasinya yang memang masih berada di pedesaan tentu saja dapat dikenali hanya dengan menghirup udara disana. Meskipun panas terik terasa sangat menyengat namun tidak dapat dipungkiri bahwa udara disana masih udara pedesaan alias lebih sedikit polusi dibandingkan dengan perkotaan.
4. Suasana nyaman.
Peneliti merasakan hal ini karena fasilitas yang ada disana cukup bagus untuk membuat betah para pengunjung. Adanya kolam renang untuk anak, fasilitas toilet yang memadai dan berada pada tempat-tempat yang strategis. Tak hanya itu, lokasi Café yang lokasinya berdekatan dengan kolam renang dan dinaungi oleh pohon-pohon yang tinggi membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama berada disana.
5. Panas yang terik.
Meskipun nyaman di beberapa tempat, namun di lokasi-lokasi dimana kulit kita terkena langsung oleh sinar Matahari, maka pasti terasa benar panas yang menyengat. Bagi para pegawai, terutama para staf PR yang bertugas menjadi tour-guide, hal itu sudahlah lazim karena memang tuntutan pekerjaan.
6. Suasana alami.
Pada lokasi penelitian, semua sangatlah alami. Semua produk yang diproduksi oleh PT. LHM merupakan produk-produk yang tidak ada campuran bahan kimia atau alami. Sebut saja produk-produknya seperti susu perah, ikan patin Starbio Plus, Starbio, Stardec, sayur-mayur dan buah-buahan dan beras organik, dan masih banyak lainnya. Bila peneliti ingat tentang susu perahnya, ingin rasanya peneliti kembali kesana lagi.
PROFIL PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan.
Aktivitas agrobisnis telah dilakukan Lembah Hijau Multifarm sejak tahun 1981. Asal mula berdirinya LHM, diawali dari kecintaan Bp. Ir. Suharto, MS., terhadap dunia pertanian. Semasa kecilnya dahulu, orangtua beliau sudah memiliki usaha ternak dalam skala kecil di kota Sragen. Setelah beranjak dewasa, beliau kemudian mencoba beternak sendiri dengan memanfaatkan tanah leluhurnya. Pada tahun 1985, berdirilah usaha agribisnis dengan nama CV. Lembah Hijau Multifarm. Karena kesibukannya sebagai pendidik di kota Solo, maka Bp. Suharto berinisiatif untuk melebarkan usahanya di daerah yang dekat dengan tempat ia mengajar. Maka sekitar tahun 1990-an, mulailah beliau menyewa tanah di desa Triyagan, Sukoharjo, dengan diawali memelihara empat ekor sapi perah.
Berkat ketekunan dan kerja keras, kini usahanya semakin berkembang. Lahan yang dimilikinya seluas 10 hektar di Sragen dijadikan sebagai LHM Research Station I, sedangkan 5 hektar di Sukoharjo atau tempat peneliti melakukan penelitian dijadikan sebagai LHM Research Station II. Akhir tahun 2003, CV. Lembah Hijau Multifarm berubah status menjadi PT. Lembah Hijau Multifarm dengan kantor pusat di Jl. Rajiman no.200, Solo.
B. Visi dan Misi Perusahaan.
Seperti Perusahaan lainnya, PT. LHM pun memiliki visi dan misi. Visi dan misi diciptakan agar Perusahaan mampu bertahan bahkan berkembang. Tak hanya itu saja, visi dan misi juga merupakan pedoman utama dalam segala bentuk kegiatan Perusahaan.
1. Visi.
Visi Perusahaan adalah : menciptakan suatu sistem pertanian yang teruji, produk-produk pendukung yang berkualitas dan harus bisa memecahkan masalah yang dihadapi petani, sehingga LHM tidak menjual produk semata, tetapi menjual pemecahan masalah.
LHM berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup petani sehingga mereka menjadi mandiri dan segera mendapatkan kembali harga diri dan kehormatan yang selama ini hilang. Hal ini telah dicapai dan akan terus dilakukan LHM dengan mengabdikan sistem, produk, pelayanan, ketrampilan, keahlian, pengetahuan dan pengalamannya kepada petani
2. Misi.
Misi Perusahaan adalah : 50% tugas staff dan karyawan LHM adalah melayani dan selebihnya adalah melayani dengan lebih baik dan lebih baik lagi.
LHM berkomitmen untuk menjaga visi dan misi tetap teraplikasi secara riil, sekaligus sebagai innovator yang menciptakan kebutuhan, sebagai pencipta pasar, pencipta modal, pengembang peluang dan produsen teknologi baru di bidang pertanian.
C. Struktur Organisasi Perusahaan.
Layaknya Perusahaan lainnya, PT. LHM pun memiliki struktur organisasi Perusahaan. Dari ratusan pegawai yang ada didalam PT. LHM, hanya ada segelintir saja yang menjadi organ pokok dalam Perusahaan. Berikut adalah struktur organisasi PT. LHM:
D. Lokasi Usaha.
Kantor Pusat: Singosaren – Solo.
Peternakan I
LHM Research Station I, seluas 10 (sepuluh) hektar
di Karanggaleng – Sragen.
Peternakan II
LHM Research Station II, seluas 6 (enam) hektar
di Triyagan – Sukoharjo (Jaten).
E. Produk-Produk PT. LHM.
Perusahaan ini adalah suatu Perusahaan yang bergerak dibidang produk bioteknologi dan pupuk kompos organik. Produk-produknya antara lain adalah:
1) Customix Super : suplemen pakan untuk meningkatkan produktivitas ternak ruminansia seperti kambing, domba, kerbau, dan sapi.
2) Stardec : pengaktif mikroba tanah dan pengurai bahan organik.
3) Green Valley Fine Compost : pupuk kompos yang diproses dengan Stardec.
4) Probiotik Starbio : serbuk yang bilamana dicampurkan dengan pakan ternak ruminansia, maka protein yang ada pada makanan ternak tersebut dapat terserap sempurna.
5) Greenfood : beras organik.
6) Starbio Plus Tambak : campuran pakan yang berfungsi meningkatkan fungsi pencernaan dan efektivitas penyerapan pakan untuk hewan ternak tambak. Selain itu, bila ditaburkan dalam kolam tambak maka mampu memacu proses penguraian limbah organik (sisa pakan, feces, dan plankton mati).
7) Starbio Super : bila dimasukkan kedalam kolam tambak maka akan menciptakan dominasi bakteri yang bersahabat dengan kehidupan (probiotik), sehingga bakteri yang pathogen terdesak.
8) Mineral Super : mineral khusus hewan-hewan ruminansia.
9) Premix Vitamin : vitamin untuk ternak ruminansia.
10) Starbio Plus : pelopor dalam menangani masalah WC penuh yang bisa mengakibatkan WC mampet dan bau, bekerja dengan cara menguraikan limbah organik seperti kotoran manusia. Kemasan 100 gram biasanya digunakan untuk menangani wastafel yang tersumbat sisa-sisa makanan yang turut terbuang saat mencuci piring, dan kemasan 1kg biasanya digunakan untuk menangani WC penuh.
11) Black Gold : campuran khusus untuk Fine Compost.
Selain produk-produk tersebut, Laboratorium Hayati atau bisa juga disebut Agensia Hayati yang merupakan salah satu lembaga didalam PT. LHM yang bertugas melakukan penelitian dan penciptaan produk baru terkait dengan kegiatan bercocok tanam, telah berhasil menciptakan produk-produk berikut :
1) Startrap : sebuah perangkap serangga/lalat buah.
2) Blue-V : produk yang terbuat dari cendawan yang merupakan racun hama, dapat menyebabkan infeksi dan membunuh hama khususnya serangga. Cara pengaplikasiannya adalah dicampurkan dengan air lalu disemprotkan.
3) Gliostar-P : merupakan campuran kompos yang berfungsi sebagai agensia biologi yang bersifat parasit terhadap jamur pathogen, membunuh jamur dengan enzim-enzim atau bersifat meracuni.
4) Fugstop-P : campuran kompos yang merupakan agensia antagonis terhadap beberapa cendawan penyebab penyakit tanaman dan juga dapat digunakan untuk pembuatan kompos, karena mempercepat pelapukan bahan organik. Cendawan ini merupakan agensia antagonis yang banyak digunakan untuk mengendalikan pathogen tular tanah.
Tak hanya itu saja, PT. LHM juga menghasilkan produk-produk seperti hasil-hasil pertanian lainnya, tanaman-tanaman hias, ikan patin, hasil-hasil ternak sapi seperti susu segar.
F. Lokasi Pemasaran.
• Meliputi seluruh Indonesia, termasuk:
Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.
• Luar Negeri; Jepang, Malaysia
• Target selanjutnya: Filipina, Vietnam.
G. Sistem Pertanian Terpadu (Integrated Farming System).
Adalah suatu usaha untuk mensinergikan pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan dengan sistem yang efisien sehingga didapatkan nilai ekonomi yang tinggi. Adapun sistem yang dipakai dalam PT. LHM dikenal dengan Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA).
Sistem LEISA juga dinamakan dengan zero-waste, yakni meminimalisir limbah yang diciptakan dan memanfaatkan semaksimal mungkin limbah yang dihasilkan dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna. Sistem ini telah terbukti berhasil dan mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Skema LEISA digambarkan sebagai berikut:
Implementasi Integrated Farming System.
Mengintegrasikan pertanian, peternakan dan perikanan berupa:
• Budidaya sapi perah (breeding sapi betina).
• Budidaya ikan patin.
• Pengembangan sayuran organik, tanaman hias, dan tanaman buah dalam pot.
• Pengembangan lahan padi dan tanaman pangan lainnya.
H. Kegiatan Usaha Lainnya.
• Memproduksi, memasarkan dan mengembangkan kompos organik dan produk-produk probiotik dan bioteknologi untuk ternak, unggas dan tambak.
• Memanfaatkan kotoran ternak untuk biogas sebagai energi alternatif operasional Perusahaan.
I. Teknologi Tepat Guna dalam Penerapan Konsep LEISA.
1. Bagaimana mengubah limbah pertanian dan perkebunan menjadi sumber daya baru (a new form of resources) untuk mendukung eksistensi peternakan.
2. Bagaimana mengubah limbah peternakan menjadi suatu substansi vital, guna mendukung eksistensi pertanian.
J. Sasaran Integrated Farming System.
1. Pemberdayaan sumber daya lokal yang ekonomis.
2. Menciptakan produk-produk baru yang stabil.
3. Meminimalisasi kerusakan lingkungan.
4. Memaksimalkan sistem pertanian dan peternakan tanpa limbah (zero-waste).
5. Menciptakan kemandirian petani.
K. Motto LHM.
“We have a quality control program and we live by it”
LHM memiliki sistem kontrol kualitas yang ketat dan dapat bertahan hidup karena sistem tersebut. Bahkan, hampir semua produk PT. LHM menjadi jawara di kelasnya karena motto yang senantiasa dijaga ini. PT. LHM senantiasa melakukan pengembangan dan tidak berpuas diri meskipun sudah banyak penghargaan diraih.
L. Kualitas.
Berikut ini adalah kualitas-kualitas yang selalu Perusahaan pertahankan:
1. Kualitas Produk.
2. Kualitas Informasi.
3. Kualitas Pelayanan.
4. Kualitas Tindak Lanjut.
M. Kebijakan-Kebijakan dalam Perusahaan.
Berikut adalah kebijakan-kebijakan yang ada dalam PT. LHM:
1. Secara internal, LHM berkomitmen untuk memberikan kepada staff dan karyawan suasana kerja yang penuh kekeluargaan, pekerjaan yang stabil dengan kesempatan yang sama untuk belajar dan mendapatkan perkembangan pribadi.
2. Kreativitas akan selalu didorong untuk meningkatkan efektivitas LHM.
3. Staff dan karyawan LHM telah dan akan terus diberi perhatian, rasa hormat dan sikap peduli yang sama di dalam organisasi Perusahaan.
N. Keterangan-Keterangan Tambahan.
PT. LHM menggunakan prinsip Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) dalam mengembangkan usahanya. LEISA adalah pertanian yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang tersedia di tempat (seperti tanah, air, tumbuhan, tanaman, dan hewan lokal serta tenaga manusia, pengetahuan, dan ketrampilan) dan yang secara ekonomis layak, mantap secara ekologis, disesuaikan menurut budaya dan adil secara sosial. LEISA tidak bertujuan untuk memaksimalkan produksi dalam jangka pendek, namun untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang. LEISA berupaya untuk mempertahankan dan dimana mungkin meningkatkan sumber daya alam serta memanfaatkan secara maksimal proses-proses alami. Dimana bagian dari produksi itu dipasarkan, maka dicari peluang untuk memproses kembali unsur hara yang dihilangkan dari sistem usaha tani ke pasar. Prinsip LEISA yang diterapkan, akan menghasilkan beberapa keuntungan yaitu: optimalisasi sumber daya lokal, memaksimalisasi daur ulang (zero-waste), minimalisasi kerusakan lingkungan, diversifikasi usaha/produk, pencapaian tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang, menciptakan kemandirian. Berikut ini adalah penjelasan-penjelasan lainnya mengenai PT. LHM khususnya dimana penelitian dilakukan:
a) LHM Research Station II sangat mudah dicari karena lokasinya sangat luas. Selain itu, karena lokasinya dekat dengan Asrama Brigif Sambernyawa, maka asrama tersebut dapat juga dijadikan patokan untuk bertanya. Tak hanya itu, tak akan sulit untuk mencari LHM Research Station II karena sudah banyak warga Sukoharjo yang mengetahui tentang keberadaan PT. LHM. Hal ini disebabkan karena tidak sedikit warga disekitar lokasi penelitian yang direkrut untuk turut menjadi pegawai. Selain itu, seringnya bus-bus yang datang dari berbagai instansi sekolah maupun Pemerintah membuat lokasi penelitian semakin dikenal oleh warga disekitar lokasi penelitian. Berikut ini adalah peta lokasi LHM Research Station II:
b) Lokasi penelitian yang tadinya seluas 5 hektar dan kini menjadi 6 hektar ini dikelilingi area persawahan dengan bentuk bangunan semi permanen dan permanen. Berikut ini adalah Denah Bangunan LHM Research Station II:
c) Setiap Perusahaan pasti memiliki program kerja. Berikut ini adalah program yang ada pada Departemen Pemasaran PT.LHM:
DEPARTEMEN PEMASARAN
Budgeting
Marketing Planning
Promotion Strategy
Price Strategy
New Product & new resources
Organizing (Ko-ordinasi)
Controlling (Evaluasi)
Training
Services
Report and Presenting Marketing Act
Sales Planning Sales Planning
Target Sales & Collection Target Sales & Collection
Back Up Teknis di Lapangan Back Up Teknis di Lapangan
Peluang Bisnis di Pemerintah Peluang Bisnis di Pemerintah
Membuka Pasar (New Market) Membuka Pasar (New Market)
Maintain Sales Force Maintain Sales Force
Services Services
Training Training
Report and Presenting Sales Act Report and Presenting Sales Act
Sales & Collecting Activities
Budgeting Sales / Area
Sales & Collecting Activities
Budgeting Sales / Area
Services
d) Logo Perusahaan.
e) Logo Starbio Plus.
f) Suasana sehari-hari yang ada pada LHM Research Station II adalah:
1. Adanya rasa kekeluargaan.
Peneliti benar-benar merasakan hal ini saat sedang makan bersama dengan teman-teman yang lain. Tak hanya itu saja, seringkali canda tawa terlontar dan saling gurau terjadi antara pegawai LHM Research Station II dengan warga sekitar yang datang kesitu untuk mencari nafkah dengan berjualan. Ada seorang tukang tapai bernama Mbah Suparno yang sering dibantu oleh pegawai LHM Research Station II ketika sedang berjualan.
2. Suasana santai.
Suasana kerja pada LHM Research Station bisa dibilang sangatlah santai. Hal ini karena pegawainya sering dibolehkan untuk memakai celana pendek. Selain itu, seringkali para pegawai melontarkan candaan kepada pengunjung agar mereka tidak jenuh dan menimbulkan suasana yang santai dan tidak kaku antara pegawai dengan para pengunjung. Akan tetapi, para pegawai bukanlah tipe pegawai yang pendiam, disaat sepi pengunjung mereka saling berbincang-bincang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan. Ketika sedang tidak banyak pekerjaan, mereka juga memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan hal-hal lainnya yang dianggap perlu dilakukan, meskipun hal tersebut diluar dari job-desk mereka. Meskipun suasana sering santai, namun mereka memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Perusahaan.
3. Suasana pedesaan.
Suasana pedesaan pasti dirasakan oleh para pengunjung karena lokasi LHM Research Station II dikelilingi oleh hamparan-hamparan sawah. Selain itu, lokasinya yang memang masih berada di pedesaan tentu saja dapat dikenali hanya dengan menghirup udara disana. Meskipun panas terik terasa sangat menyengat namun tidak dapat dipungkiri bahwa udara disana masih udara pedesaan alias lebih sedikit polusi dibandingkan dengan perkotaan.
4. Suasana nyaman.
Peneliti merasakan hal ini karena fasilitas yang ada disana cukup bagus untuk membuat betah para pengunjung. Adanya kolam renang untuk anak, fasilitas toilet yang memadai dan berada pada tempat-tempat yang strategis. Tak hanya itu, lokasi Café yang lokasinya berdekatan dengan kolam renang dan dinaungi oleh pohon-pohon yang tinggi membuat para pengunjung betah untuk berlama-lama berada disana.
5. Panas yang terik.
Meskipun nyaman di beberapa tempat, namun di lokasi-lokasi dimana kulit kita terkena langsung oleh sinar Matahari, maka pasti terasa benar panas yang menyengat. Bagi para pegawai, terutama para staf PR yang bertugas menjadi tour-guide, hal itu sudahlah lazim karena memang tuntutan pekerjaan.
6. Suasana alami.
Pada lokasi penelitian, semua sangatlah alami. Semua produk yang diproduksi oleh PT. LHM merupakan produk-produk yang tidak ada campuran bahan kimia atau alami. Sebut saja produk-produknya seperti susu perah, ikan patin Starbio Plus, Starbio, Stardec, sayur-mayur dan buah-buahan dan beras organik, dan masih banyak lainnya. Bila peneliti ingat tentang susu perahnya, ingin rasanya peneliti kembali kesana lagi.
BAB II Kerangka Teori
BAB II
KERANGKA TEORI
A. Landasan Teori.
Inti dari skripsi yang penulis angkat adalah betapa pentingnya aplikasi WOM untuk diterapkan oleh para praktisi PR ataupun seorang calon PR seperti peneliti. Hal tersebut adalah agar para praktisi PR atau calon PR memiliki nilai tambah dalam pekerjaannya, agar dapat mengerti segala hal penting yang bersangkutan dengan Perusahaan tempatnya bekerja. Oleh karena itu, sebelum melangkah kepada Bab selanjutnya, peneliti perlu untuk menjelaskan teori-teori dibawah ini.
1. Komunikasi
Menurut Wilbur Schramm (Effendy 1993:64) bahwa komunikasi merupakan:
suatu penyampaian pesan yang diharapkan dapat menumbuhkan terciptanya suatu persamaan mengenai pesan tertentu antara komunikator dan komunikan, maka otomatis komunikasi akan berlangsung dengan lancar dan baik, dan untuk terjadinya sebuah proses paling sedikit terdapat lima komponen yaitu: (1) sumber/komunikator, (2) pesan, (3) saluran, (4) komunikan/khalayak, (5) efek.
Komunikasi adalah suatu sarana paling penting bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Manusia adalah makhluk hidup yang hidup secara berkelompok dan saling bergantung satu sama lain jadi tanpa adanya komunikasi antar manusia maka dapat dipastikan bahwa manusia tidak akan mampu hidup hingga sekarang. Dalam penerapannya, komunikasi telah digunakan untuk semua aspek penting dalam kehidupan manusia namun didalam penelitian ini peneliti hanya akan jelaskan mengenai komunikasi yang digunakan untuk pemasaran saja, hal ini adalah untuk membantu peneliti menjelaskan tentang WOM dalam penelitian yang dilakukan.
Berdasarkan pendapat Harold D. Lasswell (dalam Effendy, 2002: 27), seorang pakar komunikasi terkenal, komunikasi memiliki beberapa fungsi. Fungsi-fungsinya antara lain adalah:
a) Pengamatan terhadap lingkungan.
b) Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menanggapi lingkungan.
c) Penyebaran warisan sosial.
Adapun tujuan dari komunikasi itu bermacam-macam, namun diambil yang penting menjadi 4 (empat) macam (Effendy, 2003: 55). Ke-empat tujuan tersebut adalah:
a) Mengubah sikap (to change the attitude).
b) Mengubah opini/pendapat/pandangan (to change the opinion).
c) Mengubah perilaku (to change the behavior).
d) Mengubah masyarakat (to change the society).
2. Komunikasi Pemasaran
Disebutkan secara ringkas (dalam Sulaksana, 2007: 23) bahwa:
Komunikasi pemasaran adalah proses persebaran informasi tentang Perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran. Juga disebutkan bahwa perannya sangat vital mengingat peran komunikasi dalam memfasilitasi hubungan saling menguntungkan antara Perusahaan dengan pembeli prospektif.
Tujuan komunikasi pemasaran secara terintegrasi atau Integrated Marketing Communications (IMC) (dalam Rangkuti, 2009: 59) adalah meningkatkan ekuitas merk. Produk yang memiliki ekuitas merk yang relatif tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain sejenis akan mudah mengajak konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan.
Komunikasi Pemasaran merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam perusahaan. Tanpa adanya Komunikasi Pemasaran didalam suatu Perusahaan, maka dapat dipastikan bahwa Perusahaan tersebut akan sangat sulit dalam melakukan perkembangan. Perusahaan yang berharap dapat berhasil perlu memfokuskan pada Pemasaran. Filosofi seperti ini, disebut Konsep Pemasaran, sangat membantu Perusahaan mencapai tujuannya dengan mengutamakan kepuasan konsumen melalui koordinasi dan integrasi antara bidang Pemasaran dengan bidang kegiatan lainnya.
Dalam Komunikasi Pemasaran, ada 5 proses penting didalamnya (Machfud, 2006: 1). Proses-prosesnya adalah sebagai berikut (penjelasan-penjelasan didalamnya merupakan gabungan dari apa yang telah peneliti pelajari dan alami):
1. Penciptaan Pengenalan atau Awareness.
Apabila suatu Perusahaan atau seorang Pengusaha mempunyai produk yang hendak dipasarkan, maka terlebih dahulu harus memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
2. Pemahaman atau Comprehension.
Seorang pengusaha atau suatu perusahaan harus memberikan penjelasan kepada calon konsumen produknya mengenai produk yang ditawarkan.
3. Ketertarikan atau Interest.
Proses Ketertarikan atau Interest adalah bagaimana cara untuk menarik minat para calon konsumen untuk mau membeli produk yang sedang dipasarkan.
4. Intention to Buy.
Proses berikutnya setelah terciptanya interests, mulai mengarah kepada interaksi langsung antara produk dengan konsumen.
5. Action.
Setelah terbentuknya keinginan untuk membeli dalam benak konsumen, maka tahap berikutnya tinggal mengharapkan agar terjadinya action, atau tindakan nyata mewujudkannya.
Berikut adalah penjelasannya:
1. Penciptaan Pengenalan atau Awareness.
Memperkenalkan produk ke masyarakat pun belum cukup, bila produk yang dipasarkan ternyata sudah banyak diedarkan oleh perusahaan atau pengusaha lain, maka muncul suatu tantangan. Contoh: Seorang tukang kue tiba-tiba memiliki saingan yang menjual kue yang sama. Tantangan yang muncul adalah bagaimana caranya bersaing dengan saingannya itu. Hal ini bisa dilakukan tentunya dengan melakukan pemberian merek pada kuenya. Pemberian merk ini sangat penting karena merk merupakan suatu hal yang menjadi ciri khas dari produk itu sendiri. Nama merk seringkali merupakan nama yang berhubungan dengan Pengusaha yang membuat produk atau bisa juga merupakan suatu ciri khas dari suatu Perusahaan. Tanpa adanya merk suatu produk, mustahil masyarakat dapat mengetahui dan mengingat produsen dari produk tersebut. Merk yang baik adalah nama yang mudah di-ingat dan komersil. Meskipun sangat penting, merk bukanlah jaminan dalam keberhasilan pemasaran suatu produk. Bila namanya mudah di-ingat dan komersil namun mutu produk tidak baik, justru akan menimbulkan image negatif.
Dalam Pemasaran, terdapat 4 bauran Pemasaran, yaitu: produk, harga, distribusi, dan promosi. Setelah merk produk didapat, maka penentuan harga produk pun dilakukan. Penentuan harga dilakukan dengan melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dimana suatu harga dapat dianggap masuk akal. Distribusi pun dilakukan secara bertahap, pertama dalam skala kecil & secara perlahan proses pendistribusian ditingkatkan. Setelah persiapan dirasa cukup, promosi pun dilakukan dengan harapan agar lebih banyak masyarakat mengenal produk dan bertujuan untuk meningkatkan pemasukan / omset.
2. Pemahaman atau Comprehension.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan informasi pada label kemasan atau pada saat melakukan iklan/promosi. Dengan jelasnya informasi tentang suatu produk, maka akan lebih mudah bagi calon konsumen untuk memutuskan dibeli atau tidaknya suatu produk yang ditawarkan kepadanya.
Proses ini adalah bagaimana suatu Perusahaan memberikan penjelasan kepada calon konsumennya, serta bagaimana cara suatu Perusahaan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan mengenai produk yang dipasarkan. Iklan yang dilakukan diharapkan mampu “berbicara” kepada para calon konsumen, dimana gambar-gambar ataupun tulisan-tulisan dalam iklan produk yang sedang dipasarkan mampu memberikan gambaran yang tepat. Tak hanya itu saja, peran aktif para salesperson dan orang-orang yang bertanggung jawab dalam customer services pun sangat diperlukan dalam mendukung proses ini.
3. Ketertarikan atau Interest.
Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan berbagai jenis promosi. Namun, promosi yang seperti apakah yang cocok untuk mendukung proses ini? Bila dalam proses pertama dan kedua jenis promosi lebih menekankan kepada penjelasan produk, maka dalam proses ini promosi lebih menekankan bagaimana cara memanjakan konsumen atau calon konsumen.
Yang dimaksud dengan memanjakan konsumen atau calon konsumen adalah dengan cara memberikan penawaran-penawaran khusus kepada mereka. Penawaran-penawaran itu antara lain adalah pemberian discount, pemberian bonus-bonus seperti gifts, hadiah langsung ataupun diundi, voucher liburan, events promo, buy 2 get 1, Corporate Social Responsibility (CSR) atau kegiatan-kegiatan sosial untuk komunitas yang dilakukan oleh Perusahaan, dan lain-lain. Dari proses inilah para konsumen atau calon konsumen yang pernah membeli atau mungkin sama sekali belum pernah membeli menjadi semakin tertarik untuk membeli.
4. Intention to Buy.
Setelah tercipta interest, konsumen akan bergerak secara sadar atau tidak, disengaja ataupun tidak, untuk menemukan merk atau produk yang sedang dipasarkan. Dalam proses ini sebenarnya calon konsumen sudah menciptakan suatu bayang-bayang dalam benaknya, suatu angan-angan untuk dapat memiliki suatu produk atau jasa yang ditawarkan tersebut. Namun pihak produsen dan pemasang iklan harus berhati-hati agar tidak mengecewakan calon konsumen yang telah memiliki niat untuk membeli.
Bayangkan apabila kita dihujani dengan iklan yang sedemikian gencar dan provokatif, sampai kemudian kita penasaran dan ingin tahu seperti apa sebenarnya produknya (sebenarnya kalau sudah demikian kita interest dengan produk tersebut). Namun, saat kita beraktivitas, jalan-jalan, hang-out, dan beredar dibanyak tempat, kita tidak pernah menemukan produk yang bersangkutan. Mungkin saja kita berpikir, “Produk ini serius ga sih??”. Bisa juga kita beranggapan, “Payah deh, iklannya doang yang kenceng!!!”.
Kekecewaan konsumen seringkali terjadi karena konsumen menganggap bahwa ternyata produk yang dibelinya tidak sesuai dengan anggapannya, terlebih apabila konsumen sudah sangat tertarik dan percaya dengan iklan. Pada sisi lain, sebenarnya komunikasi dan image merk juga bisa men-’drive’ konsumen untuk mendapatkan kesan positif saat melakukan intention. Hal ini yang disebut dengan penciptaan sugesti.
5. Action.
Ini adalah proses komunikasi pemasaran yang terakhir. Tinggal masalah waktu saja sebelum terjadinya pembelian.
Dengan berbekal pengetahuan atas 5 tahapan komunikasi pemasaran tadi, maka lebih mudah bagi pengusaha atau produsen untuk menganalisa kegiatan pemasaran atau marketingnya. Kelima tahapan komunikasi pemasaran yang sejatinya merupakan penjelasan dari Inu Machfud, Head of Researcher, Brand Research Indonesia ini dalam faktanya berjalan tak seperti urutannya. Seringkali terjadi saat proses 1 dilalui, maka proses 3 dulu yang terjadi baru proses 2, lalu proses 4, dan yang terakhir adalah proses 5. Yang jelas, pastinya proses 1 tetap berjalan sebagai awalan. Apabila yang lainnya tidak berurutan tidak masalah, toh kesemuanya memang pasti terjadi didalam Komunikasi Pemasaran. Yang terpenting dalam Komunikasi Pemasaran adalah bagaimana caranya agar produk yang kita pasarkan bisa laku di pasaran, bukan terpaut kepada teori saja. Lepas dari teori yang ada pastinya setiap orang memiliki kemampuan otodidak untuk berkembang apabila mau terus belajar dan berusaha.
Hubungan antara Komunikasi Pemasaran dengan WOM adalah bahwa WOM sebenarnya juga merupakan Komunikasi Pemasaran. Bisa disebut demikian karena WOM adalah salah satu cara untuk memasarkan produk.
3. Publikasi.
Publikasi diartikan sebagai:
“the distribution of copies or phonorecords of a work to the public by sale or other transfer of ownership, or by rental, lease, or lending.” Yang dalam bahasa Indonesia peneliti artikan sebagai pendistribusian salinan-salinan ataupun rekaman-rekaman mengenai suatu pekerjaan kepada publik dengan penjualan atau bentuk lain perpindahan kepemilikan, atau dengan penyewaan, penggadaian, atau peminjaman. (www.wikipedia.com). Publikasi berasal dari bahasa latin Publicatio, dan publisitas juga berasal dari bahasa latin yakni publisitas, yang hampir sama artinya, yakni pengumuman atau upaya membuat jadi umum.
Bentuk-bentuk publikasi (www.wikipedia.com):
• Berita rutin: pengumuman, pertemuan, konferensi, pameran seni, pelatihan singkat, pernyataan perusahaan mengenai akusisi, peruahan, atau pembagian personil.
• Artikel panjang/ liputan mendalam (features): aktivitas sosial perusahaan, upaya perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan sosial. Artikel/ liputan ini biasanya berkaitan dengan wacana yang akan digulirkan oleh organisasi untuk memperoleh tanggapan publik dan mendorong pemerintah mengeuarkan kebijakan tertentu.
Pengertian Publisitas adalah:
Penempatan berupa artikel, tulisan, foto, atau tayangan visual yang sarat nilai berita baik karena luar biasa, penting atau mengandung unsur-unsur emosional, kemanusiaan, dan humor secara gratis dan bertujuan untuk memusatkan perhatian terhadap suatu tempat, orang-orang, atau suatu institusi yang biasanya dilakukan melalui penerbitan umum (www.wikipedia.com).
Disebutkan pula dalam (Cutlip et al., 2007: 12) bahwa:
Sebagian besar berita dan informasi di media berasal dari sumber-sumber PR, tetapi karena sumber-sumber tersebut tidak membayar atas pemberitaan, maka hanya sedikit atau bahkan tidak punya kontrol apabila informasi tersebut digunakan, kapan informasi itu dipakai, dan bagaimana informasi itu digunakan, atau disalahgunakan oleh media.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa publisitas sebagai sarana informasi yang tidak perlu membayar ruang-ruang pemberitaannya/penyiarannya namun disaat yang sama tidak dapat dikontrol oleh individu/Perusahaan yang memberikan informasi, sebagai akibatnya informasi dapat mengakibatkan terbentuknya citra dan mempengaruhi orang banyak dan dapat berakibat aksi – dimana aksi ini dapat menguntungkan atau merugikan disaat informasi dipublikasikan.
Presentasi pendiri dari PT. LHM mengenai produk-produk PT. LHM terhadap orang-orang berpengaruh yang dalam bidang peternakan, perikanan, dan pertanian merupakan cerminan dari kecerdikan pendiri PT. LHM dalam mempublikasikan produk-produknya. Disebutkan (dalam Gladwell, 2009: 320) bahwa:
“Cukup dengan memanipulasi ukuran kelompok, penerimaan orang terhadap gagasan-gagasan baru dapat meningkat secara dramatis. Lewat penyajian informasi yang tepat, kita dapat meningkatkan kelekatannya secara nyata. Dengan menemukan dan memanfaatkan beberapa orang tertentu yang mempunyai pergaulan sangat luas, kita dapat menentukan perkembangan epidemik sosial”.
Dari buku-buku yang beredar mengenai hal ini, perbedaan antara publikasi dengan publisitas adalah bahwa publikasi memiliki makna yang lebih luas daripada publisitas. Jadi, publisitas sudah pasti publikasi, tetapi publikasi belum tentu publisitas. Jadi, menurut apa yang peneliti pahami dari buku-buku yang telah peneliti baca, maka publikasi dibedakan menjadi 2 yakni berbayar (advertising) dan tidak berbayar (publicity). Publisitas disini peneliti pahami sebagai publikasi tidak berbayar karena sumber menyampaikan informasi kepada media, namun media tersebut tidak menarik bayaran kepada sumber dalam hal penyebaran informasi yang didapatkan dari sumber tersebut, sehingga apapun informasi yang akan keluar itu memang sepenuhnya merupakan hak dari media. Sedangkan publikasi berbayar peneliti anggap sebagai advertising, disini sumber menentukan informasi apa yang akan disampaikan oleh pihak media kepada publik. Meskipun peneliti mendapatkan masukan-masukan lain mengenai publikasi dan publisitas, namun peneliti menganggap bahwa pendapat yang peneliti sebutkan diatas adalah pendapat terkuat bagi peneliti.
Didalam penulisan skripsi ini sengaja peneliti masukkan mengenai publikasi dan publisitas karena peneliti anggap masih ada hubungannya. Inti penting dari skripsi ini yakni WOM masuk kedalam publisitas karena memiliki ciri-ciri yang sama. Meskipun Perusahaan memang membayar pembuatan brosur, pamflet, banner, dan spanduk namun peneliti anggap ini bukanlah publikasi berbayar dan peneliti anggap ini hanyalah bentuk transaksi dengan pihak pembuat brosur, pamflet, banner, dan spanduk tersebut.
Karena tujuannya menjelaskan sesuatu untuk kepentingan organisasi, PR sangat erat hubungannya dengan publisitas. Diterangkan (Ruslan, 2008: 76) bahwa proses akumulasi dan amanah kepercayaan yang telah diberikan oleh individu-individu akan mengalami suatu proses cepat atau lambat untuk membentuk suatu opini publik yang lebih luas, yang dinamakan citra (image). Publisitas memunculkan suatu citra, berdasarkan suatu informasi atau pengalaman tertentu. Citra dari sesuatu tidak selamanya mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya, meskipun seringkali memang sesuai dengan kenyataan. Hal ini disebabkan karena citra itu semata-mata terbentuk berdasarkan informasi yang tersedia. Oleh karena itulah, kegiatan publisitas tak hanya bisa dilakukan oleh seorang PR saja, melainkan semua orangpun bisa melakukannya.
Sebuah contoh kasusnya adalah Ibu Prita yang terkait kasus dengan salah satu Rumah Sakit Swasta di Indonesia. Dalam kasus tersebut, Ibu Prita menyebarkan beberapa informasi negatif tentang Rumah Sakit tersebut menggunakan alamat email miliknya. Alhasil, seperti yang sama-sama kita ketahui, informasi tersebut menyebar luas dan Ibu Prita pun dituntut oleh pihak Rumah Sakit. Dari kasus tersebut maka kita sama-sama dapat menyimpulkan bahwa publisitas tidak dapat kita atur sesuai kehendak kita. Orang-orang pada umumnya selain memiliki penilaian publisitas yang baik, mereka pun tidak luput dari penilaian publisitas yang buruk, dan Ibu Prita-lah contohnya. Atas dasar kenyataan itulah tidak mengherankan bila kita ataupun suatu Perusahaan mendapatkan citra yang berlainan antara surat kabar satu dengan surat kabar lainnya. Dengan demikian, informasi yang benar, akurat, tidak memihak, lengkap, dan memadai (memuaskan) itu benar-benar penting bagi munculnya citra yang tepat.
4. Aplikasi Words of Mouth.
Dijelaskan (Rangkuti, 2009: 77) bahwa WOM adalah:
Usaha pemasaran yang memicu pelanggan untuk membicarakan, mempromosikan, merekomendasikan, dan menjual suatu produk/jasa/merk kepada pelanggan lain. Tujuan akhirnya adalah seorang pelanggan tidak hanya mampu membicarakan dan mempromosikan produk yang ia gunakan, tetapi juga mampu menjual secara tidak langsung kepada pelanggan lainnya.
Berdasarkan penjelasan tadi, maka aplikasi komunikasi WOM berarti penerapan suatu penyampaian pesan yang diharapkan dapat menumbuhkan terciptanya suatu persamaan mengenai suatu pesan tertentu antara komunikator yang berasal dari sumbernya atau pusatnya langsung dengan komunikan baik itu individual ataupun berkelompok, yang nantinya diharapkan komunikan tadi menjadi komunikator bagi komunikan baru dan begitu pula seterusnya. Istilah WOM makin sering terdengar karena makin banyak praktisi dalam bidang pemasaran dan bahkan PR yang menggunakannya, sebagai contoh: PR PT. LHM yang menggunakan teknik WOM dalam memperkenalkan produk-produk yang diproduksi oleh PT. LHM.
Pentingnya WOM (www.tanadisantoso.com) adalah:
Bahwa WOM marketing hampir menjadi kunci sukses bisnis kecil apapun. Disebutkan pula bahwa toko roti yang enak, nasi pecel, soto ayam, toko kamera digital, semuanya menjadi sukses karena “getok tular”, marketing dari mulut ke mulut, oleh pembeli yang sangat puas terhadap produk atau servis anda.
Aplikasi komunikasi WOM perlu diketahui oleh para praktisi PR dan para calon praktisi PR agar dapat menjadi nilai tambah tersendiri bagi para praktisi PR dan calon praktisi PR tersebut. Selain itu, untuk menjaga nama baik Perusahaan, seorang PR mempunyai 27 perintah dan larangan (Laermer, et al., 2009: 144) dalam menjalin hubungan dengan media, namun dari kesemuanya itu ada satu hal yang paling penting yang perlu diterapkan oleh setiap PR, yakni jangan berbohong. Sebagai tambahan, cara PT. LHM dalam mempromosikan produk-produk disebut juga (dalam Waringin, 2008) dengan soft-selling, yakni penjualan dilakukan dengan cara mengingatkan, bukan menawarkan.
B. Kerangka Pemikiran.
Kerangka Pemikiran berangkat dari Komunikasi. Komunikasi adalah unsur penting dalam kehidupan manusia karena dengan itu manusia mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Lalu, beranjak dari komunikasi kita masuk kedalam komunikasi pemasaran dimana komunikasi dipergunakan dalam upaya untuk memasarkan suatu produk. Dari komunikasi pemasaran, maka dilanjutkan kepada publikasi, dapat dilihat pula bahwa komunikasi pemasaran telah membantu munculnya brand awareness dari Starbio Plus secara tidak langsung. Selanjutnya, dapat dilihat pula bahwa publikasi bisa membentuk WOM ataupun Brand awareness dari Starbio Plus. WOM juga dapat menghasilkan brand awareness dan begitu pula sebaliknya.
Humas menggunakan teori-teori komunikasi yang ada demi kepentingan Perusahaan. Kepentingan yang menyangkut dengan lingkup internal dan eksternal Perusahaan sangat sering menggunakan teori-teori komunikasi yang ada, tetapi dalam penelitian yang peneliti lakukan ini hanya dijabarkan teori komunikasi yang dipakai untuk kepentingan pemasaran suatu produk.
Salah satu teori yang peneliti temukan dalam penelitian ini adalah adanya teori publisitas. Teori ini adalah suatu teori yang termasuk didalam publikasi, yakni publikasi tak berbayar. Peneliti menyimpulkan adanya teori ini dikarenakan memang sistem pemasarannya seperti itu ketika peneliti mengamati di Perusahaan tersebut.
Salah satu bentuk publisitas yang digunakan adalah bentuk pengaplikasian teknik WOM didalam memasarkan produk-produk yang diproduksi oleh PT. LHM. Aplikasi WOM didalam memasarkan produk-produk PT. LHM ternyata berdampak sangat efektif sehingga dipertahankan hingga sekarang.
Dari kesemua tindakan yang telah disebutkan, maka muncullah brand awareness. Brand Awareness adalah suatu istilah dimana publik sudah mulai mengenal kebesaran nama suatu produk/Perusahaan. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa nama produk-produk PT. LHM ternyata lebih dikenal dibandingkan dengan nama PT. LHM itu sendiri.
Pada penelitian ini peneliti hanya berfokus kepada suatu produk bernama Starbio Plus. Produk ini adalah salah satu produk PT. LHM yang promosinya benar-benar menggunakan aplikasi WOM sehingga inilah alasan mengapa peneliti mengangkat produk ini kedalam penelitian. Pada awalnya, Starbio Plus memang belum dikenal, namun saat ini sudah cukup banyak yang mulai mengenal kehebatan produk ini dalam menangani WC penuh. Sudah banyak orang yang mereferensikan produk ini ketika seseorang mengalami WC penuh dan mencari pemecahan terhadap masalah tersebut, terutama bagi yang tinggalnya di lokasi dimana mobil sedot WC susah untuk mencapainya.
KERANGKA TEORI
A. Landasan Teori.
Inti dari skripsi yang penulis angkat adalah betapa pentingnya aplikasi WOM untuk diterapkan oleh para praktisi PR ataupun seorang calon PR seperti peneliti. Hal tersebut adalah agar para praktisi PR atau calon PR memiliki nilai tambah dalam pekerjaannya, agar dapat mengerti segala hal penting yang bersangkutan dengan Perusahaan tempatnya bekerja. Oleh karena itu, sebelum melangkah kepada Bab selanjutnya, peneliti perlu untuk menjelaskan teori-teori dibawah ini.
1. Komunikasi
Menurut Wilbur Schramm (Effendy 1993:64) bahwa komunikasi merupakan:
suatu penyampaian pesan yang diharapkan dapat menumbuhkan terciptanya suatu persamaan mengenai pesan tertentu antara komunikator dan komunikan, maka otomatis komunikasi akan berlangsung dengan lancar dan baik, dan untuk terjadinya sebuah proses paling sedikit terdapat lima komponen yaitu: (1) sumber/komunikator, (2) pesan, (3) saluran, (4) komunikan/khalayak, (5) efek.
Komunikasi adalah suatu sarana paling penting bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Manusia adalah makhluk hidup yang hidup secara berkelompok dan saling bergantung satu sama lain jadi tanpa adanya komunikasi antar manusia maka dapat dipastikan bahwa manusia tidak akan mampu hidup hingga sekarang. Dalam penerapannya, komunikasi telah digunakan untuk semua aspek penting dalam kehidupan manusia namun didalam penelitian ini peneliti hanya akan jelaskan mengenai komunikasi yang digunakan untuk pemasaran saja, hal ini adalah untuk membantu peneliti menjelaskan tentang WOM dalam penelitian yang dilakukan.
Berdasarkan pendapat Harold D. Lasswell (dalam Effendy, 2002: 27), seorang pakar komunikasi terkenal, komunikasi memiliki beberapa fungsi. Fungsi-fungsinya antara lain adalah:
a) Pengamatan terhadap lingkungan.
b) Korelasi unsur-unsur masyarakat ketika menanggapi lingkungan.
c) Penyebaran warisan sosial.
Adapun tujuan dari komunikasi itu bermacam-macam, namun diambil yang penting menjadi 4 (empat) macam (Effendy, 2003: 55). Ke-empat tujuan tersebut adalah:
a) Mengubah sikap (to change the attitude).
b) Mengubah opini/pendapat/pandangan (to change the opinion).
c) Mengubah perilaku (to change the behavior).
d) Mengubah masyarakat (to change the society).
2. Komunikasi Pemasaran
Disebutkan secara ringkas (dalam Sulaksana, 2007: 23) bahwa:
Komunikasi pemasaran adalah proses persebaran informasi tentang Perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya (offering) pada pasar sasaran. Juga disebutkan bahwa perannya sangat vital mengingat peran komunikasi dalam memfasilitasi hubungan saling menguntungkan antara Perusahaan dengan pembeli prospektif.
Tujuan komunikasi pemasaran secara terintegrasi atau Integrated Marketing Communications (IMC) (dalam Rangkuti, 2009: 59) adalah meningkatkan ekuitas merk. Produk yang memiliki ekuitas merk yang relatif tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain sejenis akan mudah mengajak konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan.
Komunikasi Pemasaran merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam perusahaan. Tanpa adanya Komunikasi Pemasaran didalam suatu Perusahaan, maka dapat dipastikan bahwa Perusahaan tersebut akan sangat sulit dalam melakukan perkembangan. Perusahaan yang berharap dapat berhasil perlu memfokuskan pada Pemasaran. Filosofi seperti ini, disebut Konsep Pemasaran, sangat membantu Perusahaan mencapai tujuannya dengan mengutamakan kepuasan konsumen melalui koordinasi dan integrasi antara bidang Pemasaran dengan bidang kegiatan lainnya.
Dalam Komunikasi Pemasaran, ada 5 proses penting didalamnya (Machfud, 2006: 1). Proses-prosesnya adalah sebagai berikut (penjelasan-penjelasan didalamnya merupakan gabungan dari apa yang telah peneliti pelajari dan alami):
1. Penciptaan Pengenalan atau Awareness.
Apabila suatu Perusahaan atau seorang Pengusaha mempunyai produk yang hendak dipasarkan, maka terlebih dahulu harus memperkenalkan produknya kepada masyarakat.
2. Pemahaman atau Comprehension.
Seorang pengusaha atau suatu perusahaan harus memberikan penjelasan kepada calon konsumen produknya mengenai produk yang ditawarkan.
3. Ketertarikan atau Interest.
Proses Ketertarikan atau Interest adalah bagaimana cara untuk menarik minat para calon konsumen untuk mau membeli produk yang sedang dipasarkan.
4. Intention to Buy.
Proses berikutnya setelah terciptanya interests, mulai mengarah kepada interaksi langsung antara produk dengan konsumen.
5. Action.
Setelah terbentuknya keinginan untuk membeli dalam benak konsumen, maka tahap berikutnya tinggal mengharapkan agar terjadinya action, atau tindakan nyata mewujudkannya.
Berikut adalah penjelasannya:
1. Penciptaan Pengenalan atau Awareness.
Memperkenalkan produk ke masyarakat pun belum cukup, bila produk yang dipasarkan ternyata sudah banyak diedarkan oleh perusahaan atau pengusaha lain, maka muncul suatu tantangan. Contoh: Seorang tukang kue tiba-tiba memiliki saingan yang menjual kue yang sama. Tantangan yang muncul adalah bagaimana caranya bersaing dengan saingannya itu. Hal ini bisa dilakukan tentunya dengan melakukan pemberian merek pada kuenya. Pemberian merk ini sangat penting karena merk merupakan suatu hal yang menjadi ciri khas dari produk itu sendiri. Nama merk seringkali merupakan nama yang berhubungan dengan Pengusaha yang membuat produk atau bisa juga merupakan suatu ciri khas dari suatu Perusahaan. Tanpa adanya merk suatu produk, mustahil masyarakat dapat mengetahui dan mengingat produsen dari produk tersebut. Merk yang baik adalah nama yang mudah di-ingat dan komersil. Meskipun sangat penting, merk bukanlah jaminan dalam keberhasilan pemasaran suatu produk. Bila namanya mudah di-ingat dan komersil namun mutu produk tidak baik, justru akan menimbulkan image negatif.
Dalam Pemasaran, terdapat 4 bauran Pemasaran, yaitu: produk, harga, distribusi, dan promosi. Setelah merk produk didapat, maka penentuan harga produk pun dilakukan. Penentuan harga dilakukan dengan melakukan pertimbangan-pertimbangan tertentu dimana suatu harga dapat dianggap masuk akal. Distribusi pun dilakukan secara bertahap, pertama dalam skala kecil & secara perlahan proses pendistribusian ditingkatkan. Setelah persiapan dirasa cukup, promosi pun dilakukan dengan harapan agar lebih banyak masyarakat mengenal produk dan bertujuan untuk meningkatkan pemasukan / omset.
2. Pemahaman atau Comprehension.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan informasi pada label kemasan atau pada saat melakukan iklan/promosi. Dengan jelasnya informasi tentang suatu produk, maka akan lebih mudah bagi calon konsumen untuk memutuskan dibeli atau tidaknya suatu produk yang ditawarkan kepadanya.
Proses ini adalah bagaimana suatu Perusahaan memberikan penjelasan kepada calon konsumennya, serta bagaimana cara suatu Perusahaan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan mengenai produk yang dipasarkan. Iklan yang dilakukan diharapkan mampu “berbicara” kepada para calon konsumen, dimana gambar-gambar ataupun tulisan-tulisan dalam iklan produk yang sedang dipasarkan mampu memberikan gambaran yang tepat. Tak hanya itu saja, peran aktif para salesperson dan orang-orang yang bertanggung jawab dalam customer services pun sangat diperlukan dalam mendukung proses ini.
3. Ketertarikan atau Interest.
Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan berbagai jenis promosi. Namun, promosi yang seperti apakah yang cocok untuk mendukung proses ini? Bila dalam proses pertama dan kedua jenis promosi lebih menekankan kepada penjelasan produk, maka dalam proses ini promosi lebih menekankan bagaimana cara memanjakan konsumen atau calon konsumen.
Yang dimaksud dengan memanjakan konsumen atau calon konsumen adalah dengan cara memberikan penawaran-penawaran khusus kepada mereka. Penawaran-penawaran itu antara lain adalah pemberian discount, pemberian bonus-bonus seperti gifts, hadiah langsung ataupun diundi, voucher liburan, events promo, buy 2 get 1, Corporate Social Responsibility (CSR) atau kegiatan-kegiatan sosial untuk komunitas yang dilakukan oleh Perusahaan, dan lain-lain. Dari proses inilah para konsumen atau calon konsumen yang pernah membeli atau mungkin sama sekali belum pernah membeli menjadi semakin tertarik untuk membeli.
4. Intention to Buy.
Setelah tercipta interest, konsumen akan bergerak secara sadar atau tidak, disengaja ataupun tidak, untuk menemukan merk atau produk yang sedang dipasarkan. Dalam proses ini sebenarnya calon konsumen sudah menciptakan suatu bayang-bayang dalam benaknya, suatu angan-angan untuk dapat memiliki suatu produk atau jasa yang ditawarkan tersebut. Namun pihak produsen dan pemasang iklan harus berhati-hati agar tidak mengecewakan calon konsumen yang telah memiliki niat untuk membeli.
Bayangkan apabila kita dihujani dengan iklan yang sedemikian gencar dan provokatif, sampai kemudian kita penasaran dan ingin tahu seperti apa sebenarnya produknya (sebenarnya kalau sudah demikian kita interest dengan produk tersebut). Namun, saat kita beraktivitas, jalan-jalan, hang-out, dan beredar dibanyak tempat, kita tidak pernah menemukan produk yang bersangkutan. Mungkin saja kita berpikir, “Produk ini serius ga sih??”. Bisa juga kita beranggapan, “Payah deh, iklannya doang yang kenceng!!!”.
Kekecewaan konsumen seringkali terjadi karena konsumen menganggap bahwa ternyata produk yang dibelinya tidak sesuai dengan anggapannya, terlebih apabila konsumen sudah sangat tertarik dan percaya dengan iklan. Pada sisi lain, sebenarnya komunikasi dan image merk juga bisa men-’drive’ konsumen untuk mendapatkan kesan positif saat melakukan intention. Hal ini yang disebut dengan penciptaan sugesti.
5. Action.
Ini adalah proses komunikasi pemasaran yang terakhir. Tinggal masalah waktu saja sebelum terjadinya pembelian.
Dengan berbekal pengetahuan atas 5 tahapan komunikasi pemasaran tadi, maka lebih mudah bagi pengusaha atau produsen untuk menganalisa kegiatan pemasaran atau marketingnya. Kelima tahapan komunikasi pemasaran yang sejatinya merupakan penjelasan dari Inu Machfud, Head of Researcher, Brand Research Indonesia ini dalam faktanya berjalan tak seperti urutannya. Seringkali terjadi saat proses 1 dilalui, maka proses 3 dulu yang terjadi baru proses 2, lalu proses 4, dan yang terakhir adalah proses 5. Yang jelas, pastinya proses 1 tetap berjalan sebagai awalan. Apabila yang lainnya tidak berurutan tidak masalah, toh kesemuanya memang pasti terjadi didalam Komunikasi Pemasaran. Yang terpenting dalam Komunikasi Pemasaran adalah bagaimana caranya agar produk yang kita pasarkan bisa laku di pasaran, bukan terpaut kepada teori saja. Lepas dari teori yang ada pastinya setiap orang memiliki kemampuan otodidak untuk berkembang apabila mau terus belajar dan berusaha.
Hubungan antara Komunikasi Pemasaran dengan WOM adalah bahwa WOM sebenarnya juga merupakan Komunikasi Pemasaran. Bisa disebut demikian karena WOM adalah salah satu cara untuk memasarkan produk.
3. Publikasi.
Publikasi diartikan sebagai:
“the distribution of copies or phonorecords of a work to the public by sale or other transfer of ownership, or by rental, lease, or lending.” Yang dalam bahasa Indonesia peneliti artikan sebagai pendistribusian salinan-salinan ataupun rekaman-rekaman mengenai suatu pekerjaan kepada publik dengan penjualan atau bentuk lain perpindahan kepemilikan, atau dengan penyewaan, penggadaian, atau peminjaman. (www.wikipedia.com). Publikasi berasal dari bahasa latin Publicatio, dan publisitas juga berasal dari bahasa latin yakni publisitas, yang hampir sama artinya, yakni pengumuman atau upaya membuat jadi umum.
Bentuk-bentuk publikasi (www.wikipedia.com):
• Berita rutin: pengumuman, pertemuan, konferensi, pameran seni, pelatihan singkat, pernyataan perusahaan mengenai akusisi, peruahan, atau pembagian personil.
• Artikel panjang/ liputan mendalam (features): aktivitas sosial perusahaan, upaya perusahaan yang menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan sosial. Artikel/ liputan ini biasanya berkaitan dengan wacana yang akan digulirkan oleh organisasi untuk memperoleh tanggapan publik dan mendorong pemerintah mengeuarkan kebijakan tertentu.
Pengertian Publisitas adalah:
Penempatan berupa artikel, tulisan, foto, atau tayangan visual yang sarat nilai berita baik karena luar biasa, penting atau mengandung unsur-unsur emosional, kemanusiaan, dan humor secara gratis dan bertujuan untuk memusatkan perhatian terhadap suatu tempat, orang-orang, atau suatu institusi yang biasanya dilakukan melalui penerbitan umum (www.wikipedia.com).
Disebutkan pula dalam (Cutlip et al., 2007: 12) bahwa:
Sebagian besar berita dan informasi di media berasal dari sumber-sumber PR, tetapi karena sumber-sumber tersebut tidak membayar atas pemberitaan, maka hanya sedikit atau bahkan tidak punya kontrol apabila informasi tersebut digunakan, kapan informasi itu dipakai, dan bagaimana informasi itu digunakan, atau disalahgunakan oleh media.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa publisitas sebagai sarana informasi yang tidak perlu membayar ruang-ruang pemberitaannya/penyiarannya namun disaat yang sama tidak dapat dikontrol oleh individu/Perusahaan yang memberikan informasi, sebagai akibatnya informasi dapat mengakibatkan terbentuknya citra dan mempengaruhi orang banyak dan dapat berakibat aksi – dimana aksi ini dapat menguntungkan atau merugikan disaat informasi dipublikasikan.
Presentasi pendiri dari PT. LHM mengenai produk-produk PT. LHM terhadap orang-orang berpengaruh yang dalam bidang peternakan, perikanan, dan pertanian merupakan cerminan dari kecerdikan pendiri PT. LHM dalam mempublikasikan produk-produknya. Disebutkan (dalam Gladwell, 2009: 320) bahwa:
“Cukup dengan memanipulasi ukuran kelompok, penerimaan orang terhadap gagasan-gagasan baru dapat meningkat secara dramatis. Lewat penyajian informasi yang tepat, kita dapat meningkatkan kelekatannya secara nyata. Dengan menemukan dan memanfaatkan beberapa orang tertentu yang mempunyai pergaulan sangat luas, kita dapat menentukan perkembangan epidemik sosial”.
Dari buku-buku yang beredar mengenai hal ini, perbedaan antara publikasi dengan publisitas adalah bahwa publikasi memiliki makna yang lebih luas daripada publisitas. Jadi, publisitas sudah pasti publikasi, tetapi publikasi belum tentu publisitas. Jadi, menurut apa yang peneliti pahami dari buku-buku yang telah peneliti baca, maka publikasi dibedakan menjadi 2 yakni berbayar (advertising) dan tidak berbayar (publicity). Publisitas disini peneliti pahami sebagai publikasi tidak berbayar karena sumber menyampaikan informasi kepada media, namun media tersebut tidak menarik bayaran kepada sumber dalam hal penyebaran informasi yang didapatkan dari sumber tersebut, sehingga apapun informasi yang akan keluar itu memang sepenuhnya merupakan hak dari media. Sedangkan publikasi berbayar peneliti anggap sebagai advertising, disini sumber menentukan informasi apa yang akan disampaikan oleh pihak media kepada publik. Meskipun peneliti mendapatkan masukan-masukan lain mengenai publikasi dan publisitas, namun peneliti menganggap bahwa pendapat yang peneliti sebutkan diatas adalah pendapat terkuat bagi peneliti.
Didalam penulisan skripsi ini sengaja peneliti masukkan mengenai publikasi dan publisitas karena peneliti anggap masih ada hubungannya. Inti penting dari skripsi ini yakni WOM masuk kedalam publisitas karena memiliki ciri-ciri yang sama. Meskipun Perusahaan memang membayar pembuatan brosur, pamflet, banner, dan spanduk namun peneliti anggap ini bukanlah publikasi berbayar dan peneliti anggap ini hanyalah bentuk transaksi dengan pihak pembuat brosur, pamflet, banner, dan spanduk tersebut.
Karena tujuannya menjelaskan sesuatu untuk kepentingan organisasi, PR sangat erat hubungannya dengan publisitas. Diterangkan (Ruslan, 2008: 76) bahwa proses akumulasi dan amanah kepercayaan yang telah diberikan oleh individu-individu akan mengalami suatu proses cepat atau lambat untuk membentuk suatu opini publik yang lebih luas, yang dinamakan citra (image). Publisitas memunculkan suatu citra, berdasarkan suatu informasi atau pengalaman tertentu. Citra dari sesuatu tidak selamanya mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya, meskipun seringkali memang sesuai dengan kenyataan. Hal ini disebabkan karena citra itu semata-mata terbentuk berdasarkan informasi yang tersedia. Oleh karena itulah, kegiatan publisitas tak hanya bisa dilakukan oleh seorang PR saja, melainkan semua orangpun bisa melakukannya.
Sebuah contoh kasusnya adalah Ibu Prita yang terkait kasus dengan salah satu Rumah Sakit Swasta di Indonesia. Dalam kasus tersebut, Ibu Prita menyebarkan beberapa informasi negatif tentang Rumah Sakit tersebut menggunakan alamat email miliknya. Alhasil, seperti yang sama-sama kita ketahui, informasi tersebut menyebar luas dan Ibu Prita pun dituntut oleh pihak Rumah Sakit. Dari kasus tersebut maka kita sama-sama dapat menyimpulkan bahwa publisitas tidak dapat kita atur sesuai kehendak kita. Orang-orang pada umumnya selain memiliki penilaian publisitas yang baik, mereka pun tidak luput dari penilaian publisitas yang buruk, dan Ibu Prita-lah contohnya. Atas dasar kenyataan itulah tidak mengherankan bila kita ataupun suatu Perusahaan mendapatkan citra yang berlainan antara surat kabar satu dengan surat kabar lainnya. Dengan demikian, informasi yang benar, akurat, tidak memihak, lengkap, dan memadai (memuaskan) itu benar-benar penting bagi munculnya citra yang tepat.
4. Aplikasi Words of Mouth.
Dijelaskan (Rangkuti, 2009: 77) bahwa WOM adalah:
Usaha pemasaran yang memicu pelanggan untuk membicarakan, mempromosikan, merekomendasikan, dan menjual suatu produk/jasa/merk kepada pelanggan lain. Tujuan akhirnya adalah seorang pelanggan tidak hanya mampu membicarakan dan mempromosikan produk yang ia gunakan, tetapi juga mampu menjual secara tidak langsung kepada pelanggan lainnya.
Berdasarkan penjelasan tadi, maka aplikasi komunikasi WOM berarti penerapan suatu penyampaian pesan yang diharapkan dapat menumbuhkan terciptanya suatu persamaan mengenai suatu pesan tertentu antara komunikator yang berasal dari sumbernya atau pusatnya langsung dengan komunikan baik itu individual ataupun berkelompok, yang nantinya diharapkan komunikan tadi menjadi komunikator bagi komunikan baru dan begitu pula seterusnya. Istilah WOM makin sering terdengar karena makin banyak praktisi dalam bidang pemasaran dan bahkan PR yang menggunakannya, sebagai contoh: PR PT. LHM yang menggunakan teknik WOM dalam memperkenalkan produk-produk yang diproduksi oleh PT. LHM.
Pentingnya WOM (www.tanadisantoso.com) adalah:
Bahwa WOM marketing hampir menjadi kunci sukses bisnis kecil apapun. Disebutkan pula bahwa toko roti yang enak, nasi pecel, soto ayam, toko kamera digital, semuanya menjadi sukses karena “getok tular”, marketing dari mulut ke mulut, oleh pembeli yang sangat puas terhadap produk atau servis anda.
Aplikasi komunikasi WOM perlu diketahui oleh para praktisi PR dan para calon praktisi PR agar dapat menjadi nilai tambah tersendiri bagi para praktisi PR dan calon praktisi PR tersebut. Selain itu, untuk menjaga nama baik Perusahaan, seorang PR mempunyai 27 perintah dan larangan (Laermer, et al., 2009: 144) dalam menjalin hubungan dengan media, namun dari kesemuanya itu ada satu hal yang paling penting yang perlu diterapkan oleh setiap PR, yakni jangan berbohong. Sebagai tambahan, cara PT. LHM dalam mempromosikan produk-produk disebut juga (dalam Waringin, 2008) dengan soft-selling, yakni penjualan dilakukan dengan cara mengingatkan, bukan menawarkan.
B. Kerangka Pemikiran.
Kerangka Pemikiran berangkat dari Komunikasi. Komunikasi adalah unsur penting dalam kehidupan manusia karena dengan itu manusia mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Lalu, beranjak dari komunikasi kita masuk kedalam komunikasi pemasaran dimana komunikasi dipergunakan dalam upaya untuk memasarkan suatu produk. Dari komunikasi pemasaran, maka dilanjutkan kepada publikasi, dapat dilihat pula bahwa komunikasi pemasaran telah membantu munculnya brand awareness dari Starbio Plus secara tidak langsung. Selanjutnya, dapat dilihat pula bahwa publikasi bisa membentuk WOM ataupun Brand awareness dari Starbio Plus. WOM juga dapat menghasilkan brand awareness dan begitu pula sebaliknya.
Humas menggunakan teori-teori komunikasi yang ada demi kepentingan Perusahaan. Kepentingan yang menyangkut dengan lingkup internal dan eksternal Perusahaan sangat sering menggunakan teori-teori komunikasi yang ada, tetapi dalam penelitian yang peneliti lakukan ini hanya dijabarkan teori komunikasi yang dipakai untuk kepentingan pemasaran suatu produk.
Salah satu teori yang peneliti temukan dalam penelitian ini adalah adanya teori publisitas. Teori ini adalah suatu teori yang termasuk didalam publikasi, yakni publikasi tak berbayar. Peneliti menyimpulkan adanya teori ini dikarenakan memang sistem pemasarannya seperti itu ketika peneliti mengamati di Perusahaan tersebut.
Salah satu bentuk publisitas yang digunakan adalah bentuk pengaplikasian teknik WOM didalam memasarkan produk-produk yang diproduksi oleh PT. LHM. Aplikasi WOM didalam memasarkan produk-produk PT. LHM ternyata berdampak sangat efektif sehingga dipertahankan hingga sekarang.
Dari kesemua tindakan yang telah disebutkan, maka muncullah brand awareness. Brand Awareness adalah suatu istilah dimana publik sudah mulai mengenal kebesaran nama suatu produk/Perusahaan. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan bahwa nama produk-produk PT. LHM ternyata lebih dikenal dibandingkan dengan nama PT. LHM itu sendiri.
Pada penelitian ini peneliti hanya berfokus kepada suatu produk bernama Starbio Plus. Produk ini adalah salah satu produk PT. LHM yang promosinya benar-benar menggunakan aplikasi WOM sehingga inilah alasan mengapa peneliti mengangkat produk ini kedalam penelitian. Pada awalnya, Starbio Plus memang belum dikenal, namun saat ini sudah cukup banyak yang mulai mengenal kehebatan produk ini dalam menangani WC penuh. Sudah banyak orang yang mereferensikan produk ini ketika seseorang mengalami WC penuh dan mencari pemecahan terhadap masalah tersebut, terutama bagi yang tinggalnya di lokasi dimana mobil sedot WC susah untuk mencapainya.
Langganan:
Postingan (Atom)